~ Shootgun Blues ~

AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN

Bela diri Militan MLM bagian 2

with 4 comments

He he he, militan MLM itu makin hebat dengan ini dan itunya :

Kalo agak-agak bingung dengan poin 1, 2, 3 dst, sebaiknya anda buka dulu dan baca baik-baik New Tab yang merujuk ke postingan Mbah Umbel tentang MLM di sini

  1. Benar banyak penipu dan anda (baca : Mbah Umbel) berusaha menyelamatkan banyak orang… kita analogikan saja jumlah distributor yang jujur (jujur itu dari hati dan niatnya boss) menjalankan usahanya cuma 15.000 orang (ini jumlah yang sangat sedikit) kemudian yang jadi tukang tipu adalah 1,4 juta distributor. Ini kondisi terburuk aja, maka anda mungkin tidak menjadi penipu, tapi anda memfitnah 15.000 orang ini…. Lewat situs internet lagi… omzet dosanya jalan terus tuh.

  2. Tentu saja sebelum bergabung saya menganalisa terlebih dahulu. Tidak mungkin saya bergabung dengan perusahaan MLM yang detak jantungnya dah mau berhenti. Dan bukan itu aja saya menganalisa apakah jantungnya ini kuat atau penyakitan.

  3. Benar ga gitu… justru karena saya S2 Harvard, masa saya mau di kalah sama orang putus sekolah yang sudah berhasil di usia muda. Malu-maluin… jauh-jauh kuliah gajinya di kalah sama anak kuliah

  4. Loh artinya benarkan kalau sehari-hari kita pakai baju biasa artinya kita berusaha jujur sama grup dan prospek inilah kita apa adanya. Soal berpakaian rapi di seminar itu hubungannya dengan grup lain, karena dalam etika dan norma bisnis internasional berpakaian serapi mungkin dalam suatu forum adalah sangat direkomendasikan

  5. Benar, kerja itu harus halal…namun ada beberapa kondisi di mana kadang sesuatu yang negatif dalam masyarakat di rasa perlu untuk dilakukan. Elang membuang anaknya dari ketinggian adalah hal yang kejam, …tapi itu perlu

  6. Banyak yang ketipu yah… Wah sayang sekali itu adalah bagian dari proses pendewasaan bangsa ini. MEmang jiwa bangsa ini sangat bobrok, sehingga yang masuk MLM pun banyak penipu, tapi biar mereka belajar bahwa membangun usaha berlandaskan penipuan itu ga akan langgeng, dan bukan aset namanya klu ga langgeng. Tapi dari yang saya pelajari banyak juga yang menipu diri… ga kerja mau kaya… bagaimana caranya… Kalau ada yang bilang bisnis ini menyakitkan, saya bilang amat sangat menyakitkan loh… hanya keyakinan yang kuat yang bisa membuat orang berhasil. Klu ada yang setengah hati… walah udah pasti rontok tuh.

  7. Amrik tidak mengenal kata haram itu negara yang terlalu bebas. Dia berusaha melindungi warganya…. kenapa?… apa karena unsur penipuan? Bukan seperti itu. Hal itu dilarang karena cukup mengganggu kegiatan perekonomiannya atau struktur ekonomi yang sudah terbangun. Bukan karena ada penipuan (penipuan itu money game bos, dan saya dak mau berdebat soal ini). Bayangkan orang Jakarta saja sibuknya minta ampun… apalagi New York… tingkat tekanan kerja sangat tinggi… sedangkan untuk menjalankan MLM anda harus meluangkan waktu. Sehingga banyak yang beralih dari profesi lamanya secara paruh waktu. PEralihan ini menggoncang struktur pelayanan yang sudah ada. Kondisi lain negara melihat mereka beralih tapi penghasilannya ga seberapa… bayangkan dalam setahun berusaha cuma dapat Rp.1.000.000 sampai 2 juta… sama aja miskin klu di Amrik (beda di Indonesia uang segitu dah lumayan). Takut melihat lengkungan ekonomi ini, maka amrik membend bisnis jaringan. Jadi bukan karena penipuan tapi memang sudah tidak sesuai dengan struktur ekonomi amerika.

  8. Tau apa itu pengusaha dan karyawan? Tahu bahwa yang namanya pengusaha selaku pemilik usaha menyediakan sangkar putar, dan karyawan menjadi tikus yang berlari di dalamnya. Misalnya ini dipertontonkan, maka anak-anak membayar tontonan yang lucu ini. Dan marmut cuma dapat wortel yang tidak seberapa harganya. Ok anda katakan penjual dan pembeli… artinya ini pemilik harus mengenal seluruh penggunanya diseluruh indonesia? Anda tambah ngaco. Anda mau mengatakan bahwa itu kan ada hubungan kebutuhan. Memangnya siapa yang bisa memaksa anda belanja di MLM kalau anda tidak mau? TIDAK ADA! Memangnya upline atau sponsor bakal datang dengan Pamong Praja.

  9. Ini dunia bisnis bung, saya tidak akan dengan serta merta menganggap Amway dan CNI sebagai looser, karena roda terus berputar. Tinggal pintar-pintar orang saja untuk survive.

  10. Terserah apa pendapat anda soal Robert, saya tahu dia pemain di Amway, saya tahu dia melihat peluang di komunitas itu untuk melakukan edukasi bisnis, dan saya tahu koq siapa John Reed itu, penulis buku succeding kan? Bagi saya keduanya adalah enterpreneur ntah mereka bertentangan karena perbedaan kepentingan, tapi saya tidak peduli, saya menganggap robert bagus karena semuanya logis, bukan karena ada yang mengatakan pada saya dia bagus. Kita harus berpikir mandiri, dan jangan terlalu terbiasa dengan katanya, makanya saya menyelidiki sendiri MLM tanpa intervensi siapapun

Saya cuma mengatakan waktu saya anti dengan MLM saya tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa panas di hati kalau mendengar MLM. Tapi setelah setengah tahun di MLM, income saya hampir sejuta, saya sudah membantu orang lumpuh karena stroke, kanker payudara, patah tulang, dsb.
SAYA TIDAK TAHU ANDA DAPAT APA DENGAN MENJADI ANTI MLM….

Salam damai mas, saya senang sekali dengan komentar anda. Untung di TIENS ga ada tutup poin yang wajib, jadi saya ga tersinggung sedikit pun. Dan sama seperti cukong di perusahaan Handphone yang tidak peduli bila dua buah kios HP yang berdampingan, satunya gagal dan satunya lagi berhasil. Karena yang salah kalau kios itu gagal adalah yang menjalankannya bukan tipe usaha kiosnya.

Dengan ini saya mengakhiri kehadiran saya di forum ini, karena saya tahu berdebat tidak menghasilkan uang. Tindakan kita yang akan membedakan nasib kita beberapa tahun ke depam mas Mbelgedez, bukan seberapa jago kita berdebat, OK saya pamit…semoga rejeki selalu menyertai mas mbel karena saya tahu niat mas baik n Tuhan sayang orang baik.

Mohon Maaf Lahir Batin…..

Ciamik…. tenan…..🙂 bleh… sampai saya laminating postingan njenengan ini, nanti kapan2 tak bacaken di depan para karyawan saya pas lagi santai nyruput kopi sama nyicip jenang tulang…

Written by asukowe

September 28, 2007 pada 8:23 am

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. jujur ya walaupun saya sudah dikasih pesan agar ga bingung bacanya seperti di awal tulisan diatas, saya tetep bingung hehehe, anda ini pro pa anti. tapi kayaknya pro deh😀 . tulisan yang asli punya siapa ya. punya situ, ato punya dewa (di mbah mbel)

    yang jelas what ever you do, hope you’ll get the best. okay
    salam kenal juga mas pa mba asukowe nie?

    bisnisehat

    Mei 2, 2008 at 9:17 am

  2. Lebih tepat nya panggil Bro aja …

    asukowe

    Mei 2, 2008 at 9:58 am

  3. Iki omong opo tho mas? mbah mbel bynk benarnya kang asu juga byk benarnya, pesan inyong:gak usah rebutan balung, mlm ibarat jalan tol tapi di depan juga banyak lubang n pnghalangnya. masalah halal haram seperti nikah dan zinah bedanya satu pakai surat nyang lainnya pakai urat doang, gicu om dan mbah.

    AKUMELOK

    Mei 6, 2008 at 4:15 am

  4. wah seru nih, btw salam kenal buat semua…jujur saya ikut tuh salah satu mlm yang petingginya disebut-sebut dalam artikel ini. Ya buat saya pro dan kontranya tergantung pada individu masing-masing tapi sepanjang pengalaman saya yang sudah malang melintang di dunia per-mlm, ga sejelek keliatannya kok! memang ada mlm yang nakal, tapi ga sedikit juga tuh yang bener (jujur dan terpercaya) point-nya sih “sukses itu hak setiap individu, tinggal individunya aja yang mau memperjuangkan atau tidak” intilahnya “tidak ada makan siang gratis”….

    Nurman

    Agustus 7, 2008 at 1:02 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: