~ Shootgun Blues ~

AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN

Sinetron Religius VS Doraemon

with 30 comments

Lama enggak nge blog, sekali buka WP langsung nemu bacaan kambing hitam soal kartun Doraemon, mulai bingung jugah kenapa boneka kartun Doraemon (warnanya merah biru putih = bendera amerika) kesayangan beta yang notabenenya buatan orang Jepang yang mayoritas beragama Shinto itu bisa-bisanya dianggap menyesatkan dan dilaknatullah? eh hubungannya apa sih Jepang sama Amerika? adakah konspirasi Agamanya Jepang dengan agamanya Amerika?

Memang tipikal mereka dewasa ini kecenderungan seperti ini, Islam itu agama elite dan luar biasa, tapi sekarang lama makin lama jadi agama kampung gara-gara hal-hal yang tipe-tipe begini ….

Bilang ajah karena cuma bisa bikin sinetron religi, jelas anak-anak enggak ada yang mau nonton cerita murahan dan bodoh begitu, lalu cari-cari kambing hitam, propaganda yang Doraemon lah, yang Dragon ball lah.

Lama bin lama makanan pun bakal dijadikan pelampiasan, Jelas-jelas logikanya anak-anak enggak ada yang suka makan kurma atau daging onta. Nyata pilih es cream atau jajan hamburger pizza, Nah tunggu ajah sebentar lagi kerjaan mereka mengharamkan burger yang nyam nyam …

Jika kalah popularitas hendaklah jangan justru menyasar dengan menggunakan dalil agama, tetapi harusnya justru mereka melakukan introspeksi diri mengapa kartun tersebut begitu populer sedangkan justru ajaran agama di dalam sinetron religi mereka malah di anggap naif dimana mana. ~Sedikit nyolong omongannya retorika~

Keq pengen menunjukkan pada seisi dunia : ini lho Agama Islam yang banyak musuhnya, di mana-mana di segala belahan penjuru bumi dimusuhi manusia, seperti menunjukkan kemanjaannya pada keluh dan kesahnya (sampai begitu naifnya dengan membuat musuh imajinatif, musuh bayangan, musuh semu, musuh maya dengan menghubungkan sesuatu kesesatan haram seperti Doraemon)

Terima kasih sebelumnya atas inspirasi buat :
1. Wonggendeng
2. Chaosregion
3. Kabotorider
4. Retorika

Dicolong dari salah satu milis yahoo (Kusno) :

Sering menyaksikan sinetron2 berlabel “religius” ? Dari segi judul sich kayaknya nich sinetron begitu “mendidik”, setidaknya bagi sebagian kalangan pemirsa yang merasa cocok dengan resep scenario seperti itu. Karena indikator rating menunjukkan bahwa sinetron model begitu digemari, maka tak heran tema2 seperti itulah yang dibongkar pasang oleh penulis scenario.

Kalau mau berkaca ke belakang, ada beberapa sinetron impor yang lebih bagus inti dan misi ceritanya, yakni : “Highway to Heaven”, “Touched by an angel”, dan “Quantum leap”. Ketiga film seri ini boleh dibilang lebih menekankan pada misi kemanusiaan ketimbang membawa-bawa atribut agama sebagai pembenaran bahwa sinetronnya itu layak ditonton. Berikut beberapa ciri sinetron local yang malah “menyesatkan” dalam keadaan realitasnya.

Kekerasan fisik
Adegan tempeleng muka istri, ucapan kasar istri pada suami, preman main pukul pedagang, lempar piring plus alat-alat dapur lainnya, pokoknya berantem abis.

Konflik keluarga
Mantu melawan mertua, kakak sirik dengan keadaan ekonomi adik, antar saudara rebutan istri orang, anak kena narkoba

Selingkuh
Jangan lewatkan adegan ranjang yang sering ditampilkan. Atau acting abis baru mandi dimana sang tokoh antagonis hanya berbalut handuk dengan rambut masih terurai basah. Juga penampilan sang germo dengan dandanan seronoknya.

Rebutan harta
Meski ditampilkan sudah punya rumah lumayan mewah, eh masih aza sirik dengan harta orang lain. Udah punya satu mobil, pengennya tiga kayak tetangga sebelah. Sifat rakus dan tidak pernah puas dieksploitasi.

Balas dendam
Biasanya karena sang tokoh antagonis pernah dilecehkan oleh teman-temannya, dijadikan alas an untuk membantai mereka yang pernah menyakiti hatinya

Ingin cepat kaya
Mulai dech cerita babi ngepet, minta petunjuk dukun, menggunakan susuk, dan sebagainya diumbar. Variasi tema lainnya : apalagi kalau bukan ingin cepat jadi selebritis. Dengan alasan bosan miskin, atau ingin dipuji orang lain

Ingin punya “ilmu”
Ilmu disini maksudnya bukan ilmu pengetahuan yang diajari guru di sekolah, tetapi ilmu kebal, ilmu santet, pokoke ngelmu supaya orang takut. Disinilah praktek klenik, gaib, dan mistik “ditularkan” kepada pemirsa awam.

Durhaka
Cerita Malinkundang ternyata berlanjut juga dalam sinetron beginian. Anak berani membentak bahkan menggampar ortunya seakan lazim untuk ditampilkan. Sosok guru kadang suka dilecehkan.

Kekuasaan
Selain harta, kekuasaan memang memabukkan. Maka ditampilkanlah sosok camat, bupati, tapi minimal kepala desa yang lebih bejat menjajah warganya daripada kompeni. Nggak berani tuch kalo nampilin gubernur anu atau anggota DPR yang korupsi. Udah jahat, rakus, plus sombongnya pun nggak ketulungan.

Atribut religi
Peran dai, ulama, imam, maupun pemuka agama sering ditampilkan secara pasif. Porsi adegannya pun nggak jauh2 dari urusan pakai kopiah, sarung, kerudung, mukena, dan aksesoris khas Arab di saat sang tokoh antagonis dengan enaknya petantang petenteng. Tak lupa dialog “favorit” yang sering terlontar dari mulut mereka, kalau bukan “Astagafirullah”, pastinya “Inna ilahi na ina ilahi rojiun”.

Ada dua ending cerita yang bisa dijadikan bahan cerita. Pertama, sang tokoh baik dan jujur digambarkan akan mendadak mendapat berkah dari langit. Misalnya : tukang ojek jadi pengusaha dealer sepeda motor, pemulung bisa naik haji, tukang bubur punya restoran sendiri, dan sebagainya yang kebanyakan ilusi. Lha, iyalah disebut ilusi sebab cerita seperti itu hanya sekedar penghibur diri. Coba direnungkan, apakah setelah menonton tayangan bertema seperti itu, mendadak layanan pemda tanpa pungli aparatnya, buat surat perizinan tanpa harus diperas calo, anggota DPR tiba2 tidak mau jalan2 ke luar negeri, dan lain-lain ?

Kedua, azab mengerikan bagi sang tokoh antagonis yang sepanjang 95% durasi sinetron digambarkan jahat nggak ada tobatnya. Entah itu ditabrak mobil, kaki lumpuh, kulit mengelupas, wajah seperti kena siram air keras, jatuh ke jurang, disambar petir, mayatnya dipenuhi belatung, dan masih banyak lagi adegan sadis lainnya. Sebegitu dangkal nyakah pemahaman para pengelola televisi tentang agama?

Written by asukowe

Januari 17, 2008 pada 6:37 pm

Ditulis dalam Agama Islam

30 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Yg begini ni yang kadang kadang bikin daku malu jadi orang islam…dimana2 orang dah mikirin hal2 yang lebih maju dan canggih…tapi orang islam masih terkungkung di tempurung… harusnya gak semua orang islam tu boleh ngomong…hanya orang islam
    dengan tingkat keimanan dan intelektualitas tinggi yang oleh bicara..klo gak ya kapan orang islam bisa maju…

    Kalau saya sih berpendapat, artikel ini sangat berlebihan memandang acara televisi untuk anak-anak. Masa Cuma karena acara tv seperti doraemon, sinchan dan dragon ball aja mereka jadi kebakaran jenggot sungguh memalukan. Sedangkal itukah keimanan mereka, sehingga jadi kalang kabut karena film-film kartun tersebut ? Selain itu, artikel ini cenderung memandang rendah para orang tua
    atau orang dewasa lainnya selain anak-anak. Sepertinya mereka menganggap orang-orang dewasa disekitar anak-anak tersebut tidak bisa memberikan bimbingan dan arahan tentang acara tv yang sedang diputar.

    Tentunya ini sangat naïf dan cenderung munafik.Terus terang saja saya kasihan melihat kelompok-kelompok Islam yang
    seperti ini. Kaku, rigid dan berpikiran sempit. Mereka membentengi diri mereka sendiri dari “pengaruh-pengaruh” diluar mereka, yang dianggap tidak Islami. Kelompok Islam seperti ini mana bisa survive ditengah masyarakat yang majemuk ini ? sungguh kasihan. Bagaimana dengan yang lainnya ?

    Wassalam

    Rio

    Januari 17, 2008 at 8:23 pm

  2. Oh ya mestinya di tambahin, tokoh antagonis selalu BERBUDAYA indonesia Asli.

    Pakai Belangkon, Keris, Bakar Menyan menggunakan baju Batik … hingga tinggal dirumah model KRaton jawa.😆

    Sedangkan tokoh baik selalu … ehm Arab Sengkek dari Wahabi, pake sorban

    Kenapa ? Malu terlahir sebagai orang indonesia ??? Jangan tinggal di sini dong!

    RETORIKA-1000DS

    Januari 17, 2008 at 8:32 pm

  3. menurut aku sich …sinetron religius indonesia selalu di lebih²kan.. kaya sinetron remaja yang sebenernya ga mencerminkan kehidupan remaja sekolah pada umumnya…

    coba dunk buat sinetron yang berkualitas..

    kalo menurutQ lagi cerita “Senandung di Atas Awan” lebih baik dari sinetron “catro”

    peace!!!
    🙂

    anaesteshia

    Januari 17, 2008 at 11:20 pm

  4. Sekarang pilih aja deh, mana yang kreatif? Acara The Masquerade-nya para “penyembah” Doraemon itu atau Si Entong?

    Amed

    Januari 19, 2008 at 1:53 am

  5. eh….kita juga musti waspada loh, kok tayangan bermutu macam bolang ato film2 mutu hollywood, ketika tayang tivi swasta malah gak laku -rating jeblok, kalah ma shitnetron-

    ada afa ??? jangan2 emang masyarakat endonesa doyannya yg kayak gitu. ya, yg kayak kita2 bisa aja cuap2 kritis, tp lapisan grass root ???
    gw punya bbrp temen yg rela2 dan ikhlas2 nglepasin anaknya nonton shitnetron. uggghhhh, mangkel dewek !!! kok iso ???? whats on their mind????

    krn temen2 yg emen shitneton umumnya bukan temen akrab, jd ga enak kl melarang2 mereka nonton.

    eh yaaa…..mungkin, harusnya diawali dg nanya2 dulu, knp mrk lbh doyan sinetron drpd tayangn lain…..baru kmd dijabarkan sisi2 negatifnya.
    belum ku coba sih…..

    restlessangel

    Januari 19, 2008 at 7:15 am

  6. Kagem Rio :
    Kalau saya enggak kasihan bro.., saya iba (kasihan yang amat sangat…)

    Kagem Retorika :
    Oh, seandainya nabi lahir dan berdakwah di Yogyakarta, pastilah enggak ada sorban dan pedang + tetek bengek lainnya. Yang ada pasti Blangkon, senjatanya keris serta pakaiannya pakai batik, hobbynya minum kopi pahit sama jenang pletik…

    Kagem Anaesteshia :
    Setujuuuu…

    Kagem Amed :
    Kalau sayah sampai punya cucu 5 ekor, keq nya masih bakalan pilih nonton Doraemon..

    Kagem Restlessangel (yg muaniiiis banget) :
    Masyarakat Indonesia itu bukan tipe pemikir jeng, mereka suka banget di nina bobo kan dengan segala sesuatu cerita yang berbau-bauklise, seperti putih pasti menang, jujur pasti unggul baik pasti sukses dst

    Habis capek kerja angkut beras di pelabuhan, pulang ke rumah di suguhi sinetron ringan kayak itu nyamleng, pas sekali, coba disuguhi yang berat2, bisa encok pegel linu campur sakit kepala kambuh. Atau bisa keingatan lagi hutang ke tetangga yg blom di bayar…

    asukowe

    Januari 19, 2008 at 7:56 pm

  7. Islam itu agama elite dan luar biasa, tapi sekarang lama makin lama jadi agama kampung gara-gara hal-hal yang tipe-tipe begini ….

    Sebenarnya yang kampung itu bukan agamanya tapi orang2nya, ya sama saja seperti orang2 kristen di barat, itu bukan berarti agamanya yang modern tapi orang2nya yg modern (yang notabene telah banyak tidak begitu memperdulikan agama kristen lagi).

    Nah, memang orang2 Islam yang sampai mempermasalahkan ‘kehalalan’ Doraemon memang terlalu berlebihan dan ‘kampungan’ tetapi untung sekarang banyak juga umat Islam di Indonesia yang sudah cerdas dan tidak mudah terpengaruh.

    Sebaliknya ‘kampungan’ bukan hanya milik orang2 seperti itu, bahkan orang2 barat (dan juga non-barat) yang tidak bisa membedakan ajaran Islam yang murni dan perangai segelintir orang2 Islam yang berengsek juga sama ‘kampungan’nya. Kenapa sama kampungannya? Ya…. karena sama2 tidak bisa melihat sebuah kasus secara obyektif……!😉

    Yari NK

    Januari 20, 2008 at 7:21 am

  8. Sinetron religi emang gax mendidik,malah bnyk unsur mistisnya!
    Si Entong jg skrg mirip bnget ma Doraemon,abiz pk benda2 ajaib teruz c…
    Lam kenal yo…

    maxbreaker

    Januari 21, 2008 at 12:50 am

  9. @Asukowe

    Emang orang kampung gak berguna ya..??? tapi masyarakat Indonesia sifat gotong royongnya masih kuat justeru dari org2 kampungan kaya gini deh, yah daripada orang yg mengaku sok kota tapi moralitasnya kaya org hutan.🙂

    mlekedugs

    Januari 21, 2008 at 5:55 am

  10. Itulah makanya saya males nonton sinetron begituan. Malahan lebih asyik nonton Doraemon.

    Emanuel Setio Dewo

    Januari 21, 2008 at 10:25 am

  11. Kagem Yari NK :
    Yeah… sekampung-kampungnya orang barat saya lebih bisa toleransi, karena memang mereka tidak tahu dasar dari apa yang mereka bahas (kalau tidak tahu bukankah tugas kita untuk ngasih tahu?) sementara temen-temen kita yang nota benenya satu trah islam (apakah mereka tidak tahu juga seperti layaknya orang barat?) Lalu salah enggak kalau saya memvonis begini : yang tidak tahu berarti mirip banget bahkan sama persis dengan orang barat, lalu apa mungkin bisa diartikan yang tidak tahu itu kafir? iya enggak? Jangan diskriminatif dong hanya orang-orang barat yang di cap kafir, yang enggak tahu mesti di cap kafir juga. Eh terus dikemanakan tugas kita semua untuk ngasih tahu? Sadarlah bahwa kita semua itu cuma suka perang, perang dan perang… lalu dimana Islam yang notabenenya agama damai dan penuh kedamaian? wah sorry bro Yari…, malah ceramah di sini🙂

    Kagem maxbreaker :
    Katanya enggak boleh yang ajaib-ajaib begitu… sesat lho

    Kagem mlekedugs :
    Sampeyan contoh real satu lagi orang yang tidak tahu tapi dengan sekuat tenaga berusaha membela diri dengan kalimat-kalimat pengandaian yang mengada ada, terlalu memaksakan fakta dengan fakta lainnya supaya lebur dan bias, padahal toh itu tidak berarti apa-apa. Memang kemarin hari minggu ada kerja bakti menguras got di Kampung sayah, lalu apa hubungannya?

    Kagem Dewo :
    Ho ho suka juga Doraemon?

    asukowe

    Januari 22, 2008 at 8:18 pm

  12. kalo doraemonnya hitam, kayak dakocan donk. Yang pasti yang bikin film kartun itu imajinatif & kreatif, apapun jenis kartun itu,& mereka2 yg bikin film kartun hanya ingin menyalurkan bakatnya, ya seperti koki,lah yg ingin menyalurkan bakat masaknya & dlm jangka panjang punya potensi bisnis karena subjek itu adalah sebuah komoditi.kalo bisa di bilang itu adalah sebuah keahlian atau mungkin hobi.(self employee).Its just.

    Cintrong

    Januari 23, 2008 at 1:40 am

  13. lebih baik nonton kartun Scoobydo tentang hantu

    gundul

    Februari 5, 2008 at 1:58 pm

  14. pancen ASU kowe! hahah..
    bener bro! jaman sekarang tuh orang orang mulai kabur&nglantur dalam beragama. lama-lama mereka tidak paham 7an mereka beragama. & lama lama muncullah berhala-berhala baru yang bernama agama. ya! sekarang agama telah didewakan dan tuhan mulai dilupakan. agama mengajarkan perdamaian bagi dunia. tetapi sekarang justru karen agamalah sejarah dunia selalu dipenuhi oleh darah…

    jika atheisme bisa menciptakan perdamaian mengapa tidak?…

    ardianzzz

    Februari 26, 2008 at 1:46 am

  15. mungkin itu pemikiran bos-bos sinetron indonesia yang dititipkan sama ulama, agar orang lndonesia lebih menghargai budaya sendiri, ya sinetron itulah…

    petroek™

    April 22, 2008 at 8:33 am

  16. Menurut saya…(ngk suka lowghhhhhh, aq nonton sinetron, palingan juga bini)
    Kalo karakternya seperti itu, sy pikir wajar2 sajalah….namanya tokoh antagonis..yagh sangar, galak dll…bukankah itu mendidik??? penonton jadi tahu, bahawa perbuatan yg dilakukan oleh si tokoh antagonis itu ngk usah ditiru..syapa tahu karakter tokoh tersebut juga ada persamaan dgn penonton..sehingga merka bisa instropeksi diri…..

    Itu pendapat saya lowghhhhhhhh…..

    dexlon

    April 26, 2008 at 2:16 am

  17. Wah kalo mo ngambing hitam jangan kartun donk, soalnya aku suka banget ma kartun.

    Pujangga

    April 30, 2008 at 9:29 am

  18. Apakah anda percaya dengan syaithan? dia tdk memandang apakah anda beragama Islam, Kristen, Shinto, dll. Yang dia inginkan adalah menyesatkan anak manusia, tdk bisa dikaitkan bahwa yg merusak umat Islam adalah harus dari Amerika, Israel, dll.

    mumtazanas

    Mei 2, 2008 at 12:41 pm

  19. diam saja..emangnya kita bisa buat apa.yang poenting sekarang.kita buat cerita yang mendidikl.bukan cuma nulis ghini terus..malu akh sama orang..ya..solusi dong

    salmah

    Mei 10, 2008 at 4:22 am

  20. Gila ya salafy sekarang punya kecerdasan apa sich coba kt liat satu-satu :

    1. Linguistik : nggak ah ceramah aja asal-asalan.
    2. Logika : nggak juga alasanya aja aneh-aneh.
    3. Visual : menggambar aja dibilang haram.
    4. Musik : sama aja dibilang haram.
    5. Tubuh : nafsu gede, tapi stamina loyo.
    6. Interpersonal : ah, sukanya nyombongin diri.
    7. Intrapersonal : agama lain dianggep remeh.
    8. Naturalis : kalo demo suka ngancurin tempat.

    BUSSYET…….. udak bego, idiot, ngomong asal-asalan , sok tau hidup lagi.

    Orang jaman sekarang

    Mei 12, 2008 at 6:04 am

  21. Sinetron religius ya?
    Dulu sih sering nonton…tapi sekarang saya sudah kembali ke selera asal: One Piece, Naruto, Bleach, Shaman King dkk…abis asyik sih

    born in batam

    Mei 18, 2008 at 10:57 pm

  22. Orang harusnya liat sisi positf jgn yang negatif. Contoh: anak suka nonton naruto nah kan ada adegan berantem kasih tau “nak ini keras jgn diikutin !” terus liat positifnya “nak tuh liat orang jepang rajin belajar & ibadah kamu rajin sholat biar kamu kuat kaya dia!” enak kan daripada kayak gini “wah itu sesat krn agamanya sinto hajar……..” kampungan katak gitu

    Orang jaman sekarang

    Mei 22, 2008 at 5:35 am

  23. Pokonya jgn merepotkan diri. Mendampingi orang nonton tu enak ko. Orang adik ku aja suka kartun-kartun kayak gitu, tapi dia juga nggak kalah suka sama cerita-cerita nabi karena sudah biasa didampingi

    Orang jaman sekarang

    Mei 22, 2008 at 5:38 am

  24. Kagem All :

    Untuk komen sinetron religius sampai di sini, akan segera di launching sinetron religius II, teman-teman yang masih minat soal cuap-cuap sinetron bisa tengok ke situ aja. Tk

    asukowe

    Juni 1, 2008 at 7:25 am

  25. aku setuju jika film religi ga’ begitu menarik n bnyak adegan pkl2nnya,tp kayaknya film doraemon jg ada adegan pkl2lannya,apakah itu jg mendidik???ga’ kan!!!lg pla banyk film holiwd anak2 yg bahkan bradegn ciuman,kayaknya ga’ bgt y,itu kn bkn budaya timur,jd sma aja kn,sama2 gitu deeee!!!tau sendiri kn????

    maria

    Juni 9, 2008 at 2:46 am

  26. wah gimana ya ? sebagai orang keturunan jepang di dindonesia gw ngerasa aneh banget deh,kenapa anime kadang2 selalu disalahin.padahal do jepang sendiri,orang jepang yang beragama islam (termasuk gw) kayaknya enjoy2 aja deh sama anime atau film lain yang aneh2.keluarga gw aja gak pernah protes sama semua acara tv.biasa aja kali !!
    kayaknya islam di indonesia tuh terlalu ke arab-arapan gitu deh.aneh banget.padahal gak pernah tinggal di gurun pasir terus jalan kesukolah naek onta dan berbekal kurma sekantong.Tapi mereka merasa yang arab-arapan itu baik.padahal belum tentu.Malah kata papaku yang udah kearab sono dan keliling negara2 arab macem turki dan uni emirat arab aja orangnya malah biasa aja dan malah bergaya ala barat dengan rok mini dan baju sedikit terbuka,tapi saat ketemu temennya mereka bilang assalamualaikum.dan dari sana terbuktikan kalo orang arab aja nyelon dan gak gitu mikirin tentang agama.agama dan hal yang lainnya seharusnya bisa dong dipisahkan.jangan di sama2in.

    malu dong sama orang arab sana.mereka aja santai gitu.tapi kita yang sewot,kan gak nyambung.
    kayaknya tuh orang yang suka pake atribut islam secara berlebihan mending jangan tinggal di indonesia deh.seakan mereka ingin mengubah indonesia menjadi negara islam dan mengubah budaya indonesia menjadi budaya gurun pasir.

    mizunashi

    Juni 10, 2008 at 2:18 am

  27. Wedew, kok pada goblok sich semua? gua barusan baca http://agorsiloku.wordpress.com/2007/12/21/dunia-doraemon-yang-sesat-dan-anakku/
    Itu khan satire. Maksud si penulis film Doraemon itu bagus bisa menambah ilmu pengetahuan.

    Tukijan

    Juni 17, 2008 at 10:19 pm

  28. SINETRON memang dikatakan buruk dari pada DORAEMON
    koment pertama = SINETRON, SINETRON sih nampaknya bagus di awalnya tapi bila ditonton terus-menerus akan tidak masuk akal, kadang terjadi ya kayak kekerasan gitu deh!
    koment kedua = DORAEMON, DORAEMON kartun paling bagus menurut saya tidak memakai kakerasan!

    INTAN

    Juni 21, 2008 at 1:49 pm

  29. apaan nih maksudnya? gue nggak terima! doraemon nggak ada hubungannya sama konspirasi-lah atau yang menyesatkan. doraemon hanya sebuah imajnasi dari seorang komikus dari jepang. coba sekali-kali liat film doraemon donk, terutama yang movie. di situ banyak pesan moral yang bagus, tentang persahabatan, kedamaian, lingkungan, dll…
    menurutku doraemon itu fil kartun terbaik dari segala hal, film sepanjang masa…..

    penggemar doraemon

    Agustus 3, 2009 at 1:56 am

  30. Doraemon dulu aku ketuju ae, waktu masih Sd.

    ku kad sampai memikirkan ke konfirasi,, just entertainment.

    he

    UUUUyy,,, Salam kenal lah dari Newbie,,
    lun blogger Banjarmasin jua neh.

    Salam : Blogger Banjarmasin

    Blogger TERGAPTEK BAnjarmasin

    Februari 20, 2011 at 3:03 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: