~ Shootgun Blues ~

AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN

Mati Lampu di Kalsel, Surat dari seorang teman ….

with 8 comments

Enggak sengaja, sempat mampir ke blog nya Juragan Yari dia lagi habis energi katanya, wokwokwok… makanya celotehnya masalah lampu-lampuan segala, eh salah, kunang-kunang… Ada petikan khusus yang mau aku sentil di sini “… sedangkan di Kalimantan terdapat titik2 cahaya kecil di Balikpapan, Samarinda, Pontianak dan Banjarmasin serta kota2 di sekitarnya…”

Intinya di sini sih saya lalu jadi teringat surat seorang teman tahun lalu mengenai masalah kunang-kunangnya Yari ini, Beberapa mungkin sudah edit sana sini :

Pertengahan 2005, saya hijrah ke Banjarmasin mengikuti suami yang memang kebetulan asli putra kelahiran Banjarmasin. Kedatangan saya kali pertama, langsung disambut dengan padamnya listrik di sekitar kediaman kami. Keesokan malamnya, ketika kami mengadakan selamatan pernikahan kami, listrik pun padam, sehingga kami terpaksa menggunakan emergency lamp.

Betapa takjubnya saya, karena ternyata semua tetangga saya memiliki emergency lamp, (sekarang sih bahkan semua kebanyakan sudah punya genset) sesuatu yang tidak saya temui di kota-kota besar di Jawa. Belakangan saya tahu, ternyata walaupun tidak ada banjir ataupun Tsunami, di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, sangat rajin mati lampu. Dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Ternyata juga, sampai 2008 pemadaman listrik masih jadi hal yang sering terjadi. (Sebentar lagi… Pebruari 2008 katanya bakalan padam lagi)

Masalah listrik yang sering padam, bukan masalah sepele. Secara moril-materiil jelas kami dirugikan. Alat-alat elektronika kami tidak bisa berfungsi maksimal dan waktu pakai menjadi lebih pendek alias lebih cepat rusak.

Yang aneh, mati listrik ini tidak pandang bulu. Karena ketika saya melahirkan anak pertama saya di RSUD Ulin, yang merupakan rumah sakit negara terbesar di Kalimantan Selatan (Kalsel), listrik juga mati. Satu hal lagi, saya tinggal di Banjarmasin, Kota yang paling besar dan modern di KalSel, dan rajin mati lampu, bagaimana dengan nasib kota-kota kecil lainnya di Kalimantan Selatan ini?

Sungguh saya menjadi sangat heran, kenapa ya selama bertahun-tahun tidak ada perhatian yang memadai dari pemerintah untuk hal ini. Boleh dong kami iri melihat saudara-saudara kami di Jakarta yang listriknya (hanya) beberapa hari mati karena banjir, mendapat permohonan maaf dari PLN dan ditayangkan di televisi. Padahal saya yakin, tanpa minta maaf pun warga Jakarta sangat maklum kenapa PLN memadamkan listriknya.

Sekitar 4 tahun lalu, ketika Jakarta mati lampu 3 hari saja, semua orang heboh. Demo di mana-mana oleh mahasiswa. Politikus ramai memberi kritik saran. Kenapa kami yang bertahun-tahun listrik rajin byar-pet, tidak ada yang peduli?

dan seterusnya…. dan seterusnya….

Helaladalah, malah lalu jadi ingat tulisannya dedengkot 049 yang sangat menyentuh sekali dan sungguh-sungguh melankolie, saya copy paste ajah ya… mudah2an 049 merelakan saya nyolong kopi nya, lumayan masih anget kok apalagi kalo nyruputnya campur dengan jenang goreng …

“….. Sebenarnya inti dari kekesalan saya adalah pemadaman aliran listrik yang terus menerus dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara yang membuat aktifitas perbloggingan terganggu, tadi malam bahkan seorang bapak hanya bisa geleng geleng kepala saat proses download beliau yang sudah mencapai 99% harus buyar karena padamnya aliran listrik.

Padahal, Kalimantan Selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah. Batubara (dimana sebenarnya benda ini bisa digunakan untuk menjadi sumber energi pembangkit listrik) (dijual, lalu dibelikan peralatan canggih dan bahan bakar untuk menghasilkan listrik) adalah contohnya.

Belum lagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riam Kanan yang seharusnya pada saat musim hujan seperti ini mencapai “peak performance”nya dalam penyediaan listrik. Namun kenyataan yang terjadi adalah, Banjarbaru yang lokasi geografisnya paling dekat dengan Kab. Banjar-lokasi dimana PLTA berada-malah merasakan langsung pemadaman aliran Listrik dalam frekuensi yang cukup sering.

Saat musim hujan, konon katanya pintu air harus dibuka tutup untuk mencegah overload data debit air, sehingga pembuka tutupan ini menghasilkan ketidakstabilan aliran listrik yang imbasnya adalah ajep ajep setiap malam. Kalau musim panas? Jelas, pemakaian listrik harus sering dikurangi. Alasannya adalah berkurangnya debit air yang selama ini berfungsi sebagai penggerak turbin. Lalu? Bagaimana dengan PLTU Asam Asam? Bah!!!!!!, tiap 3-4 bulan sekali mengalami perbaikan, dan hasilnya adalah pemadaman bergilir lagi. Lantas? Apa gunanya Kalimantan Selatan punya 2 Pembangkit Listrik? PLN SUCKS!!!!!!!

Belum lagi mereka mereka itu senang sekali memainkan tombol on off listrik, mati-nyala, mati-nyala, nyala-mati. Seperti yang terjadi dalam beberapa hari ini, termasuk korbannya adalah komputer saya yang setiap dinyalakan harus checking file gara gara mati lampu yang membuat semua aplikasinya tersedot secara paksa.

Sebenarnya kalian mau nyediain Listrik™ ga sich? Apa kalian anggap pemadaman Listrik™ itu adalah mainan lampu ajep ajep? Sehingga keadaan kelap kelip menjadi kesukaan kalian? Kalau memang iya, berarti kalian memang suka ajep ajep pakai duit rekening listrik yang kami bayarkan selama ini! Masa sich kerusakan harus sampai jadi rutinitas? Masa juga kalian setiap musim mati lampu kalian amnesia? Katanya pemadaman bergilir, tapi kok hari ini daerah A mati lampu, esoknya derah A mati lampu lagi???????? Terus, apa kalian anggap mati lampu itu sama dengan kebutuhan makan manusia? Sampai sampai mati lampu bisa tiga kali sehari????

Sebagai rakyat yang tukang protes dan mengungkapkan kebobrokan sendiri seperti yang dibilang seseorang di sini. Maka saya ingin protes sekaligus menawarkan beberapa usulan.

Pertama. Mending pelayanan Listrik™ diswastakan saja. sehingga pelanggan bebas memilih penyedia Listrik™ kesukaan mereka masing masing, kalau servisnya ga oke bisa pindah kelain hati dengan mudah.

Kedua. Segera bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, agar kebutuhan Listrik™ di Indonesia bisa terpenuhi.

Ketiga. Bila usulan kedua dan pertama terlalu berat untuk dijalankan, semisal kalian pura pura pura ga mau menerima swastanisasi Penyediaan Listrik™, dengan sok beralasan bahwa swastanisasi adalah Kapitalisme™, atau takut dengan sanksi Amerika kalau harus membangun PLTN. Maka usulan saya yang terakhir ini mungkin bisa kalian terima, bangun PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Manusia). Dijamin, bakalan mengurangi pengangguran, dan meminimalisasi mati lampu!!!!!!!!.

Sayah enggak ada komentar, enggak tauh ya kalo teman-teman yang lain …

Written by asukowe

Januari 15, 2008 pada 2:58 pm

Ditulis dalam Tulisan Santai

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Jadi ingat blog tentang energi yang terbengkalai:

    http://energi.wordpress.com

    Saya juga menulis beberapa artikel tentang energi di http://dewo.wordpress.com/category/energi/

    Salam

    Emanuel Setio Dewo

    Januari 15, 2008 at 3:29 pm

  2. Hehe.. barusan tadi malam juga ada pemadaman lagi…

    Amed

    Januari 16, 2008 at 3:16 am

  3. Terima kasih… padahal itu kemaren cuma ungkapan kekesalan saya saja kepada PLN

    Neo Fortynine

    Januari 16, 2008 at 10:49 am

  4. Kembalikan batubara kami!!

    manusiasuper

    Januari 24, 2008 at 10:36 am

  5. operator PLN jg manusia,,,,

    bagi para pelanggan PLN yg mau protes masalah pemadaman jgn terlalu donk ngoming nya…

    kmi kan jg punya prasaan…

    lagian klo mau marah salah alamat,,,

    bukan kpd kmi.piss ya

    HIDUP KOTA BANJARMASIN YG PENUH DGN KGELAPAN
    HE….HE…

    jun

    Februari 12, 2008 at 8:52 am

  6. Masalah lampu padam tidak sepenuhnya bisa kita salahkan ke PLN semua pihak terkait harusna saling memberikan solusi yang terbaik buat membangun negeri ini.
    Banyak faktor yg membuat terjadinya pemadaman lampu yg sering membuat kita geleng² kepala tapi bukan itu inti masalahnya tapi yang jelas dengan adanya visi PLN 75-100 yang akan membuat seluruh rakyat indonesia mendapatkan penerangan (listrik) sampai ke desa² karena sampai saat ini masih banyak warga di banjarmasin rumahnya belum dialiri/dipasang listrik oleh PLN.
    dengan pembangunan yang terus berjalan jelas hal ini membuat pembangkit yang ada di banjarmasin makin defisit.
    menurut gw sih banjarmasin kekurangan daya
    moga² 2010 nanti bener² terwujud pembangkit yg baru di daerah KALSELTENG dan pemenang lelangnya pun sudah ada.

    Mildx

    Februari 19, 2008 at 4:51 am

  7. salam kenal aja, kunjungi blog saya di taufik79.wordpress.com

    taufik79

    Maret 25, 2008 at 9:18 am

  8. Terasa Bete !!!!
    Bosan !!!
    Pokoknya !!@@##
    Aaargrr….
    Tak bisa di ungkapkan dengan kata2
    Yang di karenakan kejadian mati lampu
    Don’t worry mungkin lagu nih bisa temenin kamu buat hilangin bete.
    So download aja di

    http://www.ziddu.com/download/1696804/MatiLampu.mp3.html

    atau

    http://www.myspace.com/mixerband

    Jangan lupa kasih comment ya
    saran dan kritik dari kamu
    sangat berarti buat kami
    salam kenal aja
    tq

    mix3rband@yahoo.com

    Andra

    Juli 24, 2008 at 7:34 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: