~ Shootgun Blues ~

AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN

Berhala dengan nama Tuhan

with 26 comments

Kita sepertinya terperangkap pada teologi surga, “Teologi yang memberhalakan Tuhan, sehingga melakukan tindakan yang dianggap membahagiakan atau memulyakan Tuhan sah-sah saja, mulai dari hingar bingar pengeras suara setiap subuh yang melafdzkan ayat-ayat Al Quran, wirid, bahkan kasidahan di sebagian besar masjid di Indonesia (hal-hal yang tidak akan pernah terdengar di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah), menzalimi jemaah Ahmadiyah, merusak rumah ibadah penganut agama lain, membunuh orang-orang tidak bersalah, termasuk yang seagama seperti yang terjadi di Pakistan, Irak dan Darfour, Sudan”.

Dan kita juga menyangka kita membuat Tuhan tersenyum ketika menguber-nguber dan mengelandang para waria dan pelacur jalanan, menyumbat rezeki orang-orang lemah yang berjualan makanan di siang bulan Puasa, perempuan2 yang bekerja di tempat-tempat “maksiat” seperti bar, pub, panti pijat dan tentu saja rumah-rumah bordil. Sebahagian mungkin menyukai pekerjaan tersebut, tetapi sebagian karena tidak punya pilihan, tidak punya ijazah, kecuali wajah. Perut mereka, anak-anak mereka harus diisi.

Untuk menghormati Ramadan, sudut-sudut Kota harus dibersihkan dari “sampah masyarakat”. Tempat-tempat maksiat: bar, disko, panti pijat, pub dan sejenis harus ditutup. Di sini, terlihat sekali pemberian predikat “maksiat” sangat dangkal dan hanya menyentuh kulit. Tentu saja bukan berarti kita harus cuek saja terhadap para perempuan jalanan, jenis-jenis usaha yang tidak layak berdekatan dengan tempat-tempat ibadah dan pemukiman, membiarkan kaum perempuan mencari nafkan dengan menghinakan dirinya, tetapi jelas hal-hal tersebut tidak mungkin dipecahkan dengan terapi “babat habis” seperti itu.

Ingat cerita nabi dengan seorang lalaki :

Seorang lelaki menemui Rasulullah dan berkata: “Celaka-celaka, saya telah berhubungan badan dengan isteri ketika saya sedang puasa.” Beliau menjawab: “Apakah engkau mampu untuk memerdekakan budak?” Ia menjawab: “Tidak” Beliau bertanya: Bisakah engkau berpuasa dua bulan berturut-turut?” Ia menjawab: “Tidak”. Beliau bertanya: “Apakah engkau mampu memberi makan enanpuluh orang miskin?” Ia menjawab: “Tidak”. Beliau bersabda: “Duduklah!”.

Tidak lama kemudian Rasulullah membawa sekeranjang kurma, dan bersabda:” Di manakah yang bertanya tadi?” Ia menjawab: “Saya!” Beliau bersabda: “Ambillah sekeranjang kurma ini dan sedekahkanlah!” Maka orang tadi berkata: “Tidak ada orang yang lebih fakir dari pada keluarga saya wahai Rasulullah. Demi Allah, tidak ada keluarga yang lebih membutuhkan di kampung kami kecuali keluargaku. Kemudian Rasulullah tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya, lalu bersabda: “Berilah makan keluargamu!”

Subhanallah, ketika saya membaca hadis ini (saya temukan di buku yang ditulis Ibnu Qayim Al Jauzi, satu-satunya murid Mujahid dan Mujtahid besar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, merupakan hadis Rawi Muttafaqalaih, yakni diriwayatkan dan disahihkan oleh Bukhari dan Muslim) dan sampai pada kalimat ketika Rasulullah, yang sambil tertawa bersabda: “Berilah makan keluargamu!”,” tak urung saya begitu tersentuh.

Bulan Ramadan adalah bulan penuh rakhmat. Tetapi Ramadan hampir selalu tidak berpihak kepada orang-orang malang yang sering disebut “sampah masyarakat” seperti pelacur jalanan, waria, dan kepada mereka yang mengais kehidupan di tempat yang umumnya disebut “tempat maksiat”, tetapi juga pedagang-pedagang kecil makanan, pedagang-pedagang nasi yang berjualan dengan gerobak, yang hasilnya bahkan tidak cukup untuk makanan sehari-hari.

Pertanyaannya kemudian ialah, di mana wajah Nabi pada perilaku umat waktu ini yang dengan tertawa menyuruh seorang pendosa yang sangat miskin agar menggunakan sekeranjang kurma yang beliau hadiahkan kepada sang pendosa membayar kifarat atas perbuatannya melakukan hubungan badan dengan isterinya yang merupakan perbuatan yang dilarang dalam bulan puasa, agar pendosa itu dan keluarga tidak kelaparan.

Di atas segalanya Hadis di atas kembali menegaskan pesan dan keteladanan yang sangat jelas dari Rasulullah, menyelamatkan kehidupan di atas penegakkan aturan Tuhan. Jangan karena alasan ingin membuat Tuhan bahagia kita berubah jadi manusia keji yang pada akhirnya bermutasi pada memberhalakan Tuhan.

Written by asukowe

September 25, 2007 pada 7:27 am

Ditulis dalam Khusus Dewasa

26 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Ooo… (maksudnya: OpenOffice.org)

    dewo

    September 25, 2007 at 10:21 am

  2. masih bingung,jadi hrs ngambil sikap gimana membiarkan saja kemaksiatan coz we have our own right to decide what kind of life we want,or pelacuran dengan alasan perut,truz dimana letak kalimat “jika engkau melihat suatu kemungkaran maka ubahlah dengan tanganmu,dst,dst,,”jadi puyeng mikirnya
    *ngacir ah…..

    ikyul

    September 25, 2007 at 10:57 am

  3. Manusia memang sok menyalahkan, biarpun disapu bersih tanpa sisa, toh mereka tetep nyari sampai dapat buat melampiaskan napsunya

    peyek

    September 25, 2007 at 4:13 pm

  4. numfang njawab bole mas asu?
    @ikyul
    “jika engkau melihat suatu kemungkaran maka ubahlah dengan tanganmu,dst,dst,,”
    dengan tangan atau dengan kekerasan?dengan kekerasan atau dengan tangan?tangan = kekerasan?

    @postingan diatas
    SSEEEPPP ABISS SU!!!sebenernya, mereka itu adalah tuhan mereka sendiri..ato bisa dibilang
    egois^^

    saia add ke blogroll yah kawand!

    hoek

    September 25, 2007 at 11:08 pm

  5. repot memang mas,
    karena banyak orang menjadikan kepentingannya sendiri sebagai tuhan, dan Tuhan yang sebenarnya disandera, didistorsi, kemudian dimanipulasi sehingga ia merasa telah menjadi malaikat Tuhan untuk menghukum orang lain yang tak sesuai kepentingannya. Wallahu’alam.

    n0vri

    September 26, 2007 at 12:50 am

  6. @ hoek,

    lupakan tangan lupakan kekerasan tetapi dengan apa yang ALLAH perintahkan dalam AL-QUR’AN.

    @ asu,

    Jika Tuhan juga berhala, lalu apa artinya Tuhan ??? bukankah sesuatu yang disembah selain Tuhan adalah berhala ? jika Tuhan juga berhala jadi ap makna berhala ?

    Ferry ZK

    September 26, 2007 at 1:48 am

  7. @ asu,

    kalau anda hendak berpihak kepada orang malang tunjukan yang nyata misalnya dengan anda bahas tentang raperda yang menghukum orang yang berniat sedekah kepada pengemis, bukan mengumbar caci kepada sesama muslim (* itu juga jika anda muslim *), anda ambil contoh seorang muslim yang tersalah tetapi mengaitkanya ke waria & wts dari sudut mana pembenaranya ? tersalah apakah sama artinya dengan mengulangi lagi dan lagi ?

    Ferry ZK

    September 26, 2007 at 1:54 am

  8. Banyak omong kau.

    Mending kau baca ini dulu:
    http://ratuadilsatriapinandhita.wordpress.com/2012/

    jauh lebih baik daripada artikel tahimu itu.

  9. Kagem Ferry :

    Wah, jangan mengartikan berhala dengan mentah-mentah begitu, dimasak dulu, dikasih bumbu kecap dan lombok. lalu digoreng…

    Sebenarnya njenangan ini komennya enggak enak dibaca deh, “…bahas tentang raperda yang menghukum orang yang berniat sedekah kepada pengemis…” memang ada ya perda yang menghukum orang yang mau sedekah? wah jian mumet saya baca komen njenengan, mumet jawabnya…

    asukowe

    September 26, 2007 at 11:32 am

  10. Kagem :

    Dewo, ????…

    Ikyul, Lho kemaksiatan ya jangan dibiarkan! gimana toh… maksudnya itu jangan babat habis gitu… rosullullah aja bisa tertawa dan merelakan kurmanya buat disantap orang miskin itu, artinya tuh jangan hantam kromo dengan peraturan Tuhan, pakai sisi kondisi kemanusiaan.. mereka toh juga beragama Islam juga, saudara kita. Atau kepenginnya mereka pindah agama jadi Hindu atau Kristen atau Budha gitu?, jadi bukan lagi tanggungan dan jadi pikiran Muslim bila kelakuan mereka menjijikkan?

    Peyek, Kalimatnya bagus bener, sapu bersih…

    Hoek, sumonggo… kang

    Novri, he he gitu aja kok repot.. (ingat gusdur saya)

    asukowe

    September 26, 2007 at 11:41 am

  11. Kagem denbaguse Ratu :

    Hemm, kenapa anda sewot.. suit-suit he he he. Kesabaran itu pangkal dari kebahagiaan. Sabar bro… untuk sementara blog punya kamu sepi dari pengunjung. Main game dulu aja ya… ada game online baru tuh RF

    asukowe

    September 26, 2007 at 12:30 pm

  12. Bro asu, gw bilang raperda baru rancangan aja bukan perda atawa bro asu memang belum denger ?, ooooo gak enak yaaa komen gw ???

    Ferry ZK

    September 27, 2007 at 12:58 am

  13. Ho oh belum dengar…

    asukowe

    September 27, 2007 at 1:23 am

  14. @ asukowe

    bener kok.. mo ada perda baru..
    yang ngasih dan yang dikasih bakal didenda..
    hmmm.. nabung aja kaleee…

    goodway

    September 27, 2007 at 8:32 am

  15. Benar terkadang kekerasan tidak menyelesaikan masalah, dan terkadang kita juga lupa siapa panutan kita yang sebenarnya, bukankah sudah contoh suri tauladan kita yaitu Nabi Muhammad SAW

    kakeko

    September 30, 2007 at 9:40 am

  16. Kagem goodway, nabung pake celengan babi aja, kalo nabung di Bank ada bunga, nanti ribut haram lagi…

    Kagem Kakeko, enggih…

    asukowe

    Oktober 1, 2007 at 7:52 am

  17. @Asukoe

    >>“Celaka-celaka, saya telah berhubungan badan dengan isteri ketika saya sedang puasa.”

    Kalo dilihat dari nadanya diatas jelas dia lupa diri lalu takut dan tersadar kalo perbuatannya salah, Laaaah…..lutunya kok yaa mas asukoe bandingin sama pendosa yg tiap hari “dagang” padahal dia sadar kalo perbuatannya gak bener tapi tetep aja ngider (monggo mas..yg anget…yg anget)

    @Ferry ZK
    Hihihi kecian deh mas asu ketinggalan informasi soal raperda sedekah

    Freddykrueger

    Oktober 24, 2007 at 4:58 am

  18. Kenapa umat moeslim menjadi begini? Saya tidak mau anak-anak saya nanti menjadi begini. Bacalah artikel ini: http://ob.or.id/modules.php?name=News&file=article&sid=221

    Aku malu menjadi moeslim

    November 1, 2007 at 10:59 am

  19. Kagem :

    @Freddykrueger
    Dagang Narkoba, yang dagang dan yang membeli sama-sama di uber-uber dan dihukum, dagang Pecel Lele di bulan Puasa, cuma yang dagang aja yang diuber-uberdan di razia, harusnya ada juga razia bagi pembeli pecel lele, Islam itu mau enak nya aja, Puasa lalu semua yang membatalkan puasa di larang, menontonkan aurat yg terbuka dosa, lalu ribut ribut UU pornografi pakai sweping2an segala, Judi dan maksiat dosa, lalu diskotik dan t4 hiburan disuruh bangkrut semua,
    kalo memang Islam yang terbaik dari semua agama, kenapa enggak mendidik masyarakat Islam bener2 supaya tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang jelek seperti itu? kita mendidik anak kita supaya jangan ngemut es cream terus, bisa batuk pilek gigi rusak dan jelas uang kita tekor tiap hari membelikan es cream, tapi apa lalu yang produsen es cream kita hajar babat habis suruh tutup pabriknya? enggak kan? gimana pinter2 kita mendidik anak, memberi bekal pengetahuan, dijelaskan efek negatif efek jelek ttg es cream supaya jangan maniak ngemut…, lha kalo enggak bisa ngaku aja lah kalo kita bodo ela elo gitu, Saya Islam juga ko’, tapi saya rela dibilang bodo… lha wong memang begitu kenyataannya,

    @Aku malu menjadi moeslim
    Kalo malu pindah Budha aja… apa Hindu, masih banyak lowongan…

    asukowe

    November 2, 2007 at 5:46 am

  20. @Asukowe

    Loh aku bahas bagian pendosa loh mas kok sampeyan meradang, kalo bakul2 maeman, bakul lele dan sejenisnya yo aku ngikut mas asu kalo ndak setuju to ya….!!!

    Lah yg buat aku mikir…mas asu yo seneng to ke diskotik, nari jungkar-jungkir ajojing yg mungkin sambil belagak habis menenggak topi miring terus lirik2 aurat wanita atau mungkin malah raba2 paha karena orang mabok katanya bebas ngapain aja hihihi…..
    Duuuh gusti kok ya mas asu ini dah tua ko ya gak nyadar2….

    freddykrueger

    November 2, 2007 at 6:58 am

  21. Kagem :

    @freddykrueger
    Saya suka diskotik Om, buat olah raga, sama seperti saya suka Wayang kulit apa ledhek, Bilyard karaoke, saya suka semua, malah2 saya sampai bikin 5 biji lho kekekek. Cuma saya berusaha di jalan yg lurus2 aja, saya sewa 1 lusin polisi buat jaga bisnis saya itu, jangan sampai kerasukan judi, narkoba, bahkan pelacuran…., weh ngomong2 soal paha…, wong dirumah juga sudah ada paha putih yang siap di jamah, gratis lagi, ngapain cari yang lain-lain, terus lha dari pada minum kopi miring yang efeknya bisa kaya orang rabies, lha apa enggak lebih baik minum kopi tubruk ama jenang? sambil sinau agama sama anak cucu, gini lho engger… yang baik dan yang buruk…. njenengan mau ikut belajar apa? kok kayaknya suka ngomong yang enggak-enggak…

    asukowe

    November 4, 2007 at 7:30 am

  22. @ Asukowe

    Oalaaaaah jebulnya bisnis mas asukowe ini to yg jadi pokok permasalahannya, mbok ngomong dari awal jadikan kite2 ngarti mas latar belakang kenapa mas asu begitu ngototnya menghujat raziator2.

    Suka olahraga to mas? olahraga mas asu bisanya cuma itu to? terus inovasi bisnisnya mas asu sudah mentok disitu to..? apa karena yg paling untung cuma itu…??? Tapi emang sih keuntungan paling cepat model2 bisnis kayak gitu…

    Mas saya mau belajar bisnis sampeyan kayak buka diskotek, bilyard, karaoke tapi bisa merangkul semua kalangan sampe konsumen dari kalangan biarawan-biarawati sampe pendeta dari santri2 sampe kyai gimana mas..???

    swastikawati

    November 6, 2007 at 3:50 am

  23. Kagem :

    @Swastikawati
    …. mau belajar bisnis sampeyan kayak buka diskotek, bilyard, karaoke tapi bisa merangkul semua kalangan sampe konsumen dari kalangan biarawan-biarawati sampe pendeta dari santri2 sampe kyai gimana mas..???

    Setujuu…..
    Lha memang arahnya ke situ je….yu Wati’
    Gimana supaya billyard tetap merupakan sarana olahraga yang sehat dan tidak dimasuki unsur2 perjudian, gimana supaya karaoke bisa tetap Oke, bukan sekedar nyanyi dangdut yg ditemani perek2 sexy, syukur sukur bisa ngajak kyai karaoke iqro’ atau nguri-nguri budaya jawa, karaoke sinden… biar pinter kaya waljinah, Diskotik itu jangan pakai obat atau mabuk lah, yg biasa2 aja… (harus ketat itu… bayar aparat pasti mahal buat jaga-jaga yag kaya itu)

    Lho inovasi bisnis saya jauh ke depan yu.., Lha cita2 saya mendekati deal kok, buka pondok pesantren, tapi jelas yg modern dong. Jadi lulus bukan cuma bisa jadi TKI aja, minimal jadi camat atau menteri. Berhubung saya juga punya bisnis jualan Bandwith ya sekalian aja deh Pondok pesantren saya nanti Online 24 jam, saya enggak takut kok santri santri saya keracunan online, soalnya sering buka2 3GP di situs porno, sengaja enggak saya blok situs-situs BF saya buka lebar2, biar aja toh… saya mendidik santri saya bukan dengan peraturan dan larangan, tapi dengan akal dan hati nurani kok…

    Artinya dia itu sholat, zakat, ber amal dengan kesadaran akan Sang pencipta, bergaul dengan nurani ketuhanan, mengekang hawa napsu dengan akal dan perasaan yang intelek, saya enggak akan main razia-razia ah,

    Lha mau mesum sama santri cewek ya silahkan, saya sediakan ruangan mesum khusus… ada kasur + kamar mandi, AC sekalian deh. Apa mau enggak puasa di bulan Ramadhan? Lha nggih monggo silahken, saya sediakan warung bakmi di pojok paling belakang, kadang2 kan santri enggak puasa bisa karena sakit perut atau Flu…

    Saya berdoa, mudah2an keluar dari pondok pesantren saya mereka2 bisa jadi sari tauladan dunia, jadi penerang kaum muslim di Indonesia khususnya, karena mereka pandai dan hebat bukan dari razia, pengekangan dan larangan ini dan itu dari arogansi manusia, tapi sungguh dari lubuk hati yang paling dalam karena cinta dan berbakti kepada Tuhan mereka taat akan peraturan dan larangan Nya.

    Amin…

    asukowe

    November 8, 2007 at 11:09 am

  24. @asukowe

    Hebat, hebat cita-citanya. Banyak jalan menuju Roma, kata pepatah. Semoga Allah memberikan jalan dan petunjuk kepada mas. Perdebatan ini tak akan pernah berakhir, bukti dan karya nyata seperti yang ditulis itu akan menjawab semuanya. Sesungguhnya kebenaran akan menampilkan dirinya, ditunggu atau tidak, dikehendaki atau ditolak.

    Monggo buat semuanya, let’s work after debate. CU

    Anang

    Maret 15, 2008 at 7:15 pm

  25. Dasar asuuuu.. ngomong pakai dalil dong. jangan cuma pakai hawa nafsu elo…

    dasar asuuu

    Desember 21, 2009 at 6:51 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: