~ Shootgun Blues ~

AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN

10 doktrin yg melahirkan muslim sombong!

with 80 comments

(1) Doktrin bahwa Nabi tidak bisa berbuat salah. Doktrin ini sama sekali tak berkaitan dengan inti dan esensi agama Islam, dan karena itu kurang perlu. Jika doktrin ini dihilangkan, Islam tidak menjadi kurang nilainya sebagai sebuah agama. Mengatakan bahwa manusia, apapun namanya (entah Nabi, Rasul, Imam [dalam Syiah], Paus [dalam Katolik]) sebagai “infallible” , tidak bisa berbuat salah, jelas tak masuk akal.

(2) Doktrin bahwa sumber hukum hanya terbatas pada empat: Quran, hadis, ijma’, dan qiyas. Doktrin ini menjadi “hallmark” dari sekte Ahlussunnah waljamaah di mana-mana, sepanjang sejarah. Doktrin ini sebetulnya kurang perlu dan menjadi alat ortodoksi Islam untuk mempertahankan status quo. Sumber hukum jelas tidak bisa dibatasi dalam empat sumber itu. Islam tidak berkurang nilainya sebagai agama jika doktrin ini dihilangkan.

(3) Doktrin bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi akhir zaman. Doktrin ini jelas “janggal” dan sama sekali menggelikan. Setiap agama, dengan caranya masing-masing, memandang dirinya sebagai “pamungkas”, dan nabi atau rasulnya sebagai pamungkas pula. Doktrin ini sama sekali kurang perlu. Apakah yang ditakutkan oleh muslim jika setelah Nabi Muhammad ada nabi atau rasul lagi?

(4) Doktrin bahwa sebuah agama mengoreksi atau bahkan menghapuskan agama sebelumnya. Ini adalah yang disebut sebagai doktrin supersesionisme. Doktrin ini tertanam kuat dala psike dan “mindset” umat Islam. Doktrin ini tak lain adalah cerminan “keangkuhan” sebuah agama. Kehadiran agama tidak terlalu penting dipandang sebagai “negasi” atas agama lain. Agama-agama saling melengkapi satu terhadap yang lain. Kristen bisa belajar dari Islam, Islam bisa belajar dari Yahudi, Yahudi bisa belajar dari tradisi-tradisi timur, dan begitulah seterusnya.

(5) Doktrin bahwa kesalehan ritual lebih unggul ketimbang kesalehan sosial. Orang yang beribadah dengan rajin kerap dipandang lebih “Muslim” ketimbang mereka yang bekerja untuk kemanusiaan (Ex : Bunda Teresa), hanya karena mereka tidak beribadah secara rutin. Agama bisa ditempuh dengan banyak cara, antara lain melalui pengabdian kepada kemanusiaan.

(6) Doktrin bahwa mereka yang tidak mengikuti jalan Islam atau agama orang berangkutan adalah “kafir”. Ini mekanisme yang nyaris standar dalam semua agama. Semua agama cenderung memandang bahwa mereka yang ada di luar “lingkaran penyelamatan” adalah domba-domba sesat. Doktrin ini, sekali lagi, cerminan dari arogansi sebuah agama tertentu. Sudah jelas bahwa jalan keselamatan adalah banyak sekali.

(7) Berkaitan dengan doktrin sebelumya, ada doktrin lain yang biasanya bekerja dalam lingkaran internal masing-masing agama. Dalam Islam, ada doktrin tentang “sekte yang diselamatkan” , al-firqah al-najiyah. Kelomok yang menyebut dirinya ahlussunnah wal-jamaah memandang dirinya sebagai satu-satunya kelompok dalam Islam yang masuk sorga, sementara kelompok lain sesat. Begitu juga kelompok Syiah memandang dirinya sebagai satu-satunya kelompok yang selamat, selebihnya sesat. Doktrin ini diteruskan oleh MUI dalam bentuk lain melalui fatwa penyesatan. Mendaku bahwa yang selamat hanya lingkaran tertentu adalah sebentuk arogansi.

(8) Doktrin bahwa jika Kitab Suci mengatakan A, maka seluruh usaha rasioanal harus berhenti. Kitab Suci adalah firman Tuhan, dan firman Tuhan tak mungkin salah. Oleh karena itu, jika Tuhan sudah mengeluarkan sebuah “dekrit”, maka seluruh perbincangan harus berhenti. Doktrin ini tercermin dalam sebuah “legal maxim” atau kaidah hukum dalam teori hukum Islam yang berbunyi, “la ijtihada fi mahal al-nass”, tidak ada “independent reasoning” dalam hal-hal di mana teks Kitab Suci sudah mempunyai kata putus. Dengan kata lain, ijtihad harus dihentikan jika Kitab Suci sudah
memutuskan sesuatu. Dalam diskursus filsafat modern di Amerika, hal ini disebut sebagai “discussion stopper”, agama sebagai penghenti diskusi. Sudah jelas Kitab Suci terkait dengan konteks sejarah tertentu, dan banyak hal yang dikatakan Kitab Suci sudah tak relevan lagi karena konteks-nya berbeda.

(9) Doktrin bahwa hukum hanya bisa dibuat oleh “syari'” atau legislator. Yang disebut legislator dalam konteks Islam adalah Tuhan, kemudian secara derivatif juga Nabi Muhammad. Para ulama atau fukaha datang belakangan sebagai penafsir atas hukum itu, dan pelan-pelan juga menempati kedudukan sebagai “pembuat hukum” atau legislator hukum agama. Doktrin ini sangat kuat tertanam dalam Islam. Doktrin ini juga kuat tertanam dalam agama Yahudi. Deklarasi Qur’an sudah sangat jelas dan sangat “kategorikal” , bahwa Adam dan seluruh keturunannya adalah “khalifah” di muka bumi. “Kekhilafahan” di sini, dalam tafsiran mencakup pula kompetensi untuk menciptakan hukum yang mengatur ketertiban di muka bumi ini. Seluruh individu, dalam pandangan Islam yang saya pahami, adalah obyek dan subyek hukum sekaligus. Dengan kata lain, hukum bukan hanya diciptakan oleh Tuhan, tetapi juga oleh manusia. Manusia secara generis adalah syari’, bukan saja Nabi atau ulama/fukaha. Ini paralel dengan konsep “kewarganegaraan modern” di mana konsep “warga negara” mencakup secara intrinsik kemampun untuk membuat dan men-generate sebuah hukum. Jika ada kelebihan pada ahli hukum atau fukaha yang membuat mereka menjadi spesial kedudukannya adalah karena mereka mempunyai “training” untuk merumuskan sebuah hukum dalam prosedur yang standar. Tetapi sumber hukum bukan saja hanya ada pada Kutab Suci, sabda-sabda Nabi, atau pendapat ulama, tetapi juga manusia secara keseluruhan.

(10) Doktrin bahwa Islam bisa menjawab semua masalah. Doktrin ini jelas hanya retorika belaka. Sebab pada kenyataannya tidak demikian. Solusi agama atau Islam, jika pun ada, juga tidak mesti sukses dan berhasil. Sebagaimana solusi-solusi sekuler, solusi Islam juga bisa gagal, seperti terbukti dalam banyak kasus.

Written by asukowe

September 23, 2007 pada 9:04 am

Ditulis dalam Khusus Dewasa

80 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Komen apa ya?
    Ah, mbaca saja ah.

    ( ** Kabrur ** )

    Emanuel Setio Dewo

    September 23, 2007 at 11:57 am

  2. Baidewei, eniwei, baswei, posting ini bagus sekali.

    GBU

    dewo

    September 23, 2007 at 12:08 pm

  3. Kagem Dewo :

    Enggak tahu, apa temen2 yang muslim nanti komennya seperti njenengan…

    asukowe

    September 23, 2007 at 12:11 pm

  4. Dear AKowe,

    Kayaknya dirimu bakal di-, di-, di- dan di-di-di-di yang lain deh. Yang sabar ya?

    Salam.

    dewo

    September 23, 2007 at 12:26 pm

  5. Gak ikutan ah..

    Udah sering baca yang beginian..

    salam,

    GBU juga..

    Wildan

    September 23, 2007 at 12:39 pm

  6. nambah. ada doktrin lagi: jangan membaca/belajar dari sesuatu yang (nampak) ngawur. mungkin tulisan di atas ini bakal dianggap sebagai tulisan ngawur yang tiada paedah di dalamnya😀

    Shelling Ford

    September 23, 2007 at 1:24 pm

  7. mas asu…
    saya baru ketemu blogmu pagi ini, dan menghabiskan cukup banyak waktu untuk asik mengamatinya. kadang ngguyu, kadang dadi mikir.
    seneng aja ada anak muda (ketoke isih enom sih) yang mau keluar dari tempurung..
    salute

    ika

    September 24, 2007 at 12:36 am

  8. saya rasa tidak hanya muslim yang mempunyai doktrin2 tersebut, setiap agama/kepercayaan pastilah mempunyai doktrin2 yang membenarkan ajaran yang dianutnya agar para pengikutnya percaya bahwa agama merekalah yang paling benar…

    Petroek™

    September 24, 2007 at 4:47 am

  9. lagi lagi newbie teriak-teriak.
    sabar ya su, mugo-mugo 8 tahun lagi bisa udah bisa ikut diskusi beneran.

    Fadli

    September 24, 2007 at 6:36 am

  10. Setelah sekian lama, baru ini postingan berbau Islam yang bisa membuat saya merasa sedang belajar banyak. Post yang bagus.

    Kopral Geddoe

    September 24, 2007 at 8:34 am

  11. Kagem :

    Dewo, sabar itu sudah makanan saya sehari2 kok Om, tiap hari saya sabar dicaci maki sama yang beli bandwith sama saya, yang fakir-fakir bandwith itu lho… kalo di caci maki soal postingan ini, wah itu saya sudah siap2

    Wildan, menghindari konfrontasi kalo belum cukup ilmu, langkah bagus kok

    Shelling Ford, Ngawur? ngawur itu kalo tidak menimbulkan efek shock pemahaman bagi yang membaca, jujur anda merasa kena efek enggak?

    Ika, saya sudah tua kok, anak sudah 7. Lho tempurung? apakah saya sejenis Turtles? weleh…

    Petruk, betul!! itu yg berbahaya

    Fadli, 8 th Bro…? keburu lumut-an deh

    Kang Kopral, Tere reng kyu…

    asukowe

    September 24, 2007 at 8:51 am

  12. Mengatakan bahwa manusia, apapun namanya (entah Nabi, Rasul, Imam [dalam Syiah], Paus [dalam Katolik]) sebagai “infallible” , tidak bisa berbuat salah, jelas tak masuk akal.

    Celakanya, ke-“tidak bisa berbuat salah”-nya Nabi seringkali dianggap menaungi diri para muslim sombong itu. Dengan anggapan membela Nabi yang “tidak mungkin salah”, mereka juga merasa seakan mereka juga “tidak akan salah”. Lihat saja itu bangsat-bajingan semacam FPI itu.

    Doktrin bahwa sumber hukum hanya terbatas pada empat: Quran, hadis, ijma’, dan qiyas.

    Dan… sampai hari ini aku masih bertanya: Idiot mana yang berani mengatakan pintu ijtihad sudah kami tutup bertahun yang lampau?😡

    Doktrin bahwa kesalehan ritual lebih unggul ketimbang kesalehan sosial.

    Ya! Ya! Cukup dengan zikir-zikir, rukuk-rukuk dan melatih dialek agar lebih arabiq, MUSLIM-lah sudah™

    Ahh… kalo kukomentari satu-satu, bakal penuh komen ini.😆

    Nice post, brother😉

    alex

    September 24, 2007 at 9:45 am

  13. (1) Doktrin bahwa Nabi tidak bisa berbuat salah. Doktrin ini sama sekali tak berkaitan dengan inti dan esensi agama Islam, dan karena itu kurang perlu. Jika doktrin ini dihilangkan, Islam tidak menjadi kurang nilainya sebagai sebuah agama. Mengatakan bahwa manusia, apapun namanya (entah Nabi, Rasul, Imam [dalam Syiah], Paus [dalam Katolik]) sebagai “infallible” , tidak bisa berbuat salah, jelas tak masuk akal.

    Nabi pernah salah kok, trus diberi peringatan oleh Allah. Baca Al-Quran surat http://en.wikipedia.org/wiki/Abasa
    Btw, saya merasa tidak sombong dengan doktrin ini soalnya yang dikasih imunitas dari kesalahan itu Nabi bukan saya.😛

    (2) Doktrin bahwa sumber hukum hanya terbatas pada empat: Quran, hadis, ijma’, dan qiyas. Doktrin ini menjadi “hallmark” dari sekte Ahlussunnah waljamaah di mana-mana, sepanjang sejarah. Doktrin ini sebetulnya kurang perlu dan menjadi alat ortodoksi Islam untuk mempertahankan status quo. Sumber hukum jelas tidak bisa dibatasi dalam empat sumber itu. Islam tidak berkurang nilainya sebagai agama jika doktrin ini dihilangkan.

    Sumber hukum dalam Islam itu ada 3, yaitu:
    1. Al-Quran
    2. Hadist
    3. Ijtihad
    (Sumber: Hukum Islam karya Prof. H. Mohammad Daud Ali, SH)
    Saya sendiri secara pribadi melihat tidak ada yang salah kalau sumber hukum Islam itu dibatasi. Karena, sumber hukum Internasional saja ada 4. Silakan membaca Statuta Mahkamah Internasional pasal 38 (1).

    Sumber hukum Islam yang berupa Ijtihad itu sendiri memungkinkan Umat Islam mengambil sumber hukum lain selain dari Al-Quran dan Hadist. Ijtihad adalah usaha dengan sungguh-sungguh untuk merumuskan sesuatu yang garis hukumnya belum jelas atau tidak ada di Al-Quran dan Hadist. Tentunya biasanya hal ini dilakukan dengan catatan bahwa sumber hukum lain itu tidak bertentangan dengan Al-Quran dan hadist, sehingga biasanya digunakan untuk hal yang baru sama sekali.

    Ada 8 metode untuk berijtihad, diantaranya yang dapat mengambil sumber hukum dari selain Al-Quran dan Hadist adalah:
    1. Istidal yaitu mengambil kesimpulan dari dua hal yang berlainan seperti mengambil kesimpulan dari adat istiadat dan hukum agama sebelum Islam dengan catatan tidak bertentangan dengan hukum Islam;
    2. Masalih al-mursalah menemukan hukum baru yang tidak terdapat ketentuannya dalam Al-Quran dan Hadist berdasarkan kepentingan umum. Contohnya memungut pajak;
    3. Istihsan yaitu cara menentukan hukum dengan jalur menyimpang dari ketentuan yang sudah ada demi keadilan dan kepentingan sosial. Merupakan doktrin yang mirip dengan doktrin hukum sekuler dimana pelaksanaan suatu hukum dapat dikecualikan dengan alasan kepentingan publik;
    4. Adat istiadat atau urf yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.

    (3) Doktrin bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi akhir zaman. Doktrin ini jelas “janggal” dan sama sekali menggelikan. Setiap agama, dengan caranya masing-masing, memandang dirinya sebagai “pamungkas”, dan nabi atau rasulnya sebagai pamungkas pula. Doktrin ini sama sekali kurang perlu. Apakah yang ditakutkan oleh muslim jika setelah Nabi Muhammad ada nabi atau rasul lagi?

    Tentunya nabi-nabi palsu. Saya sendiri tidak merasa janggal dengan doktrin ini. Apa yang membuat anda merasa janggal?

    (4) Doktrin bahwa sebuah agama mengoreksi atau bahkan menghapuskan agama sebelumnya. Ini adalah yang disebut sebagai doktrin supersesionisme. Doktrin ini tertanam kuat dala psike dan “mindset” umat Islam. Doktrin ini tak lain adalah cerminan “keangkuhan” sebuah agama. Kehadiran agama tidak terlalu penting dipandang sebagai “negasi” atas agama lain. Agama-agama saling melengkapi satu terhadap yang lain. Kristen bisa belajar dari Islam, Islam bisa belajar dari Yahudi, Yahudi bisa belajar dari tradisi-tradisi timur, dan begitulah seterusnya.

    Lihat salah satu metode berijtihad yaitu istidal. Hukum Islam sendiri mengijinkan kok untuk mengambil hukum agama sebelumnya asalkan tidak bertentangan dengan dan tidak dihapus oleh syariat Islam.

    (5) Doktrin bahwa kesalehan ritual lebih unggul ketimbang kesalehan sosial. Orang yang beribadah dengan rajin kerap dipandang lebih “Muslim” ketimbang mereka yang bekerja untuk kemanusiaan (Ex : Bunda Teresa), hanya karena mereka tidak beribadah secara rutin. Agama bisa ditempuh dengan banyak cara, antara lain melalui pengabdian kepada kemanusiaan.

    Kalau anda rajin menonton sinetron hidayah, disana pernah ada episode kalau orang yang taat beribadah tapi menyakiti tetangga matinya susah.

    (6) Doktrin bahwa mereka yang tidak mengikuti jalan Islam atau agama orang berangkutan adalah “kafir”. Ini mekanisme yang nyaris standar dalam semua agama. Semua agama cenderung memandang bahwa mereka yang ada di luar “lingkaran penyelamatan” adalah domba-domba sesat. Doktrin ini, sekali lagi, cerminan dari arogansi sebuah agama tertentu. Sudah jelas bahwa jalan keselamatan adalah banyak sekali.

    Kalau memang itu pendapat anda, apa fungsi dari agama? Lalu memang jalan keselamatan itu apa saja?

    (7) Berkaitan dengan doktrin sebelumya, ada doktrin lain yang biasanya bekerja dalam lingkaran internal masing-masing agama. Dalam Islam, ada doktrin tentang “sekte yang diselamatkan” , al-firqah al-najiyah. Kelomok yang menyebut dirinya ahlussunnah wal-jamaah memandang dirinya sebagai satu-satunya kelompok dalam Islam yang masuk sorga, sementara kelompok lain sesat. Begitu juga kelompok Syiah memandang dirinya sebagai satu-satunya kelompok yang selamat, selebihnya sesat. Doktrin ini diteruskan oleh MUI dalam bentuk lain melalui fatwa penyesatan. Mendaku bahwa yang selamat hanya lingkaran tertentu adalah sebentuk arogansi.

    Di setiap kelompok agama memang seperti itu. Kalau tidak “memasarkan” keselamatan di kelompok saya, ya mana laku kelompoknya.

    (8) Doktrin bahwa jika Kitab Suci mengatakan A, maka seluruh usaha rasioanal harus berhenti. Kitab Suci adalah firman Tuhan, dan firman Tuhan tak mungkin salah. Oleh karena itu, jika Tuhan sudah mengeluarkan sebuah “dekrit”, maka seluruh perbincangan harus berhenti. Doktrin ini tercermin dalam sebuah “legal maxim” atau kaidah hukum dalam teori hukum Islam yang berbunyi, “la ijtihada fi mahal al-nass”, tidak ada “independent reasoning” dalam hal-hal di mana teks Kitab Suci sudah mempunyai kata putus. Dengan kata lain, ijtihad harus dihentikan jika Kitab Suci sudah
    memutuskan sesuatu. Dalam diskursus filsafat modern di Amerika, hal ini disebut sebagai “discussion stopper”, agama sebagai penghenti diskusi. Sudah jelas Kitab Suci terkait dengan konteks sejarah tertentu, dan banyak hal yang dikatakan Kitab Suci sudah tak relevan lagi karena konteks-nya berbeda.

    Bagi saya, hal-hal yang berkaitan dengan ibadah itu tidak bisa diganggu gugat lagi sementara yang berkaitan dengan hubungan antar manusia bisa ditafsirkan ulang.

    (9) Doktrin bahwa hukum hanya bisa dibuat oleh “syari’” atau legislator. Yang disebut legislator dalam konteks Islam adalah Tuhan, kemudian secara derivatif juga Nabi Muhammad. Para ulama atau fukaha datang belakangan sebagai penafsir atas hukum itu, dan pelan-pelan juga menempati kedudukan sebagai “pembuat hukum” atau legislator hukum agama. Doktrin ini sangat kuat tertanam dalam Islam. Doktrin ini juga kuat tertanam dalam agama Yahudi. Deklarasi Qur’an sudah sangat jelas dan sangat “kategorikal” , bahwa Adam dan seluruh keturunannya adalah “khalifah” di muka bumi. “Kekhilafahan” di sini, dalam tafsiran mencakup pula kompetensi untuk menciptakan hukum yang mengatur ketertiban di muka bumi ini. Seluruh individu, dalam pandangan Islam yang saya pahami, adalah obyek dan subyek hukum sekaligus. Dengan kata lain, hukum bukan hanya diciptakan oleh Tuhan, tetapi juga oleh manusia. Manusia secara generis adalah syari’, bukan saja Nabi atau ulama/fukaha. Ini paralel dengan konsep “kewarganegaraan modern” di mana konsep “warga negara” mencakup secara intrinsik kemampun untuk membuat dan men-generate sebuah hukum. Jika ada kelebihan pada ahli hukum atau fukaha yang membuat mereka menjadi spesial kedudukannya adalah karena mereka mempunyai “training” untuk merumuskan sebuah hukum dalam prosedur yang standar. Tetapi sumber hukum bukan saja hanya ada pada Kutab Suci, sabda-sabda Nabi, atau pendapat ulama, tetapi juga manusia secara keseluruhan.

    Lalu apa hubungannya dengan hal ini menjadikan Muslim sombong? Di dunia hukum sekuler juga seperti itu. Hukum yang dibuat dengan pesanan berbau politis saja biasanya kurang awet daripada yang dibuat oleh ahli hukum dengan pemikiran yang benar.

    (10) Doktrin bahwa Islam bisa menjawab semua masalah. Doktrin ini jelas hanya retorika belaka. Sebab pada kenyataannya tidak demikian. Solusi agama atau Islam, jika pun ada, juga tidak mesti sukses dan berhasil. Sebagaimana solusi-solusi sekuler, solusi Islam juga bisa gagal, seperti terbukti dalam banyak kasus.

    Kasusnya apa saja? Harap berikan contoh karena tulisan anda tidak jelas.

    Verdict: saya setuju dengan pendapat Fadli.

    Nenda Fadhilah

    September 24, 2007 at 2:07 pm

  14. Kagem :

    Alex,🙂

    Nenda Fadhilah, Saya sungguh bersyukur di Indonesia ada orang yang begitu arif bijaksana seperti anda, tapi sekaligus saya prihatin, anda salah kalau menganggap saya adalah musuh njenengan, lha postingan ini di alamatkan kepada muslim yang sombong je, lha kok anda dengan gegap gempita malah seolah menyambut lalu merendahkan diri sedemikian rupa seperti mereka (sombong) padahal kenyataannya kan tidak, kan?. Malah menurut penilaian saya anda menyibukkan diri membela mereka, itu sama logikanya seperti ayah yang membela anaknya nyolong timun, padahal ayah itu benar2 tahu kalo anaknya itu salah dan harusnya di salahkan dengan diberi wejangan, bahkan tamparan kalo perlu.

    Yang bijak dong Bro.., Agama Islam butuh orang yang cerdas dan kuat seperti njenengan, jangan kepintaran anda dibuat membela kesalahan muslim, apakah tidak lebih baik energi buat menyerang dan menohok saya di belokkan buat menyadarkan mereka-mereka itu?

    Ingat Muslim sekarang sudah keblinger dan banyak bertindak cuma sekedar atas nama Al Quran, jubah dan topeng yang aduhai, pakai otaknya enggak!, beruntung saya masih bisa ktemu dengan orang pandai seperti njenengan, mari kita gunakan kecerdasan dan kecendekiawanan buat kemajuan Agama kita.

    Beberapa postingan saya memang menohok muslim secara keras, itu kritik itu protes membangun, bisa membedakan menghujat dengan kritik tidak? lha kalo dikritik aja muslim tidak mau dan sakit hati, berarti itu apa namanya? corong saya enggak kepada muka dan dada njenengan, corong saya ke muka mereka-mereka yang sombong, kalo njenengan tidak merasa sombong, ya sudah diem aja main catur sambil makan bakmi…

    Maaf kalo ada salah kata dan kurang sopan, saya hanya berandalan yang masih peduli sama Agama saya yaitu Islam… kalo kurang sopan mohon maklum…

    asukowe

    September 24, 2007 at 3:32 pm

  15. @ Nenda

    Nabi pernah salah kok, trus diberi peringatan oleh Allah. Baca Al-Quran surat http://en.wikipedia.org/wiki/Abasa
    Btw, saya merasa tidak sombong dengan doktrin ini soalnya yang dikasih imunitas dari kesalahan itu Nabi bukan saya.😛

    Ah, katakan itu pada “mereka¨ dan kamu akan dikafirkan karena “membuka aib” Rasulullah di mata “mereka”. Liat saja di debat masalah haram-halal musik ini. Silahkan ikuti kelanjutannya.

    Aku sampai di PM di YM cuma untuk dimaki-maki sebagai orang murtad. Itu wajah muslim?😆

    Sumber hukum dalam Islam itu ada 3, yaitu:
    1. Al-Quran
    2. Hadist
    3. Ijtihad
    (Sumber: Hukum Islam karya Prof. H. Mohammad Daud Ali, SH)

    Sudah pernah baca buku itu. Aku juga ngambil kuliah di Fakultas Hukum yang masih terkatung-katung selain MIPA Fisika, dan pernah ngambil Hukum Islam sebelum banding setir ke Hukum Internasional.

    Secara tertulis iya. Dalam praktek? Ijtihad dipangkas dengan alasan “tidak cukup ilmu”, “ada ulama yang lebih kredibel”. Lebih parah, malah ada yang beranggapan ijtihad sudah expired karena ada mazhab-mazhab.

    8 metode yang Nenda jelaskan itu, terjegal dengan dalih “sesat”. Contoh kasus? Aku pernah dicap “aneh” karena bacaan “iftitah”-ku ringkas dan bukan “Wajjahtu wajhiya lil-ladziifatharas-samaawaati wal-ardla haniifan musliman wa maa ana minal-musyrikiin…” tapi “Subhaanakallaahumma wa bihamdika, wa tabaarakas-muka wa ta’aalaa jadduka, wa laa ilaaha ghairuka”. Padahal itu panduan dari hadist sendiri. Boleh diperiksa.

    Masalah Nabi: aku sependapat dengan Mr. asukowe. Keyakinan pada ke-nabi dan rasul-an terakhir Muhammad tidak akan goyah dengan ratusan nabi-nabi palsu ala Sai Baba itu😆

    Lihat salah satu metode berijtihad yaitu istidal. Hukum Islam sendiri mengijinkan kok untuk mengambil hukum agama sebelumnya asalkan tidak bertentangan dengan dan tidak dihapus oleh syariat Islam.

    Syariat Islam itu sendiri apa? Penafsiran metode siapa? MUI? Saudi Arabia? Indonesia? Syafi’i? Maliki? Hambali?

    Tidak masalah dengan syariat Islam, asal tidak ada tirani minoritas dan dominasi mayoritas. Ini masih dalam tataran wacana saja sudah ribut mau mengajukan pahamnya masing-masing.

    [muslim fanatik mode ON]
    Dan, koreksi: menurut keputusan pas Haji Wada’, Islam itu sudah “mengcover” ajaran sebelumnya. Sejak era ajaran hanif Ibrahim sampai Isa. Jadi memang tidak bisa mengambil ajaran sebelumnya, kecuali tidak terdapat dalam Quran.
    [muslim fanatik mode OFF]

    Kalau anda rajin menonton sinetron hidayah, disana pernah ada episode kalau orang yang taat beribadah tapi menyakiti tetangga matinya susah.

    No comment deh kalo sinetron hidayah…:mrgreen:

    Di setiap kelompok agama memang seperti itu. Kalau tidak “memasarkan” keselamatan di kelompok saya, ya mana laku kelompoknya.

    Kalau memasarkannya sambil ngacungin parang dan teriak-teriak “Allahu Akbar” dan “Islam itu agama damai” seperti kasus rusuhnya FPI di Ciamis baru-baru ini? Bagaimana pula itu ceritanya? Bukannya itu dagang ala preman?😐

    Bagi saya, hal-hal yang berkaitan dengan ibadah itu tidak bisa diganggu gugat lagi sementara yang berkaitan dengan hubungan antar manusia bisa ditafsirkan ulang.

    As a personal, yes… u’re right. I’m on your side, sister. Tapi, di masyarakat tidak demikian. Hubungan antar-manusia pun bahkan sudah memiliki “fatwa” tersendiri, bahkan dari lembaga yang tak berhak berfatwa.

    Untuk pertanyaan tentang “Doktrin bahwa Islam bisa menjawab semua masalah. Doktrin ini jelas hanya retorika belaka”, mari liat http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/15/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari ini.

    See? Bahkan hingga astronomi diklaim sudah ada dalam fatwa-fatwa Islam dari dulu.

    Final words:
    Nenda, kita berhadapan dengan “taqlid” yang keterlaluan. Kita masih berpikir, memang. Tapi diluar sana ada yang dibodoh-bodohi dengan kefanatikan beragama.

    Syukurlah kalo Nenda tidak merasa sombong, dan Insya Allah, tidak akan pernah sombong😉

    alex

    September 24, 2007 at 8:16 pm

  16. @ asukowe

    Nenda itu wanita, Mas. Bukan laki-laki.
    Manis dan muslimah tulen …😛

    *dicekek sama Nenda*:mrgreen:

    alex

    September 24, 2007 at 8:18 pm

  17. Wah… komenku dimoderasi, Mas😦

    Pleasee… cek akismet…

    *sekalian numpang hetrik*:mrgreen:

    alex

    September 24, 2007 at 8:19 pm

  18. @ Nenda Fadhilah,

    Dalam sejarah ISLAM kita mengenal seorang yahudi yang pura – pura menjadi mualaf bernama Abdullah bin Saba yang pada akhirnya memecah ummat sehingga sekarang kita mengenal “syiah” dan “sunni, selain itu juga ada Ibnu Arabi yang melahirkan “Islam Liberal” dan kini memiliki banyak pengikut di negri kita ini, dan sampai nanti kiamat datang akan tetap ada orang – orang semacam ini dari golongan orang – orang yang mengaku ISLAM.

    Mereka mengaku makmum tetapi berdiri paling belakang, menghasut saff kiri dan saff kanan untuk meninggalkan barisan, sementara taklupa menyiapkan belati untuk menikam dari belakang.

    Tapi yakinlah bahwasanya ALLAH telah menetapkan siapa – siapa yang busuk hatinya dan makin membusuk dan siapa – siapa yang telah ditetapkan dan terjaga keimananya.

    Wallahu a’lam bishshawab.

    Ferry ZK

    September 25, 2007 at 2:34 am

  19. @ alex,

    Kebencian anda terhadap ISLAM pada akhirnya membutakan mata anda, sebagai muslim kami faham bahwa Rasulullah juga pernah salah dan itu bukan aib tetapi justru menekankan sisi “manusia” dari Rasulullah sehingga terhindar dari kemungkinan “dituhankan” seperti nabi ISA AS, tetapi ALLAH tidak membiarkan kesalahan Rasullulah sehinga nantinya ditiru oleh pengikutnya sehingga setiap kali Rasullulah melakukan kesalahan ALLAH melalui firmanya menegur dan mengingati beliau dan sesungguhnya Rasulullah bukanlah orang yang sombong dan keras hati.

    Golongan anda hendak berijtihad ? ijtihad terhadap apa ? jika terhadap nash AL-QUR’AN apakah anda merasa lebih dekat kepada Rasullulah dibanding para sahabat Rasulullah sendiri ?

    AQ 3:7

    “Dia-lah yang menurunkan Al kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, Itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, Padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal”

    AQ 39:32

    Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat Dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?

    AQ 29:49

    Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

    Ferry ZK

    September 25, 2007 at 2:49 am

  20. Saya sungguh bersyukur di Indonesia ada orang yang begitu arif bijaksana seperti anda, tapi sekaligus saya prihatin, anda salah kalau menganggap saya adalah musuh njenengan, lha postingan ini di alamatkan kepada muslim yang sombong je,

    Wah maaf. Saya tidak menganggap anda musuh. Saya mungkin karena anak hukum, sering berdebat soal banyak hal tanpa menganggap lawan debat itu musuh. Saya ingin mengoreksi beberapa hal yang saya anggap janggal, itu saja.

    Lalu, saya ingin memberi saran; tolong poin-poin anda itu lebih dipaparkan dengan jelas. Diberikan sumber-sumber tulisan dan sebagainya. Karena, sejujurnya seperti bagian sumber hukum Islam, saya lebih mengerti penjelasan Alex daripada paparan anda.

    Nenda, kita berhadapan dengan “taqlid” yang keterlaluan. Kita masih berpikir, memang. Tapi diluar sana ada yang dibodoh-bodohi dengan kefanatikan beragama.

    Syukurlah kalo Nenda tidak merasa sombong, dan Insya Allah, tidak akan pernah sombong

    Yaa, semoga. Di hukum internasional yang sekuler juga seperti itu. Kalau kamu ngelihat Amerika sekarang, mengertilah maksud saya.

    Nenda Fadhilah

    September 25, 2007 at 6:36 am

  21. @ Ferry ZZZK

    Tapi yakinlah bahwasanya ALLAH telah menetapkan siapa – siapa yang busuk hatinya dan makin membusuk dan siapa – siapa yang telah ditetapkan dan terjaga keimananya.

    Amin. Amiinn…
    Mudah-mudahan Anda dan saya tidak termasuk diantara yang busuk, apakah karena terlalu liberal atau karena terlalu fanatik.

    Kebencian anda terhadap ISLAM pada akhirnya membutakan mata anda,

    Maaf, Ferry… yang saya tidak suka itu orang yang mengaku Islam dan keterlaluan dalam ego bahwa cuma dialah yang beragama Islam. Harap dibedakan dengan kalimat tendensius anda.

    sebagai muslim kami faham bahwa Rasulullah juga pernah salah dan itu bukan aib tetapi justru menekankan sisi “manusia” dari Rasulullah sehingga terhindar dari kemungkinan “dituhankan” seperti nabi ISA AS

    DAN ITU YANG SAYA MAKSUDKAN!!

    Mengertikah?! Rasulullah itu memang makhsum dalam artian setiap kesalahan beliau dalam hidupnya sudah terampuni dan bukan berarti kesalahan itu tidak pernah diperbuat!

    Tapi jika keterlaluan mempertinggi status Rasulullah pada akhirnya kita akan seperti yang ditegurkan Abu Bakar kepada Umar bin Khattab saat Rasulullah meninggal:
    “Barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah
    mati. Dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah
    akan selalu hidup dan tidak akan mati.”

    tetapi ALLAH tidak membiarkan kesalahan Rasullulah sehinga nantinya ditiru oleh pengikutnya sehingga setiap kali Rasullulah melakukan kesalahan ALLAH melalui firmanya menegur dan mengingati beliau

    Dan salah satu contohnya adalah seperti Surat Abasa itu!! Mengertikah? Kita sama dalam hal “kemanusiawian”-nya Rasulullah ini. Sama!

    sesungguhnya Rasulullah bukanlah orang yang sombong dan keras hati.

    Siapa yang menuduh Rasulullah demikian? Anda baca komentar-komentar saya diatas semua, tidak? BUKAN RASULULLAH! Umat! Umat! Umat!!

    Membaca komen anda tentang ini malah mengingatkan saya pada muslim-muslim yang mengkafirkan saya karena berkata: “Muhammad itu adalah manusia…”

    Golongan anda hendak berijtihad ? ijtihad terhadap apa ? jika terhadap nash AL-QUR’AN apakah anda merasa lebih dekat kepada Rasullulah dibanding para sahabat Rasulullah sendiri ?

    Apa pula nama golonganmu? Apa saja yang tidak diperbolehkan golonganmu untuk ijtihad? Apakah terhadap hal-hal sosial juga?

    Siapa yang mengatakan berijtihad TERHADAP NASH QURAN?! Saya? Sementara anda boleh liat seperti di sini misalnya, bahwa aku masih menganggap kitab suci panduan hidup?

    Dan tolong beritahu saya, kenapa diantara sahabat sendiri sampai terjadi perang, bahkan belum 1/2 abad Rasulullah meninggal dunia? Kenapa sampai Muawiyah bin Abi Sufyan bisa “meninggalkan” Ali bin Abi Thalib dan Abu Dzar Al-Ghiffari yang begitu dekat dengan Rasulullah dalam hidup beliau?

    Beritahu saya, dan saya tidak akan mempertanyakan lagi “kemungkinan” para sahabat memiliki kesalahan juga dalam kehidupan sosialnya.

    Jika dengan mengandalkan kutipan ayat dari Quran lalu bisa semudah itu mengkafirkan atau menggelari zalim hanya karena berbeda penafsiran, berarti memang demikianlah adanya.

    Ya, kafirkan saja. Dan masalahnya akan selesai.

    @ Nenda

    Yaa, semoga. Di hukum internasional yang sekuler juga seperti itu. Kalau kamu ngelihat Amerika sekarang, mengertilah maksud saya.

    Sayang sekali, hukum-hukum yang sekuler itu juga terlalu mudah dibongkar-pasang oleh kepentingan “pasar”😐

    alex

    September 25, 2007 at 8:59 am

  22. Wah, mulai rame neh.

    ( ** Numpang komen aja ** )

    dewo

    September 25, 2007 at 10:30 am

  23. @ Alex,

    Saya minta ma’af kalau persepsi saya tentang anda keliru mungkin karena saya terbiasa bertemu dengan pengagum islib dengan gaya bahasa yang hampir mirip dengan gaya bahasa anda, komen anda di # 21 telah menyadarkan saya, sekali lagi saya minta ma’af.

    Saya sendiri tidak menyukai orang yang dengan mudah mengkafirkan sesama muslim, bahkan sampai saat ini saya tidak memandang penganut islib sebagai kafir tetapi cara pandang mereka sungguh menyedihkan dan tidak seharusnya diajarkan.

    Ijtihad terhadap kehidupan sosial tentu sah – sah saja selama masih sejalan dengan koridor ISLAM, saya sendiri bukan penganut golongan yang mewajibkan berjenggot dan menggunakan celana 7/8, tetapi saya juga tidak suka ada orang yang mentertawakan apa yang mereka yakini, toh semuanya tergantung dari nawaitu-nya dan biarkan itu menjadi urusan ALLAH.

    Salam Damai.

    Ferry ZK

    September 26, 2007 at 1:40 am

  24. @Alex

    Sayang sekali, hukum-hukum yang sekuler itu juga terlalu mudah dibongkar-pasang oleh kepentingan “pasar”😐

    Hukum agama juga, kan.😉
    Apalagi kalau hukum agama, bisa ditambah-tambah kata dosa.

    Nenda Fadhilah

    September 26, 2007 at 1:57 am

  25. @Ferry ZK
    Maaf, pertanyaan saya ini lebih kepada bertanya, bukan mendebat, tolong diberi pencerahan.

    apa saja kesalahan2 nabi ISA AS menurut Alquran?

    salam damai🙂

    CY

    September 26, 2007 at 3:43 am

    • SAYA TAU ANDA KRISTIANI,…
      SAYA MAHDI, MUSLIM TAAT DAN SELALU MERANGKUL YANG NONMUSLIM…
      KECUALI IBLIS BERKEDOK MANUSIA…

      OK… ANDA BERTANYA APA KESALAHAN NABI ISA. ALAIHISSALAM ??
      JAWAB :
      1. BEGITU BODOH MANUSIA YANG DENGAN ENTENGNYA MENYALAHKAN YESUS = JESUS = JESSAU = ISSAU = ISA .ALAIHISSALAM. GUNAKAN LOGIKA KALIAN, TIDAK AKAN MUNGKIN ALLAH SWT MENJELMA = REINKARNASI MENJADI MANUSIA YANG PADA DASARNYA TERCIPTA DARI SETETES AIR MANI YANG MERUPAKAN SARI PATI MAKANAN = BERAS = PADI = DARI TANAH. YANG PADA KESIMPULANNYA, ISA AS HANYALAH SEORANG PESURUH = UTUSAN = DUTA BESAR KERAJAAN = KEKAISARAN ALLAH SUBHANA WATAALA. ISA AS, MUSA AS, SULAEMAN AS, DAUD AS SAMPAI MUHAMMAD SAW, DI UTUS KARNA ALLAH TIDAK INGIN IBLIS MENANG ATAS KALIAN = KITA. NABI-NABI ITU ADALAH JENDRAL PERANG KITA UNTUK MELAWAN PENYESATAN IBLIS.

      2. ISA TIDAK PERNAH MENGAKU JIKA DIRINYA TUHAN ALLAH. BAHKAN NABI ISA AS = YESUS PERNAH MENGUSIR TAMUNYA DARI RUMAHNYA KARNA SI TAMU MENGKULTUSKAN BELIAU SEBAGAI TUHAN.

      3. BIANG KEROK DARI SEMUA INI ADALAH SAUL = SAULUS = PAULUS. DIALAH OTAK DARI NICEA CONSILI = KONSILI NICEA = RAPAT BESAR DI DAERAH NICEA = UNTUK MENGANGKAT NABI ISA AS = YESUS MENJADI TUHAN.

      4. IRONIS ??, BETUL SEKALI, KARNA KONSILI NICEA TERJADI SETELAH 256 TAHUN KEMATIAN NABI ISA AS = YESUS.

      5. “DAN SEJAK ITU, MEREKA DI SEBUT KRISTEN”. KALIMAT INI ADA DALAM INJIL. NAAHH… INTINYA, JIKA SEJAK ITU MEREKA DI SEBUT KRISTEN, LANTAS SEWAKTU NABI ISA AS = YESUS MASIH HIDUP, MEREKA DI SEBUT APA ??. JAWABANNYA MEREKA DI SEBUT “NASARA”… AGAMA NASARA ADALAH AGAMA NABI ISA AS = YESUS

      6. SALAH SATU CABANG KRISTEN ADALAH ADVENT = KEDATANGAN. DIMANA CABANG INI MEYAKINI AKAN KEDATANGAN KEMBALI NABI ISA AS = YESUS. JAWABANNYA : BENAR SEKALI, KAMI MUSLIM PUN MEYAKINI ITU AKAN TERJADI. KEDATANGAN NABI ISA AS = YESUS. UNTUK MENUMBANGKAN SALIB, MEMBUNUH BABI, MEMBUNUH DAJJAL = PARA PENYEMBAH BERHALA = PATUNG YANG TIDAK BISA APA-APA, DAN DENGAN KEJENIUSANNYA, DIA AKAN MEMAKMURKAN PELANET BUMI. CARI DI AYAT KALIAN, PASTI AKAN KALIAN TEMUKAN TENTANG JESUS’S ADVENT.

      7. DARI SEGALA PENJELASAN DIATAS, SAYA BERKESIMPULAN, BAHWA NABI ISA AS, TIDAK BERSALAH ATAS PENGKULTUSAN KALIAN BESERTA SAUL= SAULUS = PAULUS PEMIMPIN KALIAN. DAN TIDAK PANTAS BAGI KAISAR ALLAH SUBHANA WATAALA UNTUK MEMPUNYAI ANAK. BERHENTI MENYALAHKAN NABI ISA AS = YESUS. SAYA SEBAGAI MUSLIM PUN MARAH JIKA PARA ORIENTALIS = PENYEMBAH PATUNG BODOH ITU MERENDAHKAN NABI ISA AS = YESUS.

      MUHAMMAD MAHDI AL NASARA

      Juni 11, 2011 at 10:13 am

  26. @ CY,

    Nahhh justru itu, setahu saya di AQ tidak ada ayat yang menyinggung kesalahan – kesalahan nabi ISA AS, justru yang banyak disinggung adalah mukzizat beliau, atau barangkali memang tanpa kesalahan sehingga dijadikan Tuhan ????

    Ferry ZK

    September 26, 2007 at 6:38 am

  27. hmmm..
    agama itu ndak menyelamatkan…
    kok ndak pada paham tho??
    sing penting kuwi dirimu beriman nyang sopo??
    rak mung berkoar-koar neng jobo..
    nanging atine ala..
    piye tho ki..??
    setubuh po ora???

    JBU

    goodway

    September 26, 2007 at 8:37 am

    • TIDAK AKU CIPTAKAN MANUSIA DAN JIN… MELAINKAN UNTUK MENYEMBAH / BERIBADAH KEPADA KU.
      JADI ENTE TAU DIRI DONG…. ENTE ITU DARI SETETES AIR YANG HINA = MANI = SARI PATI TANAH = BERAS = PADI = DARI TANAH.

      KEKAYAAN DAN FASILITAS KEDUNIAWIAN HANYALAH ALAT UNTUK MEMPERMUDAH KITA MANUSIA UNTUK MENYEMBAH / BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT.

      KALAU KAU MATI, KAU AKAN KEMANA ??, BISA KAU JAWAB ??
      JAWABANNYA : KAU KEMBALI KEPADA SANG PENCIPTAMU…

      JADI, SELAGI KAU MASIH HIDUP… PAHAMI BETUL, TUHAN SIAPA YANG MENCIPTAKAN MU

      MUHAMMAD MAHDI AL NASARA

      Juni 11, 2011 at 10:22 am

  28. Kagem :

    All………… mas dan mbak2

    Karena sepertinya postingan hasil nyontek ini sudah jadi arena Q-zruh, maka saya redam di sini dengan kalimat sbg berikut :

    Inti dari judul di atas sebenarnya ditujukan kepada kaum Muslim yang sombong dalam masyarakat. Dalam pengertian, akibat doktrin-doktrin tersebut di atas kelakuan mereka jadi enggak waras lagi, artinya kekuasaan Tuhan, keteladanan Rosul dan Peraturan2 Agama Islam dijadikan tunggangan dalam kepentingan (baca tingkah laku) mereka, karena apa? kerena mereka merasa aman. Kenapa aman? karena enggak ada yang berani memprotes, mengingatkan, bahkan menindak dengan tegas. Lha gimana mau tegas mengingatkan? lha itu menyangkut tendensi masyarakat tentang Islam kok, Lha Islam kok diprotes, apa enggak sama saja memprotes Allah atau nabi Muhammad? lha salah salah saya nanti yang dicincang rame2, soalnya di masyarakat kadang masih banyak dan mayoritas membela Islam yang radikal seperti itu (meski mungkin membelanya diam-diam dalam hati dan cuma beraninya koar2 dalam blog aja, seperti sekarang), untuk lebih cerah lagi coba baca “Berhala dengan nama Tuhan” = https://asukowe.wordpress.com/2007/09/25/berhala-dengan-nama-tuhan/ Conto yang gampang : saya… saya sendiri paling tegas dan vokal protes dengan razia warung di siang hari di bln Ramadhon, karena apa? itu memalukan agama saya Islam! Lha tapi apa suara saya didengar? wong ya musuhnya petinggi-petinggi DPR juga Pemko setempat yang mengatas nama kan agama untuk menyuburkan adingung adigunanya. Masih untung saya di cekal begitu saja enggak sampai yang jauh, di penjara misalnya.

    http://www.banjarmasinpost.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=2977&Itemid=180
    Contoh lain banyak nanti saya carikan…, Lha itu janda anak 2, memberi makan buruh (apa buruh angkut beras di pelabuhan juga harus dipaksa puasa? kalo gitu yang opname di rumah sakit suruh paksa puasa juga!!) Masya Allah…

    Jadi sekali lagi saya tegaskan, ini bukan menyerang Muslim seperti yang dituduhkan temen2, saya malah menyelamatkan muka muslim dari malu (yang tidak muslim sadari) sekaligus mengingatkan, jangan lah kita sok sombong dan merasa paling wah di sini karena Islam Mayoritas, kita bisa pongah dan berkuasa di Indonesia, coba kalian2 ngungsi ke jepang atau ke Amerika sana. Masihkan bisa sombong?

    Titip NB juga buat yang punya nick ybs, komen njenengan ditelan akismet, silahkan kalo mau gabung diskusi pakai nick yang bener dan login yang benar…

    asukowe

    September 26, 2007 at 12:23 pm

  29. @ Ferry ZK

    Saya minta ma’af kalau persepsi saya tentang anda keliru mungkin karena saya terbiasa bertemu dengan pengagum islib dengan gaya bahasa yang hampir mirip dengan gaya bahasa anda, komen anda di # 21 telah menyadarkan saya, sekali lagi saya minta ma’af.

    Untuk satu hal yang harus dicatat: bisa saja gaya bahasa saya mirip. Tapi saya dengan lantang saya katakan; liberalisasi Islam sedemikian adalah salah di mata saya.
    Kenapa? Karena tak ada yang perlu diliberalkan. Jika liberal diartikan seperti slogan “liberte, freternite, egalite”-nya Revolusi Perancis, we have it already.

    Futhu’Mekah sendiri menjadi catatan, bahwa Islam tidak memaksa. Apa susahnya saat itu Muhammad sebagai pemenang perang,memancung semua kepala musuh-musuhnya terutama para pemuka Quraisy yang sudah membuat muslim harus hijrah ke Madinah? Karena kemanusiaan!

    Hal lain yang saya tolak dari liberalisasi Islam itu, adalah penarikan ide-ide yang terlalu western-mainded. Dalam hal ini saya sepakat denan Ali Shariati – terlepas apakah beliau syiah atau sunni – bahwa Islam memiliki khazanah pemikiran sendiri, tanpa mesti diimpor secara keterlaluan.

    Lalu kenapa sampai muncul orang-orang sejenis Ulil cs? Karena mereka merasa jadi penyeimbang fanatisme yang terlalu radikal (yang memang mesti diakui, ada). Sayangnya, ulil cs “ke-ge-er-an” hingga kemudian “besar kepala” dengan kebanggan pemikiran impor dari Eropa.

    Saya tidak benci eropa atau barat. Barat dan Timur itu adalah kepunyaan Allah juga. Cuma saya beranggapan, jika islamlib taqlid dengan liberal-nya, maka tidak ada beda dengan islam fanatik yang taqlid dengan SOSOK dan bukan AGAMA itu sendiri.

    Saya sendiri membaca-baca juga. Apapun. Dari Karl Marx sampai Mein Kampf. Dari Tahafut Al Falasifah-nya Ghazali sampai Tahafut Al Tahafut-nya Ibnu Rusyd. Untuk apa? Untuk wawasan, bukan untuk saya telan mentah-mentah.

    Kalo anda berpikir saya liberal seperti islamlib, anda salah orang. Pengagungan akal dengan wajah kagum memandang kagum ke pemikir Eropa, maaf-maaf, saya cengiri, karena di pesantren saya sudah pernah belajar Ilmu Mantiq-nya Syafii. Dan itu basis pemikiran saya.

    Dalam hal kiri dan kanan, saya ambil yang baik, sepanjang TIDAK MENYALAHI 5 RUKUN ISLAM DAN 6 RUKUN IMAN yang saya yakini. Dalam keseharian, saya cenderung sosialis. Kecenderungan pada ide Shariati, Ghiffari dan Ali bin Abi Thalib. Kenapa?
    Karena “Kadzal fakru ayakunal kuffra”. Kemiskinan itu dekat pada kekufuran. Dan dalam hal sosial, patron saya ya perjuangan yang grass-root begini. Bukan dakwah ibadah saja – yang mana saya belum masuk dalam kalangan ‘abid.

    Saya sendiri tidak menyukai orang yang dengan mudah mengkafirkan sesama muslim, bahkan sampai saat ini saya tidak memandang penganut islib sebagai kafir tetapi cara pandang mereka sungguh menyedihkan dan tidak seharusnya diajarkan.

    Sama. Saya juga tidak suka. Ingat pada kasus salah satu tentara muslim membunuh musuh yang sudah mengucap syahadat lalu ditegur oleh Rasulullah?? Itu pegangan saya. Tidak mudah sebelum terbukti ia menolak 5 rukun Islam dan 6 rukun Iman.

    Islamlib sendiri di mata saya masih muslim, tapi sama melencengnya dengan islam radikal yang sering bikin rusuh atas nama agama. Perbedaannya; islamlib “merusak” dalam tataran pemikiran, sementara islamradikal sudah dalam tataran sosial-masyarakat. Dengan parang, dengan pentungan. Dan itu sama-samam buruknya.

    Ijtihad terhadap kehidupan sosial tentu sah – sah saja selama masih sejalan dengan koridor ISLAM

    Sepakat. Karena itu saya tidak pernah bicara masalah ibadah yang sudah fardhu kifayah dalam agama, dan tidak bertanya tentang zat Allah. Tapi dalam hal sosial, saya akan berijtihad, jika bisa disebut ijtihad perbuatan saya.

    Contoh kasus: di kampung, awal tahun kuliah, saat saya pulang, saya dan kawan-kawan pernah protes tentang MAULID NABI. Bukan MAULID-nya yang kami protes, tapi KEMUBAZIRAN dari dana maulid. Anda terenyuh tidak melihat nasi terbuang kesana-kemari, kue-kue menjadi basi, dan acara megah-megah, sementara semua hal itu seharusnya lebih baik digunakan untuk fakir miskin dan anak yatim? Imajinasi saya, Rasulullah pun akan marah meliat umatnya mengagungkan kelahirannya, namun dengan kemubaziran dana yang seharusnya bisa menjadi dana beasiswa pada anak-anak tidak mampu.Tidakkah beliau sendiri juga anak yatim, juga anak tidak mampu dahulunya?

    Ferry, anda orang Minang, bukan? Tahukah anda bahwa Islam di Aceh saling bertimbal-balik dengan Minang? Pendiri PERTI di Aceh ini adalah orang sana. Cenderung fanatik, tapi masih toleran. Pesantren saya dulu sendiri aliran PERTI.

    Apa jadinya saat ini? Aceh cuma nama Serambi Mekah dengan andalan qanun Syariat Islam. Masyarakat di sini tertawa, meski tidak menolak. Karena Syariat Islam dijadikan lawakan birokrat, untuk menutupi usaha-usaha hukum pada kelas “tinggi”. Jadinya cuma seperti pisau dapur yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

    Untung di daerah asalku masih agak-agak sama dengan Kota Santri. Anak-anak masih mengaji di sore hari. Perempuan berjilbab tanpa perlu WH ribut-ribut patroli, karena mereka patroli pun akan dicengiri.

    Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, moto di Minang bukan? Nah, ini? Adat pun mau diberantas secara frontal dimana-mana. Arabisasi dimana-mana. Apa itu?

    tetapi saya juga tidak suka ada orang yang mentertawakan apa yang mereka yakini, toh semuanya tergantung dari nawaitu-nya dan biarkan itu menjadi urusan ALLAH.

    Sama. Saya malah pernah memaki anak-anak kampus yang menertawakan dan mengolok-olok muslimah bercadar. Kenapa rupanya? Itu pilihan hatinya. Biarkan saja. Setidaknya mereka masih mau menjaga tubuhnya untuk tidak menjadi seperti manekin yang dipajan di toko pakaian.

    Tak masalah apakah pakai jeans atau celana gantung, pakai baju koko atau baju oblong. Sikap sendiri yang akan menentukan.

    Baru-baru ini saya kritiki keras FPI pun bukan karena benci pada tampilan demikian, tapi pada SIKAP. Silakan baca dan liat komen-komen saya.

    Ah, sudahlah. Bulan puasa, anggap saja ini tukar wacana. Tak pernah saya anggap anda musuh hingga harus meminta maaf. Malulah awak sama Ghazali dan Ibnu Rusyd yang bisa diskusi tanpa harus bersengketa abis-abisan.😀

    NB: Sebenarnya saya sudah menyatakan status hiatus dari dunia blog untuk sementara. Tapi, mumpung koneksi saya belum terputus untuk *mungkin* sampai lebaran nanti, saya berniat memperjelas hal ini. Agar lempang hati saya balik ke kampung halaman.

    Terimakasih buat semua😉

    alex

    September 26, 2007 at 1:31 pm

  30. @ alex,

    Terimakasih atas pencerahanya, tetapi tentu sebagai mulim saya tetap menganggap syariat ISLAM bukanlah suatu tabu yang harus dihindari, barangkali kesiapan dan kemampuan menerapkanya yang masih perlu dikaji.

    Salam.

    * alangkah baiknya jika niat baik diwujudkan dengan cara – cara yang baik, bahasa yang baik dan tanpa merasa diri lebih baik, apalagi untuk saudara seiman *

    Ferry ZK

    September 27, 2007 at 1:53 am

  31. […] ZK Di bulan puasa ini ternyata mudah sekali berbuat dosa, hanya karena terusik dengan postingan Q-SRUH jadilah saya berburuk sangka dengan saudara seiman, barangkali karena prasangka saya yang kurang […]

  32. Oalah…

    Bisanya ngomong aja, enggak ada praktek.

    goodway

    September 27, 2007 at 1:02 pm

  33. Hmmm…. kalau seorang Muslim sombong sih bukannya karena doktrin itu, memang mungkin ‘dari sono’nya udah sombong!
    Btw, this is a free country, ya seseorang boleh aja punya pendapat sendiri2, tapi omong2 saya mau tanya aja nih:
    Kalau menganggap nabi Isa atau Jesus itu Tuhan, dengan analogi seperti judul di atas, bisa melahirkan ummat kristiani yang sombong nggak ya?
    Kalau menganggap atau mempercayai nabi yang ngga bisa salah aja dikatakan bisa membuat umatnya sombong, kalau menganggap seorang messenger itu Tuhan, gimana ya?

    Btw, nabi Muhammad kalau nggak salah, pernah berbuat salah terus ditegur Allah swt, sewaktu beliau menerima usulan kaum kafirin untuk menyembah bergantian antara Allah swt dan berhala. Kalau nggak salah lho, ceritanya lupa-lupa inget, abis udah lama banget!🙂

    Yari NK

    September 28, 2007 at 6:55 am

  34. Kagem :

    Goodway, saya sudah praktek kok, habis praktek baru ngomong…

    Yari NK, Bisa saja umat Kristiani sombong, cuma di Indonesia kayaknya enggak bisa sombong deh karena kalah pamor dan kalah banyak dengan Muslim, kalo di Amrik sono mungkin bisa sombong, tapi itupun mikir-mikir juga, soalnya nanti bakalan banyak bermunculan teroris atas nama Islam yang mainan bom…

    asukowe

    September 28, 2007 at 7:07 am

  35. @ Dear Asu

    Yari NK, Bisa saja umat Kristiani sombong, cuma di Indonesia kayaknya enggak bisa sombong deh karena kalah pamor dan kalah banyak dengan Muslim, kalo di Amrik sono mungkin bisa sombong, tapi itupun mikir-mikir juga, soalnya nanti bakalan banyak bermunculan teroris atas nama Islam yang mainan bom…

    Jarang kok orang Kristen menyombongkan agamanya. Di Indonesia tidak, di luar negeri pun tidak.

    dewo

    September 28, 2007 at 9:02 am

  36. kalo di Amrik sono mungkin bisa sombong, tapi itupun mikir-mikir juga, soalnya nanti bakalan banyak bermunculan teroris atas nama Islam yang mainan bom…

    Bukan itu aja….lagian di Amerika sana lebih banyak orang lebih mengagumi Britney Spears daripada Jesus Christ sekarang😉 So, heck who cares about Jesus???😉

    Yari NK

    September 28, 2007 at 9:37 am

  37. hehehe….

    ya..ya.. lagi.. keblinger..

    irdix

    September 28, 2007 at 1:25 pm

  38. btw… yang baca sepertinya belum banyak yang paham kalo ini buat cermin..

    irdix

    September 28, 2007 at 1:26 pm

  39. Asukoe berkata :”Agama itu cuma baju, yang penting adalah Tuhan”

    Tuhan menjawab : “Kenapa dibuatin baju kamu malah tidak memakainya, niat-KU mendesain baju hingga ada yg pake agar AKU bisa membedakan mana MANUSIA, mana MONYET dan mana ASU”.

    Asukoe ngeyel : “Loh kalo monyet berarti tdk salah 100% Tuhanku wong kitakan ciri2nya gak jauh2 amat.

    Tuhan menjawab : “Loh kamu kan mengaku ASU kok bawa2 monyet..??? kan ciri manusia terlalu jauh antara MONYET dibandingkan sama ASU…!!!

    Lalu si si-Dia pergi dengan mengumpat sambil bersuara me-ngaing tanda tak puas dan setuju….kaing….kaing…kaiiiiiing…

    Sekian Terima Kasih

    Dejavu

    Oktober 1, 2007 at 7:00 am

  40. Kagem :

    Yari,🙂

    Irdix (sexy…?), oh keblinger? kebanyakan makan jenang? oh cermin? btw memang banyak yg belum paham…

    Dejavu,

    “…Lalu si si-Dia pergi dengan mengumpat sambil bersuara me-ngaing tanda tak puas dan setuju….kaing….kaing…kaiiiiiing… ”

    Wah Tuhan di sini Asu juga ya?🙂 kalo mau ‘melawak’ itu dipersiapkan baik-baik, jangan pake gaya anak panti asuhan. Ini malah persepsiku Tuhan Asu juga. Terus Asu itu menganggap dirinya cerdik, mana mungkin Asu ngomong gitu, menyamakan diri dengan monyet,
    Gak lucu ah… cari lagi cerita lawak yg lain…

    asukowe

    Oktober 1, 2007 at 7:41 am

  41. *numpang bikin ribud*
    @dejavu
    “niat-KU mendesain baju hingga ada yg pake agar AKU bisa membedakan mana MANUSIA, mana MONYET dan mana ASU”.”
    wah…tuhannya si dejavu goblok!!!mosok nda bisa mbedain antara manusia, monyed dan asu…mosok mesti ndesain baju dulu…mhuahuahua……

    @asukowe
    bener kata dikau kawand, dejavu sama skali ndak lucu^^

    hoek

    Oktober 1, 2007 at 9:22 pm

  42. Btw, setelah berkeliaran di belantara debat-debat beginian, ada satu yang bikin saya heran. Kok kalau ada orang Islam yang merasa Islam dikritik oleh Kristianitas, selalu balik mengkritik Kristianitas (dan vice versa), ya? Ini ‘kan two wrongs make a right? Kalau begitu, jadi kesimpulannya ya kedua agama itu ngawur semua. Nggak ada yang bener.😆

    Dan satu lagi, AS ternyata lebih beragama dari yang distereotipkan orang kebanyakan. AS bukan Swedia— di sana para atheis dikecam, diancam, diintimidasi, dan didiskriminasikan. Bullshit kalau ada yang bilang AS sudah nggak peduli dengan agama.

    ~dari seorang agnostik

    Kopral Geddoe

    Oktober 3, 2007 at 4:39 am

  43. @asukowe
    Ralat si-DIA = asukowe. Wah gak berani mas sampe saya bilang Tuhan = @#$%^.
    Saya juga protes mas, diatas tdk ada penjelasan saya mau nglucu adanya paling ya misuh.

    Begini saya mau tanya soal salah satu “operasi” FPI daerah yg memang terkadang keluar jalur mas, tapi pada salah satu “operasi” di daerah “hitam jakarta” (salah satu kasus)dia menghimbau, kirim surat resmi sama Kepolisian dan Pemda setempat dan prosedur resmi lainnya tdk digubris (dah tau alasannya to?), nah utk menghadapi permasalahan ini menurut mas apa yg perlu kita lakukan selain membajing-bajing FPI umpamanya, seperti forum ini.
    Apa bedanya FPI dengan dengan pendongkelan suharto dan kroni2 busuk (alasan politis dan “moral” juga toh)dengan cara paksa.

    Saya tdk setuju KAFIRED, dan org yg berlebihan dlm pembenarannya tapi ini juga berlaku sama seperti berlebihannya org2 yg membajingkan mereka sehingga tutup mata bahwa ketika mereka “berpartisipasi” (kata polisi partisipasi masyarakat sgt dibutuhkan dlm memberantas bla bla bla)

    ”Agama itu cuma baju, yang penting adalah Tuhan”

    Kalo kata gua mah “Bagaimana cara pake baju sebelum bergumul dgn Tuhan”.

    Kalo bag. tangan dari baju ente2 masukin kekaki trus sarung malah buat nutupin muka ada baeknya loe2 pade ke psikiater ajalah.

    @hoek
    wah…tuhannya si dejavu goblok!!!mosok nda bisa mbedain antara manusia, monyed dan asu…mosok mesti ndesain baju dulu…mhuahuahua……

    Huahahahaha bisa bedain “Oscar Lawalata” sama Tuhan gak sampeyan itu.

    BAJU itu buat Tuhan memilah-milah kalo sampeyan lagi antri di Padang Masyar loh🙂

    Dejavu

    Oktober 3, 2007 at 5:08 am

  44. @ Kopral Geddoe

    Dan satu lagi, AS ternyata lebih beragama dari yang distereotipkan orang kebanyakan. AS bukan Swedia— di sana para atheis dikecam, diancam, diintimidasi, dan didiskriminasikan. Bullshit kalau ada yang bilang AS sudah nggak peduli dengan agama

    Ho’oh saya percaya itu bahkan karena sangking beragamanya ada juga yang “menyembah” Elvis dan Britney Spears!😉

    Yari NK

    Oktober 3, 2007 at 5:24 am

  45. Ya terserah kalau mas nggak percaya. Yang pasti sekarang kampanye peringatan bahaya fundamentalisme di AS sedang marak. Bukunya Sam Harris tentang subyek ini jadi best seller. Kalau menurut saya, sih, jangan terlalu mempercayai media glamor a la Holywood atau MTv untuk menilai suatu bangsa.

    Memang kesannya dari luar AS sedikit apatheis, tapi nyatanya malah muncul protes dari atheisme seperti itu. Tandanya apa, paham menolak Tuhan di sana tidak tumbuh sesubur yang didengungkan propaganda yang ada. Toh nyatanya, kalau mas berusaha menilai Indonesia melalui media, yang didapat juga suatu komunitas apatheis.😛

    Kopral Geddoe

    Oktober 3, 2007 at 6:08 am

  46. Betul kata Kopral

    Kita melihat AS dari kacamata Indonesia, AS melihat Indonesia dari kacamatanya, kita merasa Islam paling bener di Indonesia, AS melihat Islam enggak begitu, hasilnya adalah begini :

    Indonesia adalah tidak bermartabat sama sekali, lihat yang katanya yang Islam (mayoritas di Indonesia) yang katanya menganut paham anti kekerasan, adil, lemah lembut dan kasih. Ternyata apa?

    Lihat sendiri Muslim di Indonesia dengan FPI nya, di dunia? AS menyebutnya Teroris yang notabenenya mengandalkan kekuatan senjata pamungkas, Jihad!! itu adalah sebuah senjata yang enggak bisa di lawan dengan sesuatu apapun, artinya tuh :

    setelah mengucapkan kata jihad, lalu perang melawan orang kafir (baca Kristen, #kenapa sih Budha atau Hindu enggak? dianggap kafir cuma Kristen ajah?) mereka enggak mungkin dibahas sama sekali baik dari segi salah maupun benar. Mereka utusan Tuhan kok, prajurit yang mengemban perintah Tuhan, masa perintah Tuhan salah?

    Sama aja kan?

    asukowe

    Oktober 3, 2007 at 6:41 am

  47. Buat Dejavu :

    Pembahasan tentang FPI saya sama aja kok dengan yang dibahas temen2, njenengan buka aja blog mereka, semua sudah dibahas tuntas tas, + komen yang kebanyakan menyudutkan FPI. Omong-omong suara terbanyak biasanya mewakili suatu kebenaran kan? tapi enggak tahu lho di sini seperti itu apa enggak. Mungkin kapan kapan aku mau bikin sensus :

    siapa yang pro FPI = …… orang
    siapa yang anti FPI = …… orang

    Tentang baju, sebenarnya sama aja di mata Tuhan,

    1. Ada seorang Islam tapi akhlaknya buruk tercela bajingan dan suka membunuh dan memperkosa orang, tapi dia Islam Bro…

    2. Ada seorang KRISTEN (contoh gampang = Bunda Teresa) akhlaknya baik suka nolong orang, kasih, santun dan rela berkorban demi kemanusiaan,

    Kira-kira siapa yang masuk surga?

    Agama itu Baju Bro.. yg penting Tuhan, pakai baju mewah harga 500 ribu tapi tubuh penuh daki koreng panu kadas kurap, penuh tato porno, kulit penuh bintik jarum narkotik, hitam lagi, kasar kaya kulit kadal…

    bandingkan dengan pakai baju sederhana, bahkan rombeng harga 5 ribuan… tapi kulit yang memakai mulus putih rupawan, harum mengkilat, semu kemerahan lembut kalo disentuh, sedang enggak kebanyakan lemak…..

    bandingkan sendiri deh…

    Oh ya, baju itu buat Tuhan memilih-pilih di Padang Masyar? Lho, Tuhan itu enggak rabun kan? masa dia cuma melihat dari baju doang, yang lainnya enggak po? kalo cuma dilihat dari baju, enggak perlu deh kayaknya Tuhan sendiri yang turun tangan, dia nyuruh anak TK aja bisa kok…🙂

    asukowe

    Oktober 3, 2007 at 7:00 am

  48. @Asukoe

    >>> setelah mengucapkan kata jihad, lalu perang melawan orang kafir (baca Kristen, #kenapa sih Budha atau Hindu enggak? dianggap kafir cuma Kristen ajah?) mereka enggak mungkin dibahas sama sekali baik dari segi salah maupun benar. Mereka utusan Tuhan kok, prajurit yang mengemban perintah Tuhan, masa perintah Tuhan salah?

    Buka matamu maaaaas, selain USIL selama ini keagresifan pemaksaan pembenaran kristen terhadap kepercayaan lain di belahan berbagai dunia dan negara selalu mereka lakukan, open your eyes lah…..di India mereka cari ribut, di Indonesia sama, tapi Hindu-Islam dan Budha-Islam selama ini saling toleran dan tdk saling rusuh merusuhi “lan griseni” (dan buat risih) cari dombalah, kambinglah ato domba2 gudik yg perlu diumpani lalu disembuhkanlah….dtg dari rmh ke rmh mereka jalani ndak peduli orgnya “risih” apa ndak inilah yg terkadang memicu api dlm sekam.

    Sampeyan lihat gabungan kearifan perwayangan budaya Hindu dan Islam racikan wali2 songo jaman dulu, candi2 yg berdiri megah…yg tak diusik. Open your eyeslah, open your heart juga apa sampeyan dah final nuduh islam teroris dan segala cap dan embel2 lainnya.
    SIAPA JAGONYA PEMAKSA KEBENARAN ATAS KEPERCAYAAN-NYA, mikir dong brooo…???

    Osama bin laden siapa sih dia, selama perang IRAK-IRAN (itupun racikan USA dan Soviet) dia di-didik oleh setan2 CIAnya USA, sampe skrg gak ketangkep2 huahahaha…,saking pinternya didikan CIA ato dia cuma simbol biar si bush terus melanggengkan perkosaan sama negara2 muslim….jernihkan otak dulu baru nuduh sana sini.

    Si Bush sudah membuat babak belur duluan dgn pernyataan Perang Salib dan Islam agama Teroris walaupun selanjutnya diralat. Kalo Bush meralat sampeyan ikut siapa kalo gak meralat POSISI SAMPEYAN DIMANA SIH…??? hah lucu…lucu sekali…
    Hare gene percaya sama si bush…bah

    >> Ada seorang Islam tapi akhlaknya buruk tercela bajingan dan suka membunuh dan memperkosa orang, tapi dia Islam Bro…
    huahahaha…

    Dalam Islam org biasa gak perlu Bunda Teresa, kalo ngasih makan ANJING KELAPARAN juga ada pahalanya mas….
    HUAHAHAHA juga mas…

    >>> Oh ya, baju itu buat Tuhan memilih-pilih di Padang Masyar? Lho, Tuhan itu enggak rabun kan? masa dia cuma melihat dari baju doang,……….bla bla bla

    Protes, Ralat, Catat : “Pake BAJU yg benar bukan siapa yg pake baju”

    PAKE BAJU = CARA MENJALANI AGAMANYA dgn BENAR DAN YG SEBENAR-BENARNYA (perjelas aja bukan bermaksud bahwa sampeyan ndak mudeng)

    Tuhan selama ini dibantu Jibril CS, kalo sampeyan mereka anggep anak TK-nya Tuhan monggo, anak buahnya Tuhan monggo….

    My question again “Dah pernah ikut berperan dlm hal apa ngeliat kaya kondisi dijakarta ato di Indonesia umumnya masalah perlonten, gambler, free-sex metropol, drugs, miras etc…???”.

    O iya gua inget Al Capone waktu dulu (dulu loh) sering dikejar aparat krn jualan MIRAS yg lucunya malah ada yg menggunakan buat upacara suci..!!! kagak ngarti dah gua, ya asal gak berlebihan terus malah rusuh ya monggo2 ajalah.

    Dejavu

    Oktober 4, 2007 at 2:55 am

  49. @Geddoe
    Wah, terima kasih atas peringatannya. Kabarnya memang media-media AS itu terlalu “left wing” ya? Mulai dari “West Wing”, “Commander in Chief”, hingga “Oprah Show”.

    Hmm, kalo gitu, caranya tau Amerika yang asli gimana dong, selain dari media-media Amerika?

    fauzan.sa

    Oktober 5, 2007 at 3:51 am

  50. @asukowe

    Kok hilang postingan dejavu terakhir, gak bisa jawab ya…??? takut? gak ada omongan yg laen lagi po..?

    freddykrueger

    Oktober 5, 2007 at 7:20 am

  51. @ kopral Geddoe

    Well… saya ngga pernah bilang AS itu atheis sih, hanya saja memang atheisme di sana lumayan berkembang, selain juga angostisme dan juga ‘agama2’ baru lainnya. Yang jelas memang pamor Jesus Christ memang menurun! Ya, mereka mencari tuhan2 baru, mungkin ada juga yang mendewakan Elvis dan Britney Spears (saya yakin lumayan banyak! Meskipun kalau saya ke Amerika saya nggak pernah nanya2 yg kayak begituan! Nggak ada kerjaan!😛 ).
    Menurut saya, mau atheis, mau agnostik, mau menyembah Elvis kek, itu urusan mereka sama Tuhan! Asal mereka tidak melakukan tindakan kriminal atau menghina apa yang saya percayai! Kalau mereka menghina duluan, ya saya balas dengan hinaan lagi! Saya tidak ada masalah bergaul dengan mereka2 yang berkepercayaan aneh2, walaupun saya tetap percaya kepada sistem keTuhanan Islam, agama yang saya anut!😉

    Terus kata anda:

    AS bukan Swedia— di sana para atheis dikecam, diancam, diintimidasi, dan didiskriminasikan. Bullshit kalau ada yang bilang AS sudah nggak peduli dengan agama.

    Saya nggak heran kok, memang banyak orang Amerika ternyata lebih sangat tidak toleran dari saya yang Muslim ini!😉

    Yari NK

    Oktober 5, 2007 at 11:33 pm

  52. @ Mas Yari

    Well… saya ngga pernah bilang AS itu atheis sih, hanya saja memang atheisme di sana lumayan berkembang, selain juga angostisme dan juga ‘agama2′ baru lainnya.

    Benar. Saya tidak tahu pasti dengan jumlahnya, namun free speech di sana memang nyaman untuk pembahasan progresif masalah agama.🙂

    Asal mereka tidak melakukan tindakan kriminal atau menghina apa yang saya percayai! Kalau mereka menghina duluan, ya saya balas dengan hinaan lagi!

    Saya setuju. Itu sebabnya saya menyukai sekularisme. Biarkan permasalahan religi hanya berada dalam lingkup private sphere. Kalau dengan ideologi agama Islam, ada doktrin untukmu agamaku, untukmu agamamu. Belum lagi doktrin supaya kebencian tidak berbuah ketidakadilan, dan semacamnya.

    Hanya saja, kok (maaf) yang saya tangkap, anda sendiri tidak terlalu respek dengan kepercayaan mereka?😕

    Kopral Geddoe

    Oktober 6, 2007 at 12:36 am

  53. @Asukowe

    Kok postinganku terakhir gak di tampilin, gak fair amat nih, bales dengan argumentasi lagi dong, kok cara2 sampeyan gak fair sih.

    Dejavu

    Oktober 6, 2007 at 3:52 am

  54. @Asukowe

    Mana dong ekspresinya manaaaaaaaa….

    Dejavu

    Oktober 6, 2007 at 4:15 am

  55. PENGUMUMAN

    Asukowe habis bersih-bersih gubuk. Eh maksudnya kantor tempat kerja Asukowe habis maintenance ISP habis, jadi belum sempat nge – blog, sabar nanti ada ekspresi yg cleguk kok, sabar….

    Dari XL ke Indosat, lalu ke XL lagi, akhirnya pakai aja dua-dua nya biar hebring….

    Dejavu ngopi-ngopi aja dulu… sama gigit tulang.. nyam nyam

    asukowe

    Oktober 6, 2007 at 6:57 am

  56. Hmmm.. Itulah mangkanya Gusti Allah menciptakan surga dan neraka. Bahkan untuk neraka diciptakan beberapa tingkatan (anda yang pinter-pinter mungkin lebih tahu tingkatan-tingkatannya).

    Tinggal kitanya mau pilih surga ato neraka, pun kalo milih neraka, mo neraka di tingkat yang mana? Itu kalo anda suka pada suatu pilihan. Kalo andanya gak mau milih, lalu berharap langsung ingin masuk surga, perbaiki cara anda menganut agama masing-masing.

    Yang berharap ingin masuk neraka (saya gak yakin pada ada yang mau harapan ini) silahkan anda teruskan cara anda menganut prinsip-prinsip salah pada agama anda masing-masing.

    Saya yakin lebih dari 68%™ dari kita mempunyai harapan untuk masuk surga setelah mati nanti. Entah itu lulusan pesantren , lulusan sekolah petinju (baca : IPDN.red), penginjil, pengikut sang Budha, perusak warung di bulan puasa (baca : FPI.red), anak yatim, copet, pengusaha, buruh pabrik (seperti saya), bahkan para kyai yang udah hapal alqur’an beserta artinya sampai ke hadits2nya pun, pasti punya ideology agama masing-masing yang akan tercermin dari tingkah lakunya dan akhirnya pasti akan membawa mereka ke harapannya masing-masing.

    Hati yang bersih, jujur dan polos, pasti bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah dari kacamatanya ketika melihat tingkah laku seseorang, dia akan langsung suka melihat orang-orang yang pergi ke masjid ato gereja ato rumah ibadah lain (tanpa prasangka buruk kepada isi hati dan maksud orang-orang itu), dan dia akan langsung tidak suka ketika melihat tingkah laku seseorang yang melakukan misalnya pemboman, pengrusakan warung semena-mena, pengucapan kata-kata kotor diblog ato anrkisme lain.

    Tinggal kita sekarang, mau memilih, ato berharap?

    ivendaz

    Oktober 6, 2007 at 9:45 pm

  57. @ Kopral Geddoe

    Lah, itu kan hanya perasaan situ saja. Mana pernyataan saya yang mengindikasikan saya tidak respek?😉 Semua yang saya katakan ada benarnya kan?

    Lha wong saya juga menangkap komen sampeyan, sebagai komen yang nggak respek kok sama agama2 tradisional!😉

    Kesimpulan: Jadi kalau cuma ‘tangkap-menangkap’ ada kemungkinan ‘salah tangkap’ kan?😉

    Yari NK

    Oktober 7, 2007 at 11:37 pm

  58. Mungkin memang saya yang salah tangkap.😛 Hanya saja mungkin saya sering menangkap kritik yang terlalu bermuatan sindiran tanpa kredit yang cukup pada apa yang dikritik, sebagai kritik negatif.

    Btw, nggak apa-apa, kok, mas. ‘Agama-agama’ a la freethinking memang sudah biasa direndahkan oleh organized religion.😛

    Kopral Geddoe

    Oktober 8, 2007 at 12:13 am

  59. @ Dejavu,

    Wahh ketemu lagi disini nehh.. nahh asukowe memang posisnya lom jelas meski sekarang sedikit lebih jelas melihat ketertarikanya dengan KIUK dan sepertinya Kopral Geddoe juga idem dilihat dari cara pandangnya tentang ISLAM & Amerika…

    Buat Asu & Kopral CMIIW yaaa…

    Ferry ZK

    Oktober 8, 2007 at 8:25 am

  60. *lihat diskusi dejavu & asukowe*

    sepertinya sudah ada yang memahami Tuhan dengan benar nih…🙂

    terkadang saya perlu seorang atheis untuk membangunkan saya dari mimpi indah beragama.🙂

    @ Yari & Geddoe :

    yup, perkembangan fundamentalisme agama [kristen] di USA sama pesatnya dengan perkembangan atheisme & agnostisisme.🙂 gerakan pembalik arah ini seperti mendapat lampu hijau ketika Bush Jr. dengan “pasukan salibnya” menguasai gedung putih. tapi sayang, agama [kristen] yang dipromosikannya adalah sisi berdarah dari agama.

    dan di belahan dunia sana, banyak juga yang memakai sisi berdarah dari agama untuk membentuk “pasukan salib”-nya sendiri.

    hehehe… saya sudahi saja, ntar kritik agama bisa meluas kemana-mana.🙂

    fertob

    Oktober 8, 2007 at 3:39 pm

  61. Sedikit OOT tentang komentar mas Fauzan menanggapi komentar mas Geddoe, dalam salah satu adegan pilot (percobaan) serial “West Wing” digambarkan bagaimana sang presiden beradu-argumen dengan kelompok religius (Nasrani, dari Kristen Protestan tampaknya) tentang penempatan mesin kondom/penjualan pornografi di lokasi yang dekat dengan SMU-SMU.
    Adu argumennya ditampilkan dengan baik, sehingga pemirsa bisa menangkap ide keduanya.

    Kecenderungannya memang arah politik Hollywood lebih ke tengah-kiri, pada tahun 1950-an sampai ada Komisi McCarthy yang salah satu fokusnya meneliti penyebaran komunisme di kalangan sutradara/penulis skrip/aktor/aktris Hollywood. Charlie Chaplin termasuk yang pernah dicurigai.

    Saat ini karya-karya yang kuat muatan “kiri-tengah” seperti Syriana-nya George Clooney, Million Dollar Baby-nya Eastwood, serta Munich-nya Spielberg cukup berhasil meraih atensi penonton AS. Meski mungkin karena kejujuran bukan sesuatu yang enak dinikmati maka tentu tidak se-box office film-film seperti Spiderman 3🙂

    oddworld

    Oktober 8, 2007 at 6:23 pm

  62. Hi geddoe – interested site – and shit – you
    are even more cynical than i am! Hahaha!

    indcoup

    Oktober 9, 2007 at 1:17 am

  63. Kagem :

    @ivendaz : Kalo saya enggak pernah menganggap surga neraka itu ada, saya murni melakukan kebaikan bukan mengharap surga… toh andaikan surga enggak ada saya tetap berusaha berlaku baik, enggak tahu ya orang2 yang berbuat baik-baik itu cuma mengharapkan surga, kalo surga kebanjiran dan hancur lebur masih mau enggak berbuat baik?

    @Skip…. Yari Kopral Ferry

    @Skip…. Oddworld indcoup

    asukowe

    Oktober 11, 2007 at 4:47 am

  64. WELEH…WELEH… CK.CK.CK

    agus16

    Oktober 15, 2007 at 2:01 am

  65. taken from alex

    “Muhammad itu adalah manusia…”

    setoedjoe…

    *dengan ini ik dianggap kapir oleh mereka*

    celo *kagak log in*

    Oktober 19, 2007 at 10:45 am

  66. halo…tuhan saya itu sakti lhooooo….

    Shelling Ford

    Oktober 24, 2007 at 8:04 am

  67. Kagem :

    @agus16
    kenapa nih? kebanyakan makan rujak?

    @celo *kagak log in*
    saya juga setujuuuuuuuuuuuu

    @Shelling Ford
    kalo Tuhan saya biasa saja….

    asukowe

    Oktober 29, 2007 at 9:02 am

  68. tadi lagi bete, eh mampir sebentar liat tulisan ini and koment2nya. Au..ah gelap….

    Cintrong

    Januari 23, 2008 at 1:51 am

  69. Kang Asu Saya suka Tulisan Sampean yg sedikit Nakal dan Genit tapi bikin Pikiran tercerahkan Memang sekarang ini banyak Umat yg sedang Keblinger sehingga perlu di jewer dengan Wejangan2 Sampean saya Yakin Kalau mereka membaca Tulisan Sampean mereka bisa Blangsangakan …Maju terus Kang…

    Aan

    Februari 26, 2008 at 4:01 pm

  70. Doktrin bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi akhir zaman. Doktrin ini jelas “janggal” dan sama sekali menggelikan. “”Setiap agama, dengan caranya masing-masing, memandang dirinya sebagai “pamungkas”””, dan nabi atau rasulnya sebagai pamungkas pula.

    klo menurut saya ini sah-sah saja toh, kan yang membuat doktrin orang islam dan untuk umat islam pula. Saya rasa begitu pula doktrin-doktrin yang dipunyai oleh agama lain. Mereka (apakah itu islam, kriste, hindu, bhuda, ahmadiyah dll lah)akan memandang bahwa ajaran merekalah yang paling benar, yang akan membawa pengikutnya ke dalam surga sedangkan yang lain ke neraka.

    petroek™

    April 22, 2008 at 9:46 am

  71. Kagem :
    @petruk
    Betul, makanya yang penting Tuhan, bukan agama,
    Agama hanya akan memandang di luar komunitasnya sebagai kafir

    asukowe

    April 30, 2008 at 6:42 pm

  72. Wewdeghghhhhhhhhhhh…Singapura negara kecil, tak mengharuskan di KTP-nya ada *Agama*..aman2 saja koq…..
    Boss saya org barat, tapi koq hatinya jauhlbih baik dari pada *oknum2 yg berdestar, peci, kerudung* padahal tidak bergama loghhhhh…Boss saya sangat perduli dgn lingkungan sosial. sampai2 mereka punya klub yg dikususkan utk membantu org2 miskin….Padahal dia tdk beragama lowghhhhhhhhhhh….. dimana segh org2 yg tidak ber”agama” bisa mendapatkan pelajaran agama??? koq bisa2 nya mereka membantu org2 yg beragama…???? sedangkan disi lain org2 beragama sibuk menymbunyikan dosa2nya..
    Seandai nya di Indonesia boleh tdk menganut agama..saya akan melepaskan atribut agama…

    Pizzz

    dexlon

    Mei 1, 2008 at 1:42 pm

  73. Hello, Teman…,
    Kelihatannya anda sangat antusias dengan Islam, ya itu satu hal yang sangat positif. Berarti anda ingin mendalami Islam lebih banyak lagi.
    jadi saya sarankan belajarlah tentang Islam lebih banyak lagi, dan lebih mendalam lagi. dan saya yakin sekali anda akan mendapatkan yang hakiki tentang Islam. Dari jaman Nabi Muhammad banyak sekali orang-orang yang berpendapat seperti anda ini bahkan lebih extrim lagi dibanding dengan anda. tapi saat itu Nabi Muhammad tidak marah dan tidak membenci orang tersebut, Beliau hanya mengatakan bahwa sesungguhnya orang tersebut belum mengetahui tentang Islam.

    Semoga Allah SWT akan memberikan hidayahNya kepada anda. Amiiin.

    darma

    September 24, 2008 at 9:48 am

  74. silakan saja berpendapat, yang jelas kebenaran cuma satu, yang haq akan mengalahkan yang batil, ya Allah berilah petunjuk kepada kami dan saudara kami agar terhindar dari jalan yang sesat, yaitu jalannya syaitan yang terkutuk.

    benu

    Juli 7, 2009 at 4:12 am

  75. kamu itu manusia yang ber-Tuhan, apa manusia yang bertuhan kepada logika? jangan menghasut begitu lah! ketara benar cara yahudi (penghasutan secara kasat mata) kau terapkan dalam postinganmu ini!

    Boy

    Juli 11, 2009 at 7:05 am

  76. wah bagus posting-nya,
    waduh saya terlambat gabung,
    sampai seharian saya baca comment nya,

    saya sepakat : “agama itu baju, yang penting Tuhan”

    baju itu ciptaan manusia, manusia itu ciptaan Tuhan.
    meski baju nya berbeda-beda Tuhannya cuma satu,

    menurut saya, “seharusnya kita meng-agamakan TUHAN bukan malah men-Tuhankan Agama.”

    maaf kalau ada kata yang salah.

    S T E

    November 2, 2009 at 7:33 pm

  77. menurut saya , tag blog ini merupakan doktrin juga bukan? . maaf kalo salah kata pisss ^_^V . mungkin anda menulis tag ini juga bermaksud memecah belah pandangan di dunia islam. saya akui memang saya bukan seorang islam yang tulen. tapi saya mempunyai pandangan sendiri tentang islam , bagiku semua agama sah , dan semua agama adalah acuan hidup kita. mau dia islam sunni , tadikal ato liberal , kristen , hindu , budha .. setahu saya semua agama sama yakni mengajarkan KEBAIKAN dan saling Bertoleransi antar umat , menjaga perdamaian dunia.

    darkshine

    Maret 14, 2010 at 5:23 am

  78. seorang muslim meyakini apa yg diterangkan dalam alqur’an dan sunnah sebagai suatu kebenaran/petunjuk yg akan menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat. seorang muslim menyadari bahwa ia adalah makhluk yg kemampuannya dan pengetahuannya terbatas, tidak serba tahu, ia tidak tahu segala-galanya, sehingga sangat pantas jika ia memerlukan petunjuk agar ia bisa selamat dari hal2 yg timbul akibat ketidaktahuannya. seorang muslim memposisikan agama sebagai pedoman, agar dengan itu ia menyesuaikan sikap, ucapan dan perbuatannya dg pedoman itu. agama tidak lagi berfungsi sebagai pedoman jika manusia menginginkan seharusnya pedoman yg benar itu begini atau begitu. jika ia menganggap bahwa agama yg benar adalah seperti yg diinginkannya, maka sebenarnya ia telah menuhankan dirinya sendiri. ia merasa bahwa tuhan tdk pantas ada, atau tuhan tdk pantas mengatur dirinya. bahkan ia ingin bahwa tuhan itu menuruti apa yg diinginkannya. seolah2 ia lebih berkuasa daripada tuhan itu sendiri.

    susanto

    Januari 4, 2012 at 11:08 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: