~ Shootgun Blues ~

AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN

Masa Depan Game Online

with 5 comments

Mungkin tren yang akan menjamur nanti adalah kita akan melihat praktek dari sebuah istilah bernama ‘crossplay,’ sebuah gaya di mana player orang bakal mengisi peran dari musuh yang biasanya dikendalikan komputer (atau AI) untuk beradu tembak dengan player hero yang dikendalikan oleh orang lain. Anda akan melihat ide seperti ini pada salah satu game karya Arkane Studios yang berjudul The Crossing, game shooter yang diset pada 2 jarak waktu yang berbeda di Paris, di mana player lain bisa berpartisipasi mengendalikan musuh di storyline single player-nya.

Pendekatan yang sama juga ada di game Left 4 Dead garapan Valve. Di sini sekelompok karakter human akan melawan sekawanan orang yang terinfeksi, di mana orang-orang itu bisa dikendalikan orang lain juga. Game kayak gini setipe konsepnya dengan game Counter Strike atau game-game multiplayer shooter lainnya. Seenggaknya konsep-konsep yang kayak begitu yang mungkin akan lebih disenangi gamernya karena menjanjikan permainan yang lebih seimbang di antara pemain.

Pita yang semakin melebar

Jaringan broadband yang makin lebar, menjamin transfer data lebih besar lagi. Tapi yang tentunya lebih penting dari semua itu, bukanlah bentuk gamenya dulu, melainkan backbone dari industri ini yang pastinya akan berkembang. Di mana distribusi melalui download-an makin menjamur akhir-akhir ini buat beberapa game yang bertema arcade atau retro. Pastinya dengan dukungan pipa yang lebih lebar dan lebih kencang, hal itu bakal terjadi 10 kali lebih cepat, dengan kondisi itu pula lah, kemungkinan yang didistribusi bukan kelas kacangan lagi, tapi file-file besar yang mungkin akan digunakan oleh semua mesin game yang sekarang ini lagi getol-getolnya mendukung “online.”

Andai koneksivitas Net akan semakin meresap, dan orang akan tidak sadar kalo mereka sudah berada di dalam dunia online. Kata online mungkin akan menjadi kuno dan ketinggalan jaman. Ini karena semua perangkat elektronik akan terhubung ke jaringan internet dan begitu pula dengan game, yang dalam beberapa hal akan terkoneksi dan juga akan menciptakan komunitas dan berkembang ke dalam model episode dan ekspansi, mikrotransaksi dan juga konten kreasi user.

Written by asukowe

September 20, 2007 pada 12:32 pm

Ditulis dalam Tulisan Santai

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. hmmmm kapan yak bisa kayak gicu secara dirumah masih pake telkomnet😀, mo pasang speedy takut borozzz😛 yang penting Pak murahnya, lha kalo pipa nya lebar tp harga mahal ya samimawon…

    Ferry ZK

    September 21, 2007 at 6:21 am

  2. Kagem Ferry :

    Ambooooooooooonnn!!! masih pakai telkomnet? salut2 atas kesabaran njenengan… mbok pindah speedy kan lumayan, kalau takut kelewatan pakai DU meter beres tuh, kalo enggak langganan yang swasta aja, paling banter 450/bulan yang home user

    asukowe

    September 21, 2007 at 6:51 am

  3. 450 ribu paling – paling ? halah brur mending buat beli lauk.. thobat aku he.. he..

    Ferry ZK

    September 21, 2007 at 7:43 am

  4. Wkwkwkwk, soalnya bagi saya bandwith adalah kebutuhan primer dibanding lauk yang masuk dalam daftar kebutuhan sekunder🙂

    asukowe

    September 21, 2007 at 9:37 am

  5. wow…analisa yang menarik su!!! tapi, gemana kalo soal MMORPG? itu khan lagi yang laris sekarang? bunuh monster-cari duid-naikin level ^^

    hoek

    Oktober 1, 2007 at 9:31 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: