~ Shootgun Blues ~

AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN

ULAMA ITU sebenarnya MENYAMAR

with 9 comments

Alkisah, sepasang merpati yang sedang bertengger di cabang pohon melihat seorang alim datang dengan sebuah buku yang dikepit di satu tangan dan tongkat di tangan yang lain. Seekor merpati berkata pada yang lain, “Mari terbang, orang itu bisa membunuh kita.” Pasangannya menyahut, “Dia bukan pemburu. Dia seorang ulama, tidak akan membahayakan kita.”

Sang ulama melihat keberadaannya dan seketika memukulkan tongkatnya ke merpati betina, lantas ia sembelih agar dagingnya menjadi halal. Merasa dizalimi, pasangannya mengadu kepada Nabi Sulaiman.

Ulama itu pun dipanggil ke istana. “Kejahatan mana yang saya lakukan?” sanggahnya. “Bukannya daging merpati itu halal,” lanjutnya. Merpati jantan menimpal, “Saya tahu bahwa hal itu halal bagimu. Tetapi, jika datang untuk berburu, engkau semestinya mengenakan pakaian seorang pemburu. Engkau curang dan datang sebagai ulama.”

Seorang ulama atau intelektual memang telanjur dinisbatkan sebagai sosok pelindung kemaslahatan umum. Nalarnya memberi lentera di kegelapan; nuraninya memberi oasis di tengah-tengah krisis keyakinan. Tetapi, dalam realitas hari ini, banyak orang berpakaian ulama/intelektual tapi dengan peran yang telah ditanggalkan.

Pierre Bourdieu menulis tentang keharusan politisi untuk berperilaku bak ilmuwan dan terlibat dalam perdebatan ilmiah yang berbasis fakta dan bukti. Hal ini penting agar kebijakan yang diambil tidak semata-mata karena pertimbangan politis dan ideologis yang bisa membayakan realitas kehidupan publik.

Ironisnya, Joseph Stiglitz menengarai situasi paradoks yang kerap terjadi; bahwa para ilmuwan/intelektual sendiri justru berperilaku bak politisi. Ketika mereka terlibat dalam proses pembuatan rekomendasi kebijakan, argumen-argumennya lebih padat politisasi dengan mengabaikan fakta dan bukti demi menyenangkan para politisi yang dilayaninya.

Dalam ketundukan logika intelektual pada nalar politisi, intelektual dalam kekuasaan cuma stempel karet untuk membenarkan penyalahgunaan kekuasaan. Dalih-dalih mereka akan segera menyahihkan apa yang pernah dikatakan Joseph Stalin, “One death is a tragedy, one million is statistic.

Kliping game lover tahun 2006 cuplikan dari Dr Yudi Latief

 

 

Written by asukowe

September 17, 2007 pada 8:39 am

Ditulis dalam Tulisan Santai

9 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Apakah benar bulan adalah satelit buatan manusia?
    dan bumi adalah cakra ajna pencipta alam?

  2. bulan adalah satelit militer.
    bumi berada dalam ajna pencipta alam.
    muslim adalah manusia beragama out of date.
    ulama sebenarnya muslim yang terlalu blo’on.

  3. Kalau muslim bloon gimana yang kafir yee…
    Ada yang bilang Tuhan punya anak, Tuhan kok beranak, emang kucing…
    Ada yang Tuhannya ditaro di kuil, dikebulin asep, gak sesek napas tar Tuhannya…
    Ada lagi yang bilang “agama itu cuma baju yang penting Tuhan”, kalo gak punya agama berarti telanjang dooong… gak malu sama Tuhan. Kan keliatan ntit-nya, mbol-nya, bulu-nya, panu-nya, kaya orang sinting dong gak pake baju. Dikasih otak biar mikir, koq gak di pake biar tahu mane ‘baju’ yang paling bagus untuk dipake. Coba pake otaknye yang BENER, boleh di cek agama yang paling masuk akal/otak itu apa. Gw berani taruhan nyawa, jawaban pasti cuma ISLAM Rahmatan Lil Alamin.

    KoweBener2ASU

    September 27, 2007 at 5:23 am

  4. Kagem NjenenganBener2ASU :

    Ini adalah salah satu contoh orang yang IQ jongkok + dungu lela lelo koyo KEBO…, begitu ngakunya Islam. Oalah le… kamu memalukan Agamaku saja…

    asukowe

    September 27, 2007 at 5:41 am

  5. @ asukowe,

    Agamaku yang http://agamaku.wordpress.com/ yaaaa…

    Ooooo ic.. ic (* sambil magut – magut *)

    Ferry ZK

    September 27, 2007 at 5:56 am

  6. mang pancen asu kowe,gak iso dijak bener

    asu tenan kowe

    Januari 11, 2008 at 9:12 am

  7. Kagem Ferry Zk :
    Agamaku yang http://agamaku.wordpress.com/ yaaaa… —> sepertinya ada indikasi adu domba nih…, mudah-mudahan tidak diteruskan… dan semoga tobat kamu le…

    asukowe

    Januari 12, 2008 at 5:35 pm

  8. Kagem : Asu Tenan

    Suka tulang juga?… ha ha, berarti kita berteman, toas dulu… bravo..

    asukowe

    Januari 12, 2008 at 5:36 pm

  9. he…he….lucu….ngakunya punya Tuhan,tapi ngomongnya kayak bersetan.wlah….
    ga ush deh bilg mana yg benar mana yg tidak tunjukin aja dengan sikap &perbuatan. Anda mengaku Islam yg baik,katolik yg baik, budha yg baik, kristen yg baik,hindu yg baik,,,,,tp ngomngnya koq gitu?????

    walah…mari kita berlomba u berbt baik tanpa mengklaim yg lain…aku ykn org akan kagum&MENGATAKan EMANG BENAR TUHANNYA PALING BENAR.
    OKEY??????????????

    wnita

    Mei 7, 2008 at 3:24 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: