~ Shootgun Blues ~

AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN

Puasa sebentar lagi, warung harus tutup

with 42 comments

Kesedihan saya, iba saya, keprihatinan saya semakin menjadi-jadi kepada kaum muslim sekaligus agama saya yaitu Islam. Saya tidak tahu apakah memang pemahaman saya yang keliru atau ini memang sebuah ketidakdewasaan sikap orang-orang yang mengaku sebagai orang islam. Ketika ada beberapa berita di koran yang menurut saya sangat sepele hanya saja cukup menggelikan yaitu pemberitaan dilarangnya warung-warung makan, sekadup berjualan di siang hari di bulan puasa, bahkan dijadikan perda oleh pemerintah setempat!!

Apakah dengan bukanya warung2 tersebut menandakan rendahnya sikap toleransi beragama? Apakah dengan bukanya warung2 tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat atau bahkan lebih lanjut kalau benar dugaan saya yaitu mengakibatkan saudara2 kita umat muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa menjadi batal? apakah orang2 yang sedang makan di dalam warung tersebut adalah orang2 yang sedang tidak taat menjalankan ibadah puasa?.

Saya berpendapat sekalipun agak aneh, bahwa, menghormati puasa itu tidak perlu menyuruh orang menutup warungnya, biarlah mereka buka warung karena memang mereka mencari rezeki. Dengan adanya warung yang buka di bulan puasa, ibadah puasa kita bisa lebih tertantang. Jadi, orang cari rezeki dengan buka warung di bulan puasa barangkali ada orang musyafir yang ingin makan. Saya kira tidak perlu ada sepanduk hormatilah bulan puasa dan warung-warung mohon ditutup. Saya kira spanduk tidak perlu, kita tidak usah mengurusi hal-hal kecil seperti itu, mengingat berbagai persoalan yang lebih besar dan lebih tinggi masih banyak. Kecuali ada orang buka warung di bulan puasa dengan cara yang sangat menggoda dan demonstratif, itu perlu di peringatkan dengan cara yang santun dan bukan dengan cara sweeping apalagi penyitaan dagangan, bahkan ada yang pakai denda segala.

Saya percaya saudara2 kita umat muslim cukup dewasa dalam memahami makna puasa. Dimana mereka tidak hanya memahami puasa sebagai urusan untuk menahan lapar dan haus tapi juga hawa napsu. Saya tidak tahu apa yang melandasi pemikiran soal penutupan warung tersebut tersebut tapi bagi saya kalo hanya sekedar alasan ntuk menghormati saudara2 kita umat muslim itu cukup naif, karena saya yakin saudara2 kita umat muslim tidak akan dengan mudah tergoda untuk membatalkan puasanya hanya karena ada warung buka atau sekedar urusan lapar. Dalam kasus seperti ini harus dipahami adalah bayak pula saudara2 kita baik umat muslim -yang dikarenakan suatu hal misal sedang sakit, hamil dsb- atupun non muslim yang tidak menjalankan puasa. Kita juga harus menghargai mereka dan bahkan memberikan kesempatan bagi mereka untuk membeli makan di warung.

Warung2 itu sudah menutup jendelanya dengan “kelambu” alias tirai. bahkan warung itu menutup rapat2 semua jendela, dan hanya menyisakan sebuah pintu kecil yang terbuka.Mereka tidak bisa dihakimi sebagai iblis atau tukang goda orang yang berpuasa karena penampakan hidangan yang menggairahkan. Bahkan sebetulnya, penggunaan kelambu pun bisa diperdebatkan. Bukankah esensi puasa adalah menahan diri dari godaan, sehingga memperoleh kembali kesucian jiwa?

Kembali ke perda ramadhan oleh pemerintah setempat, Namun demikian, kalau sekiranya saya dimintai pendapat, apakah Perda Ramadhan itu perlu? Saya akan langsung bilang, perlu sekali. Tapi bukan dalam hal mengurusi orang puasa atau tidak puasa apalagi mengurusi warung (wong PUASA ramadhan itu urusan-Ku, kata Allah SWT. Artinya, umat-Nya ini mau puasa atau tidak bukanlah urusan RT/RW Camat Gubernur, Bupati/Walikota, bahkan Presiden dan apalagi Satuan Polisi Pamong Praja) Melainkan, bagaimana kiranya agar warga masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tenteram, dan damai. Misal, tidak boleh menyalakan petasan dan ada sanksi pidana kurungan bagi mereka yang menjual petasan di bulan Ramadhan. Perda Ramadhan itu juga penting untuk mengatur kehidupan ekonomi rakyat. Termasuk bagi pelaku ekonomi rakyat yang sehari-harinya memang harus membuka warung makan untuk sekadar bisa memberi-makan keluarganya. Misal, bagi pemilik warung makan dari kelompok ekonomi lemah wajib diberi subsidi dan atau modal usaha oleh pemda setempat untuk melakukan kegiatan ekonomi alternatif guna menjamin sumber pendapatan bagi keluarganya.

Sudah miskin, kere, disuruh tutup warungnya!! kenapa enggak disuruh mati sekalian? benar2 kejam saudara-saudara muslimku, lagipula apa pernah dengar ada orang buka warung di bulan ramadhan trus jadi kaya raya gitu? logikanya kan enggak ada saingan? dia sendiri yang buka warung dan jualan gitu? kok sempit amat pemikirannya.

Jujur saja, kebodohan-kebdohan islam seperti ini, sok agamis dan sok alim seperti ini yang membuat agama2 lain semakin menganggap islam agama itu murahan, agama penuh kesulitan, agama keji, jahat dan bukan sebagai agama yang membawa kedamaian.

Written by asukowe

September 11, 2007 pada 1:05 pm

Ditulis dalam Pusing bin Mumet

42 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kalo di desa saya kebetulan 99 % islam .
    jadi warung tutup gak masalah .
    buka jgua nanti juga gak ada yang beli

    bachtiar

    September 12, 2007 at 12:22 am

  2. kalo di desa saya kebetulan 99 % islam .
    jadi warung tutup gak masalah .
    buka juga nanti juga gak ada yang beli

    bachtiar

    September 12, 2007 at 12:23 am

  3. Jujur saja, kebodohan-kebdohan islam seperti ini, sok agamis dan sok alim seperti ini yang membuat agama2 lain semakin menganggap islam agama itu murahan, agama penuh kesulitan, agama keji, jahat dan bukan sebagai agama yang membawa kedamaian

    menurut saya : tidak

    bachtiar

    September 12, 2007 at 12:24 am

  4. Kagem Bachtiar :

    Memang gampang kok bilang tidak, saya juga bisa

    asukowe

    September 12, 2007 at 2:01 am

  5. males puasa

    dimasdeso

    September 12, 2007 at 3:49 am

  6. Dalam praktek spiritualitas, muslim selalu melihat keluar, bukan kedalam.
    Hasil dari “melihat keluar”:
    1. Cewek seksi harus membungkus tubuh, bahkan
    tonjolan dadanya pun jangan sampai tampak,
    karena akan membuat para prianya tak tahan.
    2. Jika umat muslim sedang puasa, semua
    warung harus tutup. Alasannya “kami kan lapar
    masa kalian enak-enak makan.”

    Masih banyak contoh lain. Itu saja yang saya tulis di sini.

    Pendekar Tapak Buddha Supersakti Dewa Siluman Awan Api Ratu Adil Satria Pinandhita

    September 12, 2007 at 4:15 am

  7. ;))

    spanduk nya masang daerah mana tuch…belom pernah baca

    walah aku kok nda tau ada perda yang kayak githu….

    dhe'

    September 12, 2007 at 6:04 am

  8. Kagem dimasdeso :
    Saya tidak bilang kalau males puasa itu kafir, puasa itu urusan Tuhan secara langsung…

    Kagem dhe’ :
    Ada link nya kok,
    njenengan baca kurang teliti, sambil liat2 porno mungkin ya🙂

    asukowe

    September 12, 2007 at 6:13 am

  9. wah bro jangan kasar gicu dengan sesama, kalau mampu nasehati, kalau tidak mampu khabarkan kegundahan dengan baik, barangkali perda tsb. salah toh hanya ALLAH yang bisa menetapkan ini salah itu benar, buat gw sendiri seh memang gak perlu ditutup barangkali cukup tertutup saja sehingga yang makanpun gak terlalu norak…

    (* ironisnya klo mau di survei, prosentase muslim yang makan ditempat tsb. cukup besar lho bro bahkan ada yang berjilbab, klo ce barangkali lagi “M” alias lagi dapet, klo co barangkali lagi “M” alias malezzz… *)

    Ferry ZK

    September 12, 2007 at 7:02 am

  10. Kagem Kangmas Ferry ZK :

    Saya sebenarnya enggak ambil perduli dengan PERDA2 itu, cuma saya ambil penekanan ke :
    Kebodohan-kebdohan islam seperti ini, sok agamis dan sok alim seperti ini yang membuat agama2 lain semakin menganggap islam agama itu murahan, agama yang penuh kesulitan…bukan sebagai agama yang membawa kedamaian.

    asukowe

    September 12, 2007 at 7:08 am

  11. jadi anda pintar ?

    putradi

    September 12, 2007 at 7:41 am

  12. Saya “menganggap” diri saya pintar makanya menggurui ke orang lain, meskipun itu hasil mencontek, tapi asal jawaban dan pemikirannya benar orang enggak bakalan bertanya itu hasil nyontek apa hasil dari apa?, ilmu itu harus diamalkan meski sedikit… kalo saya dianggap njenengan bodoh dan salah ya silahkan, tapi jangan cuma bisa menyalahkan, ada argumen dan tulisan baru bisa menyalahkan…

    asukowe

    September 12, 2007 at 7:49 am

  13. mas asu… moga – moga anda bukan mencontek hasil pemikiran orang – orang bayaran asian foundation ato ford fondation, tujuannya beda masss…

    monggo untuk lebih pintar…

    Ferry ZK

    September 12, 2007 at 8:41 am

  14. Kagem Ferry ZK :

    Saya mencontek dari akal, nurani dan kedamaian dihati.. bukan dari orang2 yang dibayar itu kok, jadi kalau saya salah itu murni dari saya pribadi, dan saya siap disalahkan dan akan bener2 belajar insaf dari kesalahan itu asalkan ditunjukkan pencerahan yang benar2 dari akal dan dari hati nurani juga…

    asukowe

    September 12, 2007 at 8:47 am

  15. @ 12 : ati-ati lho … ketika kita “menganggap” diri kita pintar … kadang kebodohan itu sedang ada di tepat di depan kita …

    putradi

    September 12, 2007 at 9:27 am

  16. Kagem putriadi :

    Monggo saya dikasih tahu kebodohan saya, soalnya gajah di pelupuk mata tidak tampak… kalau memang saya salah saya akan bener2 belajar insaf dari kesalahan itu, kalau kita menganggap diri kita bodoh terus, selamanya kita akan takut untuk berkomentar, ber-posting dan selamanya kita akan dijajah orang yang menganggap dirinya pintar…

    asukowe

    September 12, 2007 at 9:38 am

  17. mari berpikir secara rasional .
    yang salah yang jual makanan apa yang makan disitu ?
    wong jelas2 lagi puasa kok makan juga.
    udah gitu warungnya juga kalau buka terkesan seperti tidak menghormati orang-orang yang lagi puasa , malah membuka kesempatan orang-orang yang lagi M “males puasaa” untuk berbuat yang tidak semestinya .lebih dihormati , orang yang berpuasa atau yang berpuasa ?

    kalau masalah rezeki , itu warung kan masih biasa buka pada malam hari , atau menjelang buka puasa .

    Bachtiar

    September 12, 2007 at 9:52 am

  18. eh maaf salah …..

    lebih dihormatimana orang yang berpuasa atau yang tidak berpuasa ?

    Bachtiar

    September 12, 2007 at 9:54 am

  19. Ini baru postingan asoy geboy gedebug enjoy!!😀

    Saya juga terkadang agak sebal juga, orang Islam di Indonesia ini kok sepertinya agak ‘cengeng’ gitu sih, padahal kasihan tuh banyak pedagang2 kecil yang mata pencahariannya dari jualan ‘teh botol’, warung2 kecil, dsb.
    Menurut saya sih, kalau kita mau puasa karena ingin ridla Allah, kenapa kita harus tergoda oleh warung2 dan jajanan2 lainnya? Seharusnya kalau puasa kita karena Allah tentunya ‘kan apapun, walaupun seluruh orang tidak berpuasa di sekeliling kita, kita tetap teguh berpuasa!
    Lagian, ada juga yang beralasan, warung2 harus tutup untuk menghormati bulan puasa! Lha, kok menghormati bulan puasa dengan menutup warung, seharusnya kan menghormati bulan puasa itu dengan puasa yang lebih khusyuk, lebih sabar, nggak main paksa sana sini. Lagian (lagi2 lagian!), menurut yang pernah saya baca (ntah lupa lagi di mana!), katanya puasa kalau lebih banyak godaan tetapi kita tetap khusyuk dan ikhlas dalam berpuasa, pahala menjadi semakin besar! Betul nggak?😀

    Yari NK

    September 12, 2007 at 9:58 am

  20. Kagem Bachtiar :
    Kalau malam bukanya, kapan tarawihnya?

    Kagem Yari NK :
    Betul… iblish aja dibiarkan hidup sama Tuhan di bulan puasa, kenapa warung kaki lima dibunuh sama manusia,

    asukowe

    September 12, 2007 at 10:06 am

  21. Kagem Pendekar Tapak Buddha Supersakti Dewa Siluman Awan Api Ratu Adil Satria Pinandhita #6

    Sengaja saya jawab paling terakhir sebelum saya pulang kantor,
    Betul ratu sejagad! kebanyakan muslim selalu melihat keluar bukan melihat kedalam , seperti saya kadang2 masih suka dan tergoda untuk melihat2 keluar….

    Selamat datang di gubuk kumuh saya, njenengan akhirnya mau juga mampir…

    asukowe

    September 12, 2007 at 10:22 am

  22. Ayat2nya mana?

    dewo

    September 12, 2007 at 11:31 pm

  23. Kagem kangmas dewo :

    Coba dicerna dengan akal, tanpa ayat-ayat yang berkaitan pun postingan di atas sudah enak dibaca…

    asukowe

    September 13, 2007 at 12:37 am

  24. Untuk kita semua:

    Ayat-ayat buku suci manapun diturunkan cuma bagi orang yang tak mengerti. Ayat-ayat suci bukan dimaksudkan untuk membelenggu perjalanan spiritual manusia.

    Hati Anda sudah mengerti belum? Jika sudah bisa mencernanya dengan baik maka ayat-ayat tak diperlukan lagi. Just do it, ok.

    Dalam tubuh kita ada hati. Hati inilah buku suci kita sendiri. Buku-buku suci yang kita kenal selama ini untuk membuka indra-indra kita. Setelah semua indra kita terbuka akan kebenaran, saatnya kita menulis buku suci kita sendiri.

    Pendekar Tapak Buddha Supersakti Dewa Siluman Awan Api Ratu Adil Satria Pinandhita

    September 14, 2007 at 1:10 am

  25. Sesungguhnya dewa-dewa sangat melaknat manusia yang memelintir ayat-ayat suci dan menggunakannya untuk memojokkan orang lain.

    Semoga kita semua tak tergolong manusia demikian. Amin.

    Gunakan ayat suci untuk menolong, bukan membokong.

  26. Dewo, tolong Anda pergi ke kalisunter jakarta dan tanyakan pada Anand Khrisna seperti itu. Niscaya Anda akan mendapat buah karma baik: “maju demi kebenaran.” yang jika buah karma yang sama ditumpuk terus kelak bisa membuat Anda kebal peluru.

  27. suhu terimalah sungkem muridmu ini…

    dimana sutee lia ngeden sama suheng yang lain ???

    ==> “maka ayat-ayat tak diperlukan lagi…” sehingga bebas kita rubah otak mereka pelan – pelan tanpa mereka sadari sesuai dengan dogma ajaran perguruan kita ya suhu ?…

    suhu memang cerdik sekali, semoga suhu bisa menjadi budha emas chulai yang ternama…

    sungkem dari muridmu.

    Ferry ZK

    September 14, 2007 at 3:06 am

  28. ehm kenapa dunia persilatan diem ya suhu… apa karena taktik suhu dicuri orang trus dah disebarkan ??? suheng asu koq juga bungkem ???

    Ferry ZK

    September 14, 2007 at 4:38 am

  29. Kagem Ratu Sejagad :
    Njenengan minum kopi apa Coca-cola, tapi duduknya lesehan aja ya, di sini cuma gubuk miskin…

    Kagem Ferry ZK :
    Dunia persilatan lagi berpikir serius…

    asukowe

    September 14, 2007 at 5:28 am

  30. suhuuuuu kemana dirimuuuuu ada yang mu menelanjangimu suhuuuuuu

    Ferry ZK

    September 14, 2007 at 6:07 am

  31. waduhhhh… jadi adu argumen beginih..yah yg pasti mari kitasaling menghormati dan menghargai, betulll??? =D

    Delcrit

    September 14, 2007 at 6:45 am

  32. Fried Chicken tanpa cocacola seperti sayur bayam tanpa garam.
    Cocacola adalah kawan Fried Chicken.

    Cocacola itu baik. Tapi jika terlalu banyak dan sering tak baik untuk usus halus.

    Bagi yang suka cocacola, cari alternatif minuman cola yang lain. Yang lebih ringan dan tak berbahaya bagi tubuh.

    kopi itu bagus, bahkan antioksidan. tapi jangan terlalu banyak.

    yang paling bagus memang air putih. tapi jaman sekarang air putih saja tak cukup. musti Aqua terus bagi yang banyak uangnya. karena air putih di daerah-daerah tertentu juga mengandung mineral-mineral berbahaya.

    semoga tulisan ini tak menimbulkan paranoia baru. jalani saja hidup dengan sebaik mungkin, di tengah lingkungan yang sedang rusak.

    Segalanya adalah karma. Ada orang-orang yang terpaksa kulitnya harus hitam. Tak bisa jadi keren seperti orang-orang lain yang kerja di ruangan ber AC.

    Semuanya harus diterima dan dijalani sampai akhirnya habis buah karma itu dan berganti dengan kebahagiaan.

  33. Yup saya setuju, kenapa warung mesti ditutup dan sampai bikin perda segala (perlu setegas itukah?).

    Harusnya yang lebih tegas itu ke tempat pelacuran dan tempat maksiat2 lainnya. Bahkan kalau perlu ngga usah buka aja sekalian (kebanyakan mudharatnya), jangan cuma pengurangan jam ketika bulan Ramadhan.

    Mari kita jalani bulan Ramadhan ini dengan niat ikhlas hanya karena Allah SWT.

    4j4x

    September 14, 2007 at 7:49 am

  34. bukankah dgn dilarangnya/ditutupnya warung2 tersebut menandakan rendahnya sikap toleransi beragama?

    CY

    September 14, 2007 at 10:26 am

  35. Kagem :

    Delcrit :
    Beda itu indah bro…

    4j4x :
    Mari kita jalani bulan Ramadhan ini dengan niat ikhlas hanya karena Allah SWT. Bukan kerena ini itu dia atau mereka….

    CY :
    Sangat rendah… bahkan dengan saudara seimannya, janda yang buka warung buat menghidupi anak-anaknya teganya teganya……

    asukowe

    September 14, 2007 at 12:52 pm

  36. @Bachtiar

    mari berpikir secara rasional .
    yang salah yang jual makanan apa yang makan disitu ?
    wong jelas2 lagi puasa kok makan juga.
    udah gitu warungnya juga kalau buka terkesan seperti tidak menghormati orang-orang yang lagi puasa , malah membuka kesempatan orang-orang yang lagi M “males puasaa” untuk berbuat yang tidak semestinya .lebih dihormati , orang yang berpuasa atau yang berpuasa ?

    Jadi maksud anda umat beragama lain juga harus menghormati dgn ikut puasa (krn ga ada rumah makan yg buka)? ikut melaksanakan “aturan agama” yg bukan aturan agamanya sendiri?? Begitu? Bukankah itu sudah merupakan pelanggaran kebebasan beragama, dan Hak asasi manusia??

    Jgn egois dong…

    CY

    September 15, 2007 at 1:46 am

  37. @ CY,

    Masak dirumah aja bro, ngapain puasa khan ga wajib tha ? klo gak ke hotel wong di arab aja hotel tetep buka resto nya meski ramadhan…

    ps : gw sih juga ga se-7 warung dipaksa tutup secara family gw juga ada yang jual nasi padang he… he… cuma klo lom magrib boleh na dibungkus ga boleh makan ditempat gitu lho (* tanpa perda toh family gw jg bisa menghargai… *), gitu aja koq repot…

    Ferry ZK

    September 16, 2007 at 7:48 am

  38. @Ferry ZK
    Kalau utk org kaya spt anda bisa lah makan di hotel, tapi ingatlah juga karyawan yg gajinya pas2an…, dan apakah sempat karyawan yg masih jomblo dan ngekost masak dirumah?

    dibungkus ga boleh makan di tempat?? wong keliatan pintu buka dikit dan ada tanda2 berjualan aja lsg digerebek kok…

    CY

    September 17, 2007 at 4:39 am

  39. @ CY,

    masak seh ? dimana bro ? fam gw masih bebas tuh dagang nasi padang…

    Ferry ZK

    September 17, 2007 at 6:29 am

  40. Kagem ??? :

    fam gw sudah enggak bebas dagang nasi, bahkan jual nasi basi mungkin masih kena jerat hukum juga (50rb sampai 7,5 juta) Opo tumon jaman sekarang jualan halal didenda? seperti jual sabu-sabu saja hik hik hik wkwkwkwk:
    http://www.banjarmasinpost.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1528&Itemid=180

    asukowe

    September 17, 2007 at 7:12 am

  41. […] di siang hari menjadi bagian berita di tanah air. Jadi, saya kira tidak akan terjadi, di waktu bulan Puasa, warung harus tutup.Menurut saya (dengan mengikuti hawa nafsu nih), puasa itu urusan hamba dengan PenciptaNya. Ibadah […]

  42. puasa itu menahan hawa nafsu..
    kira-kira kalo banyak godaan (kayak warung, gitu) nilai puasa kita naik enggak, ya? kalo naik sih buka aja😀
    warung harus tutup, gimana yang non muslim? mayoritas bukan berarti terserah gue, jadi saya setuju kalo dibebasin aja.

    Spitod-san

    September 24, 2007 at 1:35 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: