~ Shootgun Blues ~

AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN

Kalau asu belajar Agama (Mumpung mau Ramadhan)

with 13 comments

Apa jadinya bila (Asu) belajar agama, sebentar lg Ramadhan, ini adalah hasil aku duduk diam selama 2 jam di depan monitor, contek sana contek sini, iqro’ iqro’ dan iqro’… lalu nulis postingan ala kadarnya seperti ini :

Ada kalanya cara yang dipakai pada zaman Rosulullah masih hidup jika terapkan di zaman modern sekarang sepertinya kurang cocok, sebagai contoh jika kita mau melaksanakan sholat, waktu dulu Nabi mencontohkan menggunakan siwak untuk membersihkan giginya, coba kita lihat di zaman sekarang terutama di kota-kota besar hampir 90% orang tidak ada yang memakai siwak mereka lebih memilih cara yang modern yaitu dengan memakai sikat gigi dan pasta gigi (odol) untuk membersihkan giginya, malahan ada yang memakai sikat gigi yang lebih canggih yaitu sikat gigi mesin yang bisa mutar sendiri tanpa harus capai-capai mengerakan tangan. Sebab bukan “siwaknya” yang dianjurkan Nabi tapi kebersihan mulut dan giginya yang di sunahkan Nabi, jadi metodenya juga bisa bermacam-macam mengikuti zaman. Lha boleh saja kan pakai sogok WC seandainya itu bersih dan membersihkan gigi kita? kok repot… konon katanya menyentuh diriku (asu) itu najis haram dan mencucinya harus 7 kali dan yg pertama kali dengan tanah atau pasir. Apa masih ada yg dengan sukarela melakukannya? bukankah sekarang sudah ada sabun LUX?

Soal Zina, Semua kesalahan termasuk perzinahan hukumnya dipukul rata saja dengan cambukan. Dengan mengambil hukum syariah islam, pezinah itu di cambuk kalau belum menikah dan bisa juga di rajam sampai ke qisas. Mencambuknya dipunggung, kan itu bahaya ..?! bisa bisa kena salah satu syaraf dan mengakibatkan lumpuh, padahal bisa jadi level kesalahannya tidak seberat itu hukumannya, dengar2 di aceh itu sudah terjadi dengan salah seorang penerima cambukan, dan sekarang dia lumpuh.

Sebenarnya kan bukan mempermasalahkan cambuknya. Seharusnya kan boleh saja dicambuknya di (maaf… asu belajar sopan) pantat/bokong, itupun dengan perhitungan yang tepat, tidak mencederai secara fatal tetapi menjadikan efek jera malu atau dipermalukan. Itulah Sunatullah yang berlaku dan terus akan berkembang dan berkembang mengikuti Sunatullah itu sendiri, begitu juga hukum cambuk. Mungkin mengapa akhirnya dinegara kita lebih memilih hukuman penjara ketimbang hukuman cambuk?, tentunya salah satu alasannya mungkin itu, sama aja kan? malu dan dipermalukan. Sayangnya aku kurang begitu paham soal cambuk2an ini, padahal seringkali kalau jalan2 sore banyak aku lihat di sawah2 itu temen2ku yang namanya sapi dan kebo dicambuk2 yg empunya… mungkin saja karena mereka ketahuan zina, kumpul kebo ato kumpul sapi mungkin oleh Pak tani.

Terus adalagi gini, orang begitu mengagung agungkan sunah rosul dan sampai-sampai memaksakan diri di jaman sekarang : soal celana… seringkali beberapa temenku yang berjenggot mengingatkanku soal perihal memakai celana jeans (enggak sesuai sunah nabi katanya : “Apa yang di bawah kedua mata kaki berupa sarung, maka tempatnya di neraka.” [Hadits Riwayat Bukhari]) apalagi ditambah embel-embel : Jeans adalah produk kafir (Negara Barat) wih, makin ngeri!!. “Jauhilah Isbal (Isbal adalah perbuatan haram dan mungkar, sama saja apakah hal itu terjadi pada gamis atau sarung. Dan Isbal adalah yang melewati kedua mata kaki berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam) olehmu, karena itu termasuk kesombongan.” [Hadits Riwayat Abu Daud dan Turmudzi dengan sanad yang shahih]

Apakah setiap apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pasti secara otomatis menjadi bagian dari syariat agama islam? dan bila tidak melakukannya jadi gunjingan dan menjadikan seteru permusuhan? Mungkin karena jaman dahulu belum ada celana, mode celana waktu itu adalah jubah. Jadi masuk akal kalau pakai jubah mesti gak boleh kombor-kombor sampai menyentuh tanah, lha kalau jubahnya putih… kan semakin kentara tuh kotornya kena tanah apalagi kena tahi ayam ato malah tahi kebo?, nah kan? makanya dibuat aturan seperti itu. Syukurnya dan untungnya Nabi kok enggak lahir dan berdakwah di Jawa (Yogya gitu lho), lha kalau kejadiannya bener kan repot tuh mesti pakai blankon sama Jarik tenun… atau di Irian Jaya? jadi rasa aneh kalo Osama bin Laden memakai Blankon

Jihad jaman sekarang….

~Kalau anda melihat kebatilan, luruskan dengan tanganmu (kekuatan), Kalau tdk bisa, dengan lisanmu, kalau tidak bisa, dengan hatimu dan itulah selemah – lemahnya iman~

Setuju!!! tapi mbok caranya yg benar, tidak membabi buta, jangan sok mati sahid (sudah tahu jantungan kok ya ikut perang) yang gentleman lalu yang rasional dan pakai akal sehat bahkan pakai IQ yg cendekiawan, sudah tahu musuh senjata di gudang selusin rudal, lha kok macem2 datang memerangi cuma modal pakai AK-47 + doa, Jangan2 alasan pokok sebenarnya cuma mau nebeng bunuh diri… alih-alih disebut mati sahid, hah?!.. lha memang pasti mati kok kena rudal, siapa yg tahan ‘dedel duwel’ kecuali su-permen atawa gatotkaca.

Makanya aku menyinggung soal teknologi, perkuatlah islam dengan ‘Masa depan’, pengetahuan, kejayaan ilmu, tekhnik dan belajar… (sekolah ke Amerika boleh enggak ya? soalnya di sana kan modern, futuristik….) hemmmm, tapi kata nabi di suruh ke Cina, jadi ke Amerika enggak boleh titik!

Lha pernah saya bikin projek X tentang penetrasi internet di sebuah pondok yang menurut saya sudah wah, maksudnya ya biar santrinya melek sedikit lah, tidak seperti bunglon dalam tempurung, lha kok ditolak mentah2, padahal semua alokasi dana sudah dari sononya gratis bantuan dari pemerintah setempat, alasannya : teknologi internet lebih dominan meracuni generasi muda, banyak jeleknya ketimbang baiknya, alamak… mungkin para pinisepuh takut para santrinya jadi hobby porno keseringan liat situs bokep, trus khawatir sabun yang disediakan di kamar mandi cepet habis. Waduh berarti ajaran agama Islam itu lemah tak berdaya dan sekarat banget ya? sampai2 memberi batas warning santrinya biar tidak nyasar ke area gelap ‘blue’ enggak sanggup, jadi yg ditonjolkan dan dibesar2kan adalah soal mengisolasi diri (kenapa enggak beli saja Pulau Nusa Kambangan lalu dirombak jadi Pondokan) Para santri disuruh bolak-balik AlQuran setiap hari, makan, tidur, lalu ke WC. Disuruh menghapal hadist pagi siang malam, trus keluar dari situ mau jadi apa? jangan-jangan jadi TKI?

Yang dibesarkan-besarkan cuma doktrin “jauhi produk-produk kafir!, perangi orang-orang kafir” trus apa kita enggak malu sama cendekiawan2 islam jaman dulu kala yang cemerlang seperti Al Jabar, Ibnu Sina, karya2 emas mereka malah sukses dikembangkan kaum barat, lha kita ini yang diurus sehari2nya apa? cuma jihad2 palsu yang malah bikin sengsara banyak orang, bom-boman, bredel-bredelan, farwa-fatwaan, haram-haraman, sanggah-sanggahan, demo-demoan, la la la tri li li

Sebagai seorang Islam, kita jangan bangga sebagai yang paling Wah (yg paling benar dr semua agama, sama dengan agama penutup) terus santai melempem dengan kehidupan yang sederhana dan alakadarnya, kelihatan di jaman sekarang ini.. teknologi dipinggirkan lalu digelontor dengan simbol-simbol akhlak atau ketuhanan atau keagamaan atau apalah….., itu yang paling utama dan diutamakan, enggak peduli akhirnya bodo dan dungu tapi yang penting kan akhlaknya baik, masuk surga deh. Ya jangan heran kalau kita semakin jadi terpojok dan kerdil di tangan para penguasa, tidak berdaya di plonco kaum tekno barat, kaum batil, kaum zalim atau apalah juga….

Seandainya mulai dari anak2, kita susun strategi matang tentang masa depan, islam itu kuat, bukan cuma ajarannya tapi juga pemikirannya. So biar saja anak kita main komputer, lihat Gaban, liat Film barat, main PS, makan hamburger makan Pizza minum Fanta sesekali —> itu teknologi. Imbangi dengan mengaji belajar hadist, budi pekerti, silaturahmi.. jangan malah dikurung di kamar, dilarang jalan2, disuruh makan singkong aja + minum air putih, sederhana dan merakyat. Alasan dan katanya nanti bisa terjerumus ke pergaulan dan aliran yg sesat, Lho kok takut? begitulah ternyata benteng ampuh agama islam…selalu melarikan diri dari godaan, bukan malah gagah perkasa mengatasi godaan. Contohnya puasa, semua warung diliburkan, trus sebenarnya kita itu puasa karena terpaksa dan dipaksa, bukan dari hati dan iman.. lha wong enggak ada lg yg dimakan di warung, sakitpun terpaksa puasa juga toh, lagipula semua produk untuk lidah yang di luar2 sana adalah produk kafir jadi harus di jauhi.. hik hik, ada lho wak haji temen ngopi dari Malaysia yang bikin KFC di muka rumahku, pernah mau di bakar tokonya gara2 sentimentil sama Amerika… Lha wak Haji itu salah apa? Juga militan2 Islam yang kebangetan itu, ngebom hotel buat apa? wong ya yang tidur di dalam-dalam situ saudara-saudara kita juga, pegawai-pegawainya temen2 kita juga yang tiap dengar adzan ambil air wudlu…lalu sujud kepada-Nya.

Gambar lagu dan mainan. Guru agamaku dulu bilang… menyimpan patung, mendengar musik dan memajang gambar-gambar adalah dilarang… terus bila kita rujuk pada kondisi kita sekarang ini, tiap hari diap detik tiap waktu kita ktemu dengan yang namanya radio, CD + DVD, digital, televisi…. (Whaduh jadi bingung aku, kalo komputer gimana? jangan2 dilarang juga ya? didalamnya kan macem2… ada musik (dari dangdut sampai gambus) ada gambar ~dari gambar presiden sampai gambar telanjangnya Madonna, malah kalo ngemis sama oom google bisa dikasih macam-macam gratis!!~ Whaduh whaduh)

Hemmm…..

Akhirnya… Mboh ra weruh!! Lebih baik cari kopi kental sama Luki strik + obat cespleng yang bikin puyeng mpot-empotan itu…… slurup-slurup uhuk uhuk…..merokok bikin impotensi!! ??!!!@#$% dulu kan belum ada narkoba berarti boleh dong ya mengkonsumsi, satu lagi…. apa lampu 5 watt di kamarku perlu di modar kan juga, ingat-ingat kok jaman nabi belum ada listrik kayaknya, paling2 pakai obor atau sentir, kalu bahasa modernnya lilin… jadi kalo kita sekarang pakai listrik itu bi’dah namanya —-> eh bener enggak, lama-lama kok aku jadi kaya orang gila dan kesurupan begini.

Written by asukowe

September 8, 2007 pada 5:45 pm

Ditulis dalam Buat direnungkan

13 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Bozzzz, mo jadi titisan wadehel ya hihihihi… kan ada yang bilang ILMU yang meneguhkan iman bukan teguh prasetyo yang menjadi iman, klo itu yang terjadi repot bozzzz nanti presiden kita orang JIL lagi (* ehhh malah udah pernah bukan ???? *)

    Ferry ZK

    September 10, 2007 at 3:10 am

  2. ehm… lanjut nehhh… bersiwak bukan bagaimananya yang diutamakan tapi justru kegiatan bersiwaknya…

    Bozzz qisas itu “an eye 4 an eye” ga ada relasi sama zina, soal celana lebih kearah hablumminannas jd ga perlu dipersoalkan, katanya dolo musrikin mekah senang menggunakan celana ato apalah namanya yang panjangnya melebihi mata kaki untuk menunjukan kebangsawanan dirinya or kekayaanya alias sombong maka Rasulullah mencontohkan bercelana diatas matakaki, begitu juga jenggot, dolonya musuh Rasulullah seneng miara kumizzz nah buat pembeda dianjurkan miara jenggot cukur kumizz, lhaa skrg kenyataanya banyak yang berjenggot and cukur kumis tp bukan muslim koq…

    lha sudah punya AK47 aja masih minder apalagi cuma punya batu kaya saudara kita di palestina ??? semua kembali ke nawaitu nya bozzz dan ALLAH maha mengetahui…

    after ALL semoga ente bukan pengikut setia wadehel…

    Salam.

    Ferry ZK

    September 10, 2007 at 3:58 am

  3. kagem : Ferry ZK
    Tenang aja, saya malah anti sekali sama yang namanya wadehel…

    Disarankan membaca postingan saya pas atau dengan suasana hati yang tenang saja, kalau lagi banyak hutang atau lagi bertengkar dengan istri, ditunda dulu aja deh, lalu meja diusahakan penuh dengan kripik atau kacang goreng, secangkir kopi…manis legit

    Saya bukan mempersoalkan odol, celana kolor atau jenggot, tapi saudara-saudara kita yang seiman itu lho yang kesannya malah mencoreng mukanya sendiri <— pinjam istilah Si Dewo, Islam itu sederhana dan tidak rumit dan tidak mempersulit… ini malah dibikin pusing dengan sesuatu yang seharusnya ndak perlu diributkan dan dipertengkarkan… nanti ujung-ujungnya pengelompokan dan bikin jamaah-jamaah islam sendiri2, siapa yang pro dengan aturan A masuuuuk, yang anti = najiiiis…

    asukowe

    September 10, 2007 at 6:39 am

  4. Cuma numpang mampir dulu, buat ngucapin: Selamat menyambut ramadhan

    apa asukowe akan puasa atau tidak nanti, terserah:mrgreen:

    alex

    September 11, 2007 at 6:43 am

  5. kagem alex :

    Monggo-monggo, enggak ada pungutan uang parkir kok… tapi sepeda di kunci stang ya? kalau hilang bukan tanggungan saya he he
    Ramadhan puasa enggak njenengan? kalau saya nih : kalau warung2 semua dilarang buka, yah terpaksa puasa…
    Saya akan mencoba puasa mas, tapi diam-diam aja kok, enggak bilang-bilang ke orang dan enggak sok menutup atau menghalang-halangi rejeki orang yang berjualan, karena puasa itu menahan hawa napsu, kalau enggak ada lagi napsu yang ditahan buat apa puasa… ya kan?
    Warung-warung itu kita anggap sebagai godaan hawa napsu, Tuhan aja menciptakan Setan yang akhirnya dibuat untuk menggoda manusia, bisa aja kan Tuhan membunuh semua setan? tapi kok enggak Dia lakukan? tanya kenapa?

    Lha kok kita tega-teganya membunuh rejeki pedagang yang jualan nasi bungkus di bulan di puasa…tanya kenapa?

    asukowe

    September 11, 2007 at 7:33 am

  6. Beberapa dari pemikiran kamu sempat terbesit di pikiran saya juga mas, tapi daripada saya dikatakan sok kritis jadi saya diamkan saja lah, WTH with that.
    tapi semuanya bnar tinggal kita kembali ke diri masing-masing dalam menghadapi bulan ramadhan ini…..mo puasa ayo….gag puasa , silakan deh……ngapain ngurusinnya….diri sendiri saja sudah susah ngurusnya….cape de

    djaloe

    September 12, 2007 at 7:26 am

  7. Kagem djaloe :
    Iya mas, enggak usah puasa pakai di denda2 segala, itu urusan Tuhan. agamamu agamamu punyaku ya punyaku, gitu kok repot…

    asukowe

    September 12, 2007 at 7:55 am

  8. online casino

    I wanted add your site to my blog…

    online casino

    November 1, 2007 at 11:40 am

  9. Kagem :

    @online casino
    Monggoo… silahken…

    asukowe

    November 2, 2007 at 5:56 am

  10. Digital Glamour Modeling

    hey good stuff

    digital-glamour.com

    Januari 14, 2008 at 7:23 pm

  11. bid’ah itu ada yg boleh dan ada yg tidak contohnya closed jaman rosulullah tdk ada yg seperti sekarang itu boleh tp klau udah ada hubungannya dg ALLAH mk perbuatan itu hrs dirujuk dg sunnah dan alqur’an.Ingat semua perkara yg sifatnya mubah mk kita hrs mensikapi dr segi manfaat dan kemadlorotan.

    Aida

    Juli 10, 2009 at 2:38 am

  12. untuk najis anjing,mari kita tengok sebentar panci yg pantatnya hitam cobalah sekali kita cuci dg sabun colek/lux saja,bersihkah?namun klau kita ikuti cara dg menambahkan abu pasti deh kinclong[pakar ilmuanpun sudak membuktikan reaksi antara sabun abu dan noda]karenanya mengapa dlm mencuci najis anjing salah satunya hrs abu/tanah karena itu syariat dan lbh suci

    Aida

    Juli 10, 2009 at 7:13 am

  13. memang benar agama yang benar itu selain islam .temen temen islam itu ASU tau nggak udah bikin gosip tentang agama lain padahal nggak tau asal usulnya eh kabeh wong islam mi tiarap,asu,bajingan,udah gitu nek berdoa karo njengking njengking sok dadi Tuhan Meneh asal tau aja nek gak TAHU ASAL USUL AGAMANE WONG I..RAH SAH FITNAH FITNAH al-quran Wi ajaran SESAT yang bikin manusia jadi RAJA DAJJAL.Wassalam mualai’kum…………….

    muhammad

    Oktober 31, 2009 at 8:16 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: