~ Shootgun Blues ~

AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN

Di Kolam …

with 4 comments

Di analogikan (diumpakan sebagai persamaan dengan manusia) ada sekelompok ikan air tawar disuatu kolam yang jauh dari manapun mengklaim tidak akan pernah ada ikan lain seperti mereka begitulah kata nabi ikan ditempat tersebut, dan juga tidak akan pernah ada ikan yang secerdas atau lebih cerdas ditempat lain sebab begitulah kata tuhan ikan yang disampaikan ke nabi ikan ditempat mereka.

Demikian juga sebagian besar para ilmuwan ikan yang dipengaruhi oleh pola fikir nabi dan tuhan mereka berfikir demikian, sebab tidak bakalan ada ikan lain ditempat lain yang terlihat didetektor mereka sebab air laut yang jauh disana mengandung banyak racun (garam).

padahal di luar sana ada banyak kolam lain, ada banyak sungai, ada banyak payau, dan laut yang luas yang berisi berbagai macam jenis ikan, berbagai jenis satwa yang bukan ikan yang mampu berevolusi, bermutasi dan beradaptasi agar bisa hidup ditempat ekstrim sekalipun. Ada banyak kehidupan dan kecerdasan di luar sana yang bisa hidup, beradaptasi bahkan dimagma yang panas dan tanpa oksigenpun ada kehidupan, misalnya bacteri an aerob, yang artinya bacteri yang bisa hidup tanpa memerlukan oksigen.

kehidupan adalah adaptasi, dan jangan pernah meremehkan tidak bakal ada kehidupan ditempat lain (^_^)
Di analogikan pula bahwa Bumi adalah satu set TV, didalam TV tersebut ada satu stasiun TV yang sedang on air (siaran) dalam channel/ frekwensi tertentu (dunia). Tetapi sebenarnya ada banyak channel (dunia) yang ada disatu TV tersebut, hanya dengan berbeda frekwensi saja ternyata ada dunia lain yang juga ada kehidupan, ada kecerdasan, ada budaya dan peradaban lain, bisa saja berbeda acara (bentuk mahluk dan kehidupannya)
Jadi mungkin saja kita tidak perlu mencari jauh-jauh sampai ke planet lain, tata surya lain, atopun galaksi lain, sebab mungkin saja bila kita bisa menemukan alat yang mampu menembus frekwensi lain itu, maka kita akan menemukan dunia baru dan bentuk mahluk cerdas baru yang belum kita kenal selama ini atau bahkan sudah kita kenal namun beda budaya dan beda pola fikir!

Umpamakan saja frekwensi itu adalah tembok rumah tetangga kita, maka bila berhasil membobol
rumah tetangga kita itu, maka kita akan melihat bahwa “oh ternyata kita tidak sendiri”

Bila memang kita manusia bumi belum bisa menjelajah jauh keluar angkasa, maka kita berharap
saja mahluk cerdas dari planet yang sangat besar dari gugusan tata surya matahari hyper besar Antares dengan pesawatnya yang sangat besar lalu dengan teknologi manipulasi ukuran besar
dan mampu mengecilkan dirinya untuk bisa datang ke bumi kita.

Ukuran Matahari Bumi kita bagaikan satu titik debu dibandingkan dengan ukuran matahari tata surya Antares. Diumpamakan matahari tata surya Antares adalah sebesar matahari kita, dan matahari kita
bagaikan seukuran debu bagi Matahari Antares bila diperbandingkan.

Nah itu baru mataharinya, bagaimana dengan planet-planet dari tata surya Antares? pasti juga hyper besar,maka kemungkinan besar ukuran mahluk cerdas di Susunan Matahari Antares memiliki postur raksasa, berkali-kali lipat besarnya dari manusia di bumi,nah dengan diasumsikan ada mahluk cerdas yang berasal dari tata surya antares, maka untuk
datang ke tata surya kita memerlukan waktu yang sangat singkat, sebab pesawatnya pasti sangat
besar dan mampu menjelajah space (angkasa) dengan sangat cepat.

Diumpamakan pesawat ruang angkasa tercepat dibumi adalah kecepatan seekor semut, maka pesawat ruang angkasa mahluk cerdas planet dari tata surya antares adalah bagaikan kecepatan UFO yang pernah dilihat manusia, jadi sangat cepat sekali!

Mereka para alien mungkin saat ini sudah di bumi dan menunggu saat yang tepat untuk membuat
kontak pertama dijaman kita ini, sama seperti yang mereka lakukan dimasa lalu!

Written by asukowe

Agustus 31, 2007 pada 7:30 am

Ditulis dalam Pusing bin Mumet

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Baca postingan ini jadi ingat novel Contact-nya Carl Sagan:mrgreen:

    Eh… Tom Swift juga ada dialog2 yang memikirkan kemungkinan kecerdasan di tempat lain…🙄

    alex

    September 3, 2007 at 6:06 am

  2. -> alex

    Mampir juga akhirnya ke gubuk saya, he he welcome

    asukowe

    September 4, 2007 at 8:38 am

  3. manusia itu memang aneh, mereka itu sudah sadar dan merasa bahwa mereka itu begitu kecil bagaikan sebutir pasir di padang pasir alam semesta TAPI begitu sombongnya sehingga menganggap Tuhan itu tidak ada…

    Astaghfirulah…

    Bagaimana sebutir debu bisa berkesimpulan seperti itu?

    aku

    September 12, 2007 at 1:52 am

  4. Kagem Aku :

    Njenengan itu baca atau makan pecel?
    kok bisa berkesimpulan bahwa postingan di atas menganggap Tuhan tidak ada……

    asukowe

    September 12, 2007 at 2:09 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: