<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>~ Shootgun Blues ~</title>
	<atom:link href="http://asukowe.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asukowe.wordpress.com</link>
	<description>AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jun 2011 13:45:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asukowe.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>~ Shootgun Blues ~</title>
		<link>http://asukowe.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asukowe.wordpress.com/osd.xml" title="~ Shootgun Blues ~" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asukowe.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Habe: Selamat Natal Buat Muslim Militan</title>
		<link>http://asukowe.wordpress.com/2010/12/30/habe-selamat-natal-buat-muslim-militan/</link>
		<comments>http://asukowe.wordpress.com/2010/12/30/habe-selamat-natal-buat-muslim-militan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 03:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asukowe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat direnungkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asukowe.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Natal buat para muslim militan. Yes pada sampeyan. Jangan berlagak pura pura bingung tengok samping dan belakang. Ucapan ini khusus ditujukan buat situ atau santri jenggotan kearab araban yang beberapa waktu lalu menyegel sebuah gereja dan menusuk seorang pendeta. Atau pada anggota segala laskar pembela Impotent Omnipotent berinisial A. Sang Mafioso Akbar penguasa universe [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=168&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Natal buat para muslim militan. Yes pada sampeyan. Jangan berlagak pura pura bingung tengok samping dan belakang. Ucapan ini khusus ditujukan buat situ atau santri jenggotan kearab araban yang beberapa waktu lalu menyegel sebuah gereja dan menusuk seorang pendeta. Atau pada anggota segala laskar pembela Impotent Omnipotent berinisial A. Sang Mafioso Akbar penguasa universe over sensitif yang mudah kalap. Pemberi janji janji muluk surga erotica buat pera penyembahnya. Tukang ancam profesional penyedia neraka yang tehnik penyiksaannya membuat jenis torture di Film Saw jilid 1 sampai 5 seperti piknik buat kafirun, nonmuslim,para pendosa atau orang murtad seperti saya.</p>
<p>Selamat Natal buat Abu Bakar Bashir dimanapun you berada. Juga buat para simpatisan you yang hobinya marah marah melulu. Khusus kepada you wahai Bashir, saya bukan cuma mengucapkan Merry Christmas tapi juga sedang mempraktekan kristenisasi. Bukan, bukan mencoba membuat<br />
situ pindah agama. Jelas saya tahu, orang seperti situ memiliki iman dan kepala yang lebih keras dari kerak baja. Jangan takut saya cuma berusaha memperkenalkan kristen pada anda. Yes kristen..Kristen yang ajarannya banyak memiliki persamaan pada ayat Quran di periode Makiyah..</p>
<p>Selamat Natal untuk perkumpulan Habib juga buat segala ustad kondang. Tidak lupa untuk Jeffry the moneymaker man- sang Ustad Narkoba. Atau ente Zainnudin XXX the serial rapist -Dan terakhir untuk penulis naskah MUI yang melahirkan fatwa antirokok sekaligus anti Ahmadiyah. Juga anti dengan pesta religi orang Nasrani. Oh oh…juga buat penulis kenamaan dari suku pemakan ganja WWN di SK yang selama ini bertaqiya menjijikan pura pura menjadi Islam moderat segala. Selamat merayakan hari lahirnya Nabi Isa Alaihisalam. Nabi yang namanya tertera di Quran.Bukankah memestakan hari ulang tahun sang Al Masih tidak lebih Bid’ah daripada merayakan ulang tahun Indonesia yang jelas jelas berupa barang mati? Apalagi ulang tahun orang tersebut memiliki surat kelakuan baik yang gampang ditemukan dalam Injil.<span id="more-168"></span></p>
<p>Tidak ada perbedaan antara Yahweh dan Allah atau Jesus dan Muhammad periode Mekah ( pra-hijrah )<br />
Tema tema sosial tentang mengasihi fakir miskin, anak yatim, karya anaknya si Abdullah yang berkoloborasi dengan the Big A seperti :</p>
<p>“ give food for the love of Him , to the needy, the orphan,the captive “ (38:4)</p>
<p>adalah equal dengan Christian Social Gospel yang banyak dipraktekan oleh para missonaris atau disadur ke dalam teologi pembebasan di Amerika Latin. Well, kecuali captive atau tawanan perang yang ditambahkan Muhammad setelah dia transmigrasi ke Madina.</p>
<p>Kristen memiliki predikat yang baik dalam Quran ( Makiyah ) sebagai Ahl Al Kitab. Allah periode Mekah bahkan menjanjikan bahwa Yahudi dan Nasrani memiliki kapling juga di Sorga, berdampingan dengan para muslim regenerasi dari bokap Ibrahim. Bahkan dulu Mihrab orang Islam adalah ke Jurusalem, kota dimana Jesus menghabiskan masa kanak kanak dan muda. Tapi berhubung suhu politik yang saat itu memanas di Hijaz, maka Muhammad mengeluarkan ayat ayat politik di Madina yang meng-amandemen ayat ayat rohani menjadi ayat ayat yang tidak memiliki hati..yes very unfortunately.</p>
<p>Jadi wahai para Jihadist Jango dan Fisabilillah Zoro, orang nasrani adalah saudara sepupu dikau juga. Mereka bukan paganis tapi besan monotheis. Mereka tidak mengajarkan kebejatan di dalam gereja. Mereka mengajarkan kasih sayang dan care pada orang miskin papa dan para anak yatim<br />
persis dengan ketika Muhammad masih tinggal di Mecca. Jika sampeyan takut orang Islam bisa pindah ke kristen lantaran kristeniasi, so what? Bukanlah Islam yang santun memiliki gospel yang sama dengan mereka juga? Yang membedakan adalah ente tidak memiliki keberanian dan kreatitifas untuk menyebarkan Islamic gospel ditengah mayoritas orang kristen. Mungkin juga lantaran faktor tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi , maka Islamisasi cuma bisa dipraktekan orang Arab lewat teror dan invasi seperti yang mereka lakukan di Mesir,Irak, Iran,Turki dan India ( Pakistan ) yang tadinya adalah wilayah yang berpenduduk mayoritas Kristen, Hindu dan Majusi.</p>
<p>Sebagai humanis murtadin saya ingin mengucapkan salam alaykum ( peace be upon you ) buat orang Kriten dan Islam militan. Hiduplah berdampingan dengan damai dan tenang. Jangan terlalu banyak huru hara mengurusi hal hal yang tidak perlu. Khusus buat yang terakhir saya berharap sampeyan jangan terlalu doctrinal alias cuma omdo soal keislaman. Saya tantang dalam hal yang sederhana untuk mempraktekan ayat Quran tentang memberi makan orang lapar, membantu orang miskin, memelihara anak yatim pada sodara.Toh pemberantasan kemiskinan itu sebagian besar gagal di negara bermayoritas Islam? Atau tingkat korupsi dan kepelitan sampeyan selalu nomor satu dibandingkan negara negara Kristen bukan?</p>
<p>Jadi rayakanlah Natal bersama ummat Nasrani. Hidup bukan melulu soal perbedaan ritual dan akidah. Memahami Tuhan bukan melulu dari mempelajari 99 asma atau sifat sifat Allah. Atau berdoa absurd memohon mohon seperti orang yang tidak memiliki harga diri. Jika Tuhan adalah kebaikan, praktekan dan meleburlah sempeyan ke dalamnya, seperti puisi seorang sufi di bawah ini</p>
<p>when the ocean surges,<br />
don’t let me just hear it<br />
let it splash inside my chest!</p>
<p>Christmas adalah simbol sebuah kelahiran. Kelahiran itu berupa ..Tuhan mengirimkan sinyal bahwa kekurangan manusia selama ini adalah Kasih Sayang or Love. Deis bosan dengan cerita cerita sadis di Taurat yang melahirkan begitu banyak malpraktek. Terakhir dia mengeluarkan produk patent via Jesu Joy of Man Desiring.Jangan salah ya Cinta beginian bukan Hak Perogatif umat Nasrani doangan. Dia juga milik orang Islam. Jesus adalah Isa. Dan Isa adalah nabi orang Islam juga.</p>
<p>Mungkin inilah kekurangan orang Islam. Islam miskin cinta dan kasih sayang. Muhammad adalah nabi yang berlatarbelakang kurang kasih sayang. Akibatnya sebagai kopensasi umatnya memiliki penyakit ADS yang sama ( Attention Disorder Syndroms ). Islam memerlukan Natal seperti kebun strawberry membutuhkan gerimis dan hujan. Praktek ritual dan 5 rukun Islam menjadi kering tanpa arti jika fondasinya tidak memiliki Love. Jadi dengarkanlah wahai Para Mujahid, Ormas Islam,Kyai dan Arabian wannabe yang bersorban dan para Wahabian Tarzan yang hobby melengking lengking auuuu!!..auuu!! secara massal- mungkin bisa belajar dari sekali lagi puisi Sufi Ansari yang memprotes ritual kosong rukun Islam di bawah ini :</p>
<p>fasting is a way to save on food<br />
vigil and prayer is a labor for old folks<br />
pilgrimage is an occasion for tourism<br />
to distribute bread in alms is something for philantropist<br />
fall in love :<br />
that is doing something!</p>
<p><strong>Merry Christmas Everybody!</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asukowe.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asukowe.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asukowe.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asukowe.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asukowe.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asukowe.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asukowe.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asukowe.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asukowe.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asukowe.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asukowe.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asukowe.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asukowe.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asukowe.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=168&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asukowe.wordpress.com/2010/12/30/habe-selamat-natal-buat-muslim-militan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d05f1343ec5e1eca3cb1966869960b1f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asukowe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Ancient UFO Artworks in a Religious Context”</title>
		<link>http://asukowe.wordpress.com/2010/11/24/%e2%80%9cancient-ufo-artworks-in-a-religious-context%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://asukowe.wordpress.com/2010/11/24/%e2%80%9cancient-ufo-artworks-in-a-religious-context%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2010 09:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asukowe</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://asukowe.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Lukisan ini berjudul “The Intercession of Christ and the Virgin”, dibuat oleh Lorenzo Monaco pada awal abad ke-15. Melukiskan tuhan di langit dengan awan berbentuk piringan aneh di bawahnya. Lukisan ini digantung di Metropolitan Museum of Art, New York. Ini adalah lukisan pada kayu, terdapat di dekat kastil Contl Dotremond, Belgia. Musa sedang menerima lembaran, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=162&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Artwork1" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork1.jpg?w=300&#038;h=447&#038;h=447" alt="Artwork1" width="300" height="447" /><strong>Lukisan ini berjudul “The Intercession of Christ and the Virgin”, dibuat oleh Lorenzo Monaco pada awal abad ke-15. Melukiskan tuhan di langit dengan awan berbentuk piringan aneh di bawahnya. Lukisan ini digantung di Metropolitan Museum of Art, New York.</strong></p>
<p><img title="Artwork2" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork2.jpg?w=390&#038;h=250&#038;h=250" alt="Artwork2" width="390" height="250" /><strong>Ini adalah lukisan pada kayu, terdapat di dekat kastil Contl Dotremond, Belgia. Musa sedang menerima lembaran, beberapa objek di langit terlihat di dekatnya.</strong></p>
<p><img title="Artwork3" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork3.jpg?w=220&#038;h=430&#038;h=430" alt="Artwork3" width="220" height="430" /><strong>Gambar di atas melukiskan Yesus dan Maria di atas awan <em>lenticular</em>. Lukisan ini berjudul “The Miracle of the Snow”, dibuat oleh Masolino Da Panicale (1383-1440), tergantung di gereja Santa Maria Maggiore, Florence, Italy.<span id="more-162"></span></strong></p>
<p><img title="Artwork4" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork4.jpg?w=377&#038;h=202&#038;h=202" alt="Artwork4" width="377" height="202" /><img title="Artwork4-zoom1" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork4-zoom1.jpg?w=299&#038;h=241&#038;h=241" alt="Artwork4-zoom1" width="299" height="241" /><img title="Artwork4-zoom2" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork4-zoom2.jpg?w=221&#038;h=147&#038;h=147" alt="Artwork4-zoom2" width="221" height="147" /><strong>Gambar di atas adalah lukisan dinding berjudul “The Crucifixion” dan dilukis pada tahun 1350. Dua objek dengan sesosok di dalamnya dapat dilihat di bagian kiri atas dan kanan atas lukisan. Gambar kedua objek yang diperbesar dapat Anda lihat. Lukisan dinding ini terdapat di atas altar di Visoki Decani Monestary Kosovo.</strong></p>
<p><img title="Artwork5" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork5.jpg?w=380&#038;h=522&#038;h=522" alt="Artwork5" width="380" height="522" /><strong>Lukisan ini dinamai “The Madonna with Saint Giovannino”. Dilukis pada abad ke-15 oleh Domenico Ghirlandaio (1449-1494) dan tergantung di Palazzo Vecchio sebagai bagian dari koleksi Loeser. Di atas bahu kanan Maria terdapat sebuah objek berbentuk piringan. Berikut gambar bagian tersebut yang diperbesar, terlihat pula seorang pria dan anjingnya yang sedang memandangi objek.</strong></p>
<p><img title="Artwork5-zoom" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork5-zoom.jpg?w=500&#038;h=237&#038;h=237" alt="Artwork5-zoom" width="500" height="237" /></p>
<p><img title="Artwork6" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork6.jpg?w=286&#038;h=341&#038;h=341" alt="Artwork6" width="286" height="341" /><img title="Artwork6-zoom1" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork6-zoom1.jpg?w=200&#038;h=182&#038;h=182" alt="Artwork6-zoom1" width="200" height="182" /><img title="Artwork6-zoom2" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork6-zoom2.jpg?w=200&#038;h=182&#038;h=182" alt="Artwork6-zoom2" width="200" height="182" /><strong>Ini adalah lukisan dinding dari abad ke-17 dan tersimpan di Svetishoveli Cathedral di Mtskheta, Georgia. Perhatikan dua objek berbentuk cawan di kedua sisi Kristus. Dalam gambar yang diperbesar Anda dapat melihat kedua objek ini memuat wajah.</strong></p>
<p><img title="Artwork7" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork7.jpg?w=474&#038;h=638&#038;h=638" alt="Artwork7" width="474" height="638" /><strong>Banyak lukisan dari pelukis Piero Della Francesca, termasuk yang berjudul “The Baptism of Christ” ini, memuat awan berbentuk lenticular yang diyakini banyak orang sebagai UFO.</strong></p>
<p><img title="Artwork8" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork8.jpg?w=500&#038;h=743&#038;h=743" alt="Artwork8" width="500" height="743" /><strong>Lukisan di atas berjudul “The Assumption of the Virgin”. Dilukis oleh ANON kira-kira tahun 1490. Sekali lagi, perhatikan awan-awan <em>discoldal</em>.</strong></p>
<p><img title="Artwork9" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork9.jpg?w=316&#038;h=222&#038;h=222" alt="Artwork9" width="316" height="222" /><img title="Artwork10" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork10.jpg?w=191&#038;h=296&#038;h=296" alt="Artwork10" width="191" height="296" /><strong>Kedua permadani hiasan dinding ini dibuat pada abad ke-14. Keduanya melukiskan kehidupan Maria. Objek-objek berbentuk topi dapat terlihat jelas pada kedua permadani. Permadani sebelah atas dibuat pada tahun 1330. Permadani sebelah bawah berjudul The “Magnificat”. Keduanya terdapat di french basillica Notre-Dame di Beaune, Burgandy.</strong></p>
<p><img title="Artwork11" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork11.jpg?w=210&#038;h=275&#038;h=275" alt="Artwork11" width="210" height="275" /><strong>Gambar ini merupakan karya seniman flemish, Aert De Gelder, dan berjudul “The Baptism of Christ”. Dilukis pada tahun 1710 dan tergantung di Fitzwilliam Museum, Cambridge. Sebuah objek berbentuk piringan sedang memancarkan sorot cahaya pada Yohanes Sang Pembaptis dan Yesus.</strong></p>
<p><img title="Artwork12" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork12.jpg?w=476&#038;h=611&#038;h=611" alt="Artwork12" width="476" height="611" /><strong>Dalam kitab Ezekiel, Perjanjian Lama, Ezekiel menggambarkan seperti apa bumi dari ketinggian. Ia menggambarkan gerakan bolak-balik kendaraan. Ia berbicara seolah-olah terangkat ke dalam pesawat terbang, seperti ditarik oleh magnet. Ezekiel juga berbicara tentang betapa tenangnya orang-orang yang ada di pesawat tersebut ketika mereka mengadakan kontak dengan manusia, sambil berusaha tidak menimbulkan ketakutan. Tidak ada tanda-tanda permusuhan atau perilaku sembrono. Ia menunjuk komandan pesawat sebagai “The Lord”. Ezekiel mengatakan, “The Lord” memperlihatkan perhatian dan rasa hormat kepadanya.</strong></p>
<p><img title="Artwork13" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork13.jpg?w=340&#038;h=298&#038;h=298" alt="Artwork13" width="340" height="298" /><strong>Gambar ini melukiskan Maria di makam Yesus. Ini merupakan salah satu dari serangkaian gambar dari “Relinquary Box” yang memuat batu-batu dari tanah suci Palestina. Gambar ini berasal dari abad ke-6 sampai 7. Tersimpan di Biblioteca, Vatikan. Perhatikanlah objek berbentuk kubah di atas makam. Jika itu merupakan bangunan maka mengapa melayang-layang? Selain itu, apa objek bundar yang ada di atasnya?</strong></p>
<p><img title="Artwork14" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork14.jpg?w=395&#038;h=275&#038;h=275" alt="Artwork14" width="395" height="275" /><strong>Lukisan di atas dibuat oleh Paolo Uccello (1396-1475) dan berjudul “La Tebalde” (dilukis sekitar tahun 1460-1465). Gambar yang diperbesar memperlihatkan UFO berbentuk cawan warna merah dekat Yesus. Lukisan ini tergantung di Academy of Florence.</strong></p>
<p><img title="Artwork15" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork15.jpg?w=319&#038;h=450&#038;h=450" alt="Artwork15" width="319" height="450" /><img title="Artwork15-zoom" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork15-zoom.jpg?w=403&#038;h=322&#038;h=322" alt="Artwork15-zoom" width="403" height="322" /><strong>Lukisan di atas dibuat oleh Carlo Crivelli (1430-1495) dan dinamai “The Annunciation with<br />
Saint Emidius” (1486), tergantung di National Gallery, London. Sebuah objek berbentuk piringan sedang memancarkan sorot cahaya tipis ke atas kepala Maria. Anda bisa melihat gambarnya yang diperbesar.</strong></p>
<p><img title="Artwork16" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork16.jpg?w=377&#038;h=274&#038;h=274" alt="Artwork16" width="377" height="274" /><strong>Ini adalah goresan/sketsa lukisan dinding (fresco) Italia dari abad ke-15. Sketsa ini tak memiliki judul dan diperoleh dari Gunung Athos, Yunani. Melukiskan Yohanes Sang Rasul yang sedang mendiktekan kitab Wahyu, Bibel, kepada seorang murid muda. Di bagian sudut kiri atas terdapat objek oval bercahaya yang merupakan sumber sorotan cahaya yang mengarah ke kepala Yohanes. Di bagian sudut kanan atas terdapat objek berbentuk piringan yang sedang memancarkan sorotan cahaya konvergen (mengumpul/menyatu-penj). Mungkin seseorang ada yang memiliki versi original lukisan ini?</strong></p>
<p><img title="Artwork17" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork17.jpg?w=241&#038;h=384&#038;h=384" alt="Artwork17" width="241" height="384" /><strong>Ini adalah sebuah ilustrasi berjudul “The Birth of Christ” dari manuskrip Yunani abad 12, “The Book of the Evangelists”. Jika Anda memperhatikan bagian kanan gambar, terlihat dua orang yang sedang memandang sebuah objek semi-circular (setengah bundar-penj) dengan beberapa sosok di dalamnya. Objek ini terlihat sedang memancarkan sorotan cahaya pada kelahiran Yesus. Salah seorang yang memandangi objek ini tampak melindungi matanya, mungkin si pelukis mencoba untuk menyampaikan betapa terangnya objek ini.</strong></p>
<p><img title="Artwork18" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork18.jpg?w=485&#038;h=275&#038;h=275" alt="Artwork18" width="485" height="275" /><img title="Artwork18-zoom" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork18-zoom.jpg?w=500&#038;h=231&#038;h=231" alt="Artwork18-zoom" width="500" height="231" /><strong>Gambar di atas berasal dari terjemahan teks Tibet berbahasa Sanskerta, “Prajnaparamita Sutra”, dari abad ke-10, yang tersimpan di sebuah museum di Jepang. Dalam gambar yang diperbesar Anda dapat melihat dua objek yang tampak seperti topi, tapi mengapa objek tersebut melayang di udara? Selain itu, salah satu objek tersebut memliki port hole (dalam dunia nautika/kelautan diartikan sebagai lubang sisi kiri-penj). Teks Weda India dipenuhi dengan deskripsi mengenai Vimanas. Ramayana menggambarkan Vimanas sebagai pesawat udara circular atau silindris yang memiliki geladak ganda serta port hole dan juga sebuah kubah. Terbang dengan “kecepatan angin” dan mengeluarkan “bunyi merdu”.</strong></p>
<p><img title="Artwork19" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork19.jpg?w=140&#038;h=280&#038;h=280" alt="Artwork19" width="140" height="280" /><img title="Artwork20" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork20.jpg?w=164&#038;h=303&#038;h=303" alt="Artwork20" width="164" height="303" /><img title="Artwork21" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork21.jpg?w=164&#038;h=303&#038;h=303" alt="Artwork21" width="164" height="303" /><strong>Ini adalah ilustrasi yang diambil dari buku karya Letnan Grey, “Journals of Two Expeditions of Discovery in North-West and Western Australia 1837, 1838, &amp; 1839”, www.hesperlanpress.com. Ia memimpin sebuah ekspedisi di abad 19 ke beberapa gua dekat Glenelg River, wilayah Kimberley, Australia sebelah utara. Sosok-sosok di atas diyakini sebagai orang pra-aborigin.</strong></p>
<p><img title="Artwork22" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork22.jpg?w=287&#038;h=360&#038;h=360" alt="Artwork22" width="287" height="360" /><img title="Artwork23" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork23.jpg?w=217&#038;h=307&#038;h=307" alt="Artwork23" width="217" height="307" /><img title="Artwork24" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork24.jpg?w=268&#038;h=198&#038;h=198" alt="Artwork24" width="268" height="198" /><strong>Gambar-gambar ini ditemukan di Kimberley, Australia. Ini adalah lukisan gua Aborigin Australia. Mitos-mitos Aborigin yang menghubungkan ide mengenai ‘mahluk langit’ (<em>sky-being</em>) dengan Wandjina merupakan hal yang paling menarik perhatian. Wandjina terjaga melalui tradisi oral yang menakjubkan dan dalam sekumpulan besar lukisan batu yang tersebar di seluruh wilayah Kimberley, utara Australia. Lukisan-lukisan tersebut telah mengalami berbagai jenis penafsiran, dari teori yang menyatakannya sebagai representasi dari sistem mitos yang turun-temurun (<em>pervasive myth system</em>), hingga teori “astronot purba”. Namun, tetap mengagumkan ketika kita melihat bahwa suku-suku pribumi memandang Wandjina sebagai “ruh di awan” (<em>the spirit in the cloud</em>). Memang, gaya lukisan unik ini memperlihatkan urutan logis dari sosok manusia hingga menjadi representasi awan. Bentuk dualitas <em>anthropomorphis</em> dan “awan-awan” ini tersebar dalam kebudayaan-kebudayaan primitif dan dapat ditemukan pula persamaan yang menarik dalam catatan bibel, ‘Keluaran’ (Exodus).</strong></p>
<p><img title="Artwork25" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork25.jpg?w=284&#038;h=200&#038;h=200" alt="Artwork25" width="284" height="200" /><img title="Artwork26" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork26.jpg?w=195&#038;h=200&#038;h=200" alt="Artwork26" width="195" height="200" /><img title="Artwork27" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork27.jpg?w=450&#038;h=200&#038;h=200" alt="Artwork27" width="450" height="200" /><br />
<strong> Foto-foto ini menggambarkan sosok-sosok yang ditemukan di Ekuador. Perhatikan, mereka terlihat sedang mengenakan setelan luar angkasa. Anda dapat melihat perbandingannya dengan foto astronot Apollo di atas.</strong></p>
<p><img title="Artwork28" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork28.jpg?w=396&#038;h=194&#038;h=194" alt="Artwork28" width="396" height="194" /><strong>Beberapa artefak Inca yang terbuat dari keramik menunjukkan piringan dan satu sosok yang mengenakan setelan tertentu.</strong></p>
<p><img title="Artwork29" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork29.jpg?w=336&#038;h=232&#038;h=232" alt="Artwork29" width="336" height="232" /><strong>Ini adalah reproduksi artistik dari sebuah relief yang ditemukan di sebuah labirin di Pulau Jotuo di danau Toengt’lng. Sebuah ekspedisi ke tempat tersebut dilakukan pada tahun 1957 (dua tahun sebelum terjadi gempa bumi di wilayah itu). Ekspedisi ini dipimpin oleh profesor Tsj’i Pen-Lai. Mereka menemukan beragam relief yang menunjukkan ‘manusia-manusia’ berpakaian aneh yang terlihat seperti setelan astronot (objek seperti kaus kaki tersemat pada pakaian tersebut). Mereka juga menemukan sebuah lukisan yang tampak menyerupai sistem solar. Lingkaran (planet) ketiga dan keempat terhubung dengan sebuah garis. Terdapat 10 planet (matahari dimasukkan sebagai planet).</strong></p>
<p><img title="Artwork30" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork30.jpg?w=288&#038;h=181&#038;h=181" alt="Artwork30" width="288" height="181" /><strong>Lukisan gua ini berasal dari (kira-kira) tahun 10.000 SM dan terdapat di Val Camonica, Italia. Lukisan ini menggambarkan dua mahluk bersetelan pelindung yang sedang memegang peralatan aneh.</strong></p>
<p><img title="Artwork31" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork31.jpg?w=200&#038;h=161&#038;h=161" alt="Artwork31" width="200" height="161" /><strong>Ini adalah <em>petroglyph</em> berusia 7000 tahun yang ditemukan di provinsi Querato, Meksiko, pada tahun 1966. Anda dapat melihat 4 sosok dengan tangan terulur di bawah sebuah objek oval besar yang memancarkan sesuatu seperti sorotan cahaya.</strong></p>
<p><img title="Artwork32" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork32.jpg?w=263&#038;h=131&#038;h=131" alt="Artwork32" width="263" height="131" /><img title="Artwork33" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork33.jpg?w=262&#038;h=130&#038;h=130" alt="Artwork33" width="262" height="130" /><br />
<strong><em> Petroglyph</em> ini dibuat ribuan tahun lalu oleh Indian kuno di barat daya Amerika. Menurut cerita rakyat Indian, dua objek di atas bertabrakan di langit dan salah satunya terjatuh di wilayah Death Valley. Beberapa orang datang (barang kali dengan pesawat lain) dan membutuhkan beberapa lama untuk memperbaiki pesawat yang rusak, dan peristiwa ini diamati oleh penduduk Indian setempat. Dua gambar di bawah ini (GAMBAR YANG DIMAKSUD TIDAK ADA DALAM SUMBER ASLINYA–penj) mungkin saja melukiskan pesawat (kiri) yang digunakan oleh orang-orang yang datang memperbaiki pesawat rusak tersebut. Sebagai perbandingannya, Anda dapat melihat gambar di sebelah kanan tampak melukiskan kerusakan struktural di sekitar pinggir dan dasar pesawat. Mungkinkah itu adalah pesawat yang dianggap rusak tadi?</strong></p>
<p><img title="Artwork34" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork34.jpg?w=348&#038;h=233&#038;h=233" alt="Artwork34" width="348" height="233" /><img title="Artwork34-zoom" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork34-zoom.jpg?w=241&#038;h=180&#038;h=180" alt="Artwork34-zoom" width="241" height="180" /><strong>Dua gambar ini terdapat di Prancis, di gua “Pech Merle” dekat “Le Cabrerets”, berasal dari (kira-kira) tahun 17.000 SM-15.000 SM. Melukiskan sebuah pemandangan yang penuh dengan margasatwa serta sejumlah objek berbentuk cawan. Objek tersebut tampak sangat keluar dari konteks.</strong></p>
<p><img title="Artwork35" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork35.jpg?w=233&#038;h=300&#038;h=300" alt="Artwork35" width="233" height="300" /><img title="Artwork36" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork36.jpg?w=307&#038;h=224&#038;h=224" alt="Artwork36" width="307" height="224" /><strong>Dua contoh seni batu ini berasal dari Toro Muerto, Peru, dan berusia 12.000-14.000 tahun. Perhatikan, terdapat makhluk-makhluk yang memiliki sesuatu semacam <em>halo</em> (lingkaran cahaya) atau penutup kepala. Selain itu, pada gambar sebelah kanan, terdapat beberapa jenis objek di belakang mahkluk utama.</strong></p>
<p><img title="Artwork37" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork37.jpg?w=500&#038;h=325&#038;h=325" alt="Artwork37" width="500" height="325" /><strong>Ini adalah permadani (hiasan dinding) yang disebut Summer’s Triumph dan dibuat di Bruges pada tahun 1538. Sekarang tersimpan di Bayerisches National Museum. Anda bisa melihat dengan jelas beberapa objek berbentuk piringan di area atas permadani. Seseorang menanggapnya sebagai pulau. Jika benar, maka pulau-pulau tersebut terapung di langit!</strong></p>
<p><img title="Artwork38" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork38.jpg?w=346&#038;h=308&#038;h=308" alt="Artwork38" width="346" height="308" /><img title="Artwork39" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork39.jpg?w=213&#038;h=378&#038;h=378" alt="Artwork39" width="213" height="378" /><br />
<strong> Dua gambar  (kira-kira) </strong><strong>dari </strong><strong>tahun 6000 SM, ditemukan di Tassill, Gurun Sahara, Afrika Utara. Perhatikanlah piringan di langit pada gambar sebelah kiri.</strong></p>
<p><strong>Lingkaran Api Pharaoh Tuthmosis III</strong><br />
<img title="Artwork40" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork40.jpg?w=500&#038;h=390&#038;h=390" alt="Artwork40" width="500" height="390" /></p>
<p>“Pada tahun 22, bulan ketiga di musim dingin, pukul 6, hari itu para ahli tulis House of Life melihat sebuah lingkaran api yang datang dari langit. Ia tidak mempunyai kepala. Dari mulutnya keluar nafas berbau busuk. Tangkai yang panjang merupakan tubuhnya, ada pula tangkai yang lebar, ia tidak bersuara. Para ahli tulis menjadi ketakutan dan bingung, dan kemudian bertiarap.</p>
<p>Mereka melapor kepada Pharaoh. Kemudian, setelah beberapa hari berlalu, benda-benda ini menjadi semakin banyak daripada sebelumnya. Benda-benda ini bersinar seperti cahaya matahari, dan meluas membentuk empat penyangga langit. Langit dipenuhi oleh stasiun dari lima lingkaran ini. Pharaoh dan tentaranya menyaksikan. Ini terjadi setelah makan malam. Lima lingkaran ini naik ke langit dan menuju selatan. Ikan dan binatang-binatang bersayap dan burung-burung terjatuh dari langit. Keajaiban yang tak pernah dialami sejak pendirian negeri ini. Pharaoh menyuruh membakar kemenyan untuk perdamaian di bumi. Selanjutnya Pharaoh memerintahkan agar kejadian ini ditulis dalam sejarah House of Life supaya bisa diingat selamanya.”<br />
<em>(Royal Records of Tuthmosis III, 1480 SM)</em></p>
<p>Apa sebenarnya yang dilukiskan oleh ahli tulis ini ketika ia mencatat kata-kata di atas sekitar 4000 tahun lalu? Sebuah UFO yang disertai oleh UFO lainnya hingga langit penuh dengan objek-objek bercahaya yang kemudian pergi? Book of Dead dari Mesir menuliskannya sebagai “(sesuatu) yang bercahaya”. Mungkinkah mereka adalah pesawat atau makhluk extraterrestrial?</p>
<p><em>“Behold, oh ye shining ones, ye men and gods…”</em><br />
Chapter 134 – 15/17<br />
<em> “I speak with the followers of the gods. I speak with the disk. I speak with the shining ones.”</em><br />
Chapter 124 – 17</p>
<p>“Lihatlah, oh kau yang bersinar, kau manusia dan dewa…”<br />
Bab 134 – 15/17<br />
“Aku berbicara dengan pengikut dewa. Aku berbicara dengan piringan. Aku berbicara dengan yang bercahaya.”<br />
Bab 124 – 17</p>
<p>Teks-teks sejarah memuat sedikit referensi tak jelas yang membuat seseorang bertanya-tanya apakah UFO selalu menjadi bagian dari hampir setiap kebudayaan. Waktu itu mereka tidak dipanggil UFO, tapi mungkin “roda api yang terbang” (<em>flying wheels of fire</em>), “mutiara di langit” (<em>pearls in the sky</em>), dan “lingkaran api” (<em>circle of fire</em>).</p>
<p>Pesawat udara yang memiliki “ekor yang menyemburkan api dan air raksa” digambarkan di setiap bab dalam Samarangaua Sutradhara. Weda Sanskerta menyebutkan “dewa cahaya” (<em>lords of light</em>). Kitab-kitab Dzyan mengajarkan bahwa manusia pertama di bumi adalah keturunan Pitri yang merupakan manusia surga. Kitab ini menggambarkan dinasti purba sebagai “raja cahaya” (<em>the kings of light</em>) yang menduduki “singgasana surga”. Mungkinkah ini menggambarkan sesuatu yang kita kenal sebagai ET (<em>extraterrestrial</em>) atau UFO? Kitab Dzyan juga menyatakan bahwa “Raja Agung berwajah mempesona” (<em>Great King of the dazzling face</em>) memiliki kendaraan udara yang disebut “vimana” atau “viwon”.</p>
<p>Dua kitab Tibet, Tantyua dan Kantyua, beberapa kali menyebutkan mesin terbang prasejarah. Kitab-kitab ini menyebut pesawat udara aneh ini sebagai “mutiara di langit” (pearls in the sky) dan menyatakan bahwa informasi yang dikumpulkan dari “mutiara” tersebut sebagai rahasia dan tidak untuk dipublikasikan kepada masyarakat.</p>
<p><strong>Bola-bola di langit Roma</strong></p>
<p>Dalam De Divinatione, Cicero menyebutkan suatu masa ketika orang-orang melihat dua matahari. “…matahari bersinar di malam hari, ada kebisingan besar di langit, dan langit tampak akan meledak dengan bola-bola mempesona yang muncul.”</p>
<p>Pline the Ancient, dalam karyanya “Natural History” bab 33 volume 2, menyinggung tentang matahari malam hari (<em>nocturnal sun</em>) yang muncul di langit malam. “…yang membuat malam seterang siang… yang terlihat di bawah <em>consul</em> (hakim ketua di zaman Roma kuno-pen) S. Cecaelius dan G. Papirius dan pada kesempatan lainnya.”</p>
<p>“Batang bercahaya muncul di langit, serupa dengan yang terlihat setelah kekalahan angkatan laut yang ditandai dengan runtuhnya kekuasaan Lacedemonians di Yunani; volume percikan api yang terlepas dari bintang semakin membesar sambil menggapai bumi, dan setelah mencapai seukuran bulan, menyebarlah cahaya lembut dan kemudian pergi dalam bentuk obor. <em>Proconsul</em> Scainius dan rekan-rekannya menyaksikan fenomena ini.”</p>
<p><strong>Dewa dari Zaman Purba atau Pengunjung dari Angkasa</strong><br />
<img title="Artwork41" src="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork41.jpg?w=499&#038;h=470&#038;h=470" alt="Artwork41" width="499" height="470" /></p>
<p><strong>Dewa bukanlah mahkluk halus (<em>ethereal being</em>)</strong><br />
Di zaman purba, di Mesir, Mesopotamia, dan Yunani, nenek moyang kita menganggap dewa sebagai manusia super (<em>super-huma</em>n) yang telah mencapai tingkat kesempurnaan dalam segalah hal.</p>
<p><strong>Mereka datang untuk berpesta dan bersenang-senang dengan manusia</strong><br />
Orang-orang purba menyambut dewa-dewa ini dengan senang hati ketika sang dewa turun dari kerajaan surganya untuk mengajar dan bersenang-senang dengan makhluk bumi.</p>
<p><strong>Pendiri dunia dan peradaban</strong><br />
Mereka dianggap sebagai pendiri dunia dan semua peradaban di bumi. Leluhur kita, yang takut dan terpesona pada dewa-dewa ini serta kekuatan mereka yang luar biasa yang membuat mereka mampu memanipulasi dan mengendalikan alam, lalu memuliakan mereka den memberi mereka nama-nama. Nama-nama ini, yang belakangan diterjemahkan oleh beberapa penerjemah, melahirkan representasi abstrak tentang dewa.</p>
<p><strong>Sisa-sisa pada lintasan mereka di benua-benua</strong><br />
Beberapa tradisi di berbagai tempat menyebutkan tentang manusia-manusia luar biasa yang datang dari langit. Dan di lokasi yang berjauhan di setiap benua, terdapat keserupaan yang ganjil antara beragam tradisi.</p>
<p>Bahkan dalam Bibel, tempat penyimpanan besar mistikisme barat, terdapat banyak kiasan mengenai makhluk surga yang tinggal bersama dengan manusia, meskipun otoritas keagamaan telah berusaha keras untuk menyembunyikan bagian-bagian ini dari penduduk dunia. Genesis 6.2:</p>
<p>“…putra-putra Elohim menyadari bahwa putri-putri manusia memiliki rupa yang cantik dan kemudian mereka mengambil yang mereka senangi sebagai istri, dan dari perkawinan ini lahirlah Nephilim, yang merupakan pahlawan di zaman dahulu…”</p>
<p><strong>Di Amerika</strong></p>
<p><strong>Bep Cororoti, ajaran Kayapos:</strong><br />
Jauh dari umat manusia, di Amazon, dewa-dewa pun tingggal di antara manusia. Di jantung hutan liar, Kayapos, sebuah suku yang masih hidup hingga hari ini sejak ribuan tahun lalu, menceritakan bahwa, di masa-masa yang sangat lampau, seorang pengunjung yang datang dari langit dengan menaiki kendaraan bercahaya tinggal bersama mereka dalam waktu lama. Ia mendirikan sekolah pertama. Ia mengajari mereka agrikultur dan teknik-teknik baru untuk membuat alat berburu, dan hal lainnya. Namanya Bep Cororoti yang berarti “<em>I come from the Universe</em>” (saya datang dari alam semesta). Suatu hari ia meninggalkan mereka dan menuju bintang-bintang dengan menaiki kendaraannya yang menghasilkan bunyi seperti guntur. Hingga hari ini, suku tersebut menunggu ia kembali sebagaimana janjinya kepada mereka.</p>
<p>Apa alasan yang mendorong para pengunjung dari surga tersebut hingga memberi perhatian kepada laki-laki dan wanita bumi? Mengapa mitos-mitos ini begitu serupa satu sama lain di berbagai benua? Apa hubungan yang berlangsung di antara kita dengan mereka?</p>
<p>QUICHES Maya menulis, dalam Popol Vuh, bahwa <em>the Maker</em> dan <em>the Creator</em> menciptakan daging manusia dari bumi dan lumpur. Dalam Bibel, “Yahwe” menciptakan manusia dari tanah pekat, dari tanah; kesamaan yang sangat mengagumkan!</p>
<p><strong>Di India</strong></p>
<p><strong>Rama beruntung karena pertolongan dewa penyelamat</strong><br />
Ramayana adalah teks legenda yang menceritakan upaya pencarian Rama untuk menemukan istrinya, Sita, yang diculik oleh ketua para Giant (manusia raksasa).</p>
<p>Ravan, King of the Giant, menculik Sita (istri Rama) dan membawanya ke Pulau Lanka (Ceylon). Di sinilah King of the Apes menemukan Sita. Rama mengumpulkan pasukan untuk membebaskan istrinya:</p>
<ul>
<li>“Matall, the Brave, mengendarai kereta tempur (chariot) yang ditarik oleh kuda-kuda mirip sinar matahari. Saat Rama yang agung sedang mencari-cari lawannya untuk memulai pertempuran yang menentukan, Matall memberi Rama senjata surga yang berkilauan.”</li>
<li>Ketika ia turun ke dalam pertempuran, dewa memberikan bantuan. “Ambillah tank ini,” ucap Matall, “dewa penyelamat telah menawarkannya padamu. Ambillah kuda-kuda surga ini, kereta tempur emas milik Indra.”</li>
<li>Ketika itu, terjadi duel mengerikan antara Rama dan Ravan. Sang raksasa terbunuh: “pertempuran tersebut berlangsung hingga Rama, dalam keadaan murka, mengacungkan senjata Brahma yang mengerikan, menyala dengan api surga, senjata yang diberikan oleh dewa Agostya pada sang pahlawan, bersayap seperti tombak Indra, mematikan seperti ledakan halilintar di langit.”</li>
<li>Rama berlari dari atas mesinnya, diselimuti asap dan kemudian melemparkan halilintarnya.</li>
</ul>
<p><strong>Di Afrika</strong></p>
<p><strong>DOGON</strong><br />
Para Dogon dari Mali selama beraba-abad telah mengklaim bahwa mereka adalah keturunan orang-orang dari Sirius, bintang tiga rangkap (<em>triple star</em>). Di abad ke-19, para astronom menemukan bahwa Sirius merupakan bintang rangkap dua (<em>double star</em>). Akankah kita, di masa depan, menemukan bahwa SIRIUS merupakan <em>triple star</em>? “To be continued” (masih ada lanjutannya-penj).</p>
<p><strong>Di suku PENDE</strong><br />
Di suku Pende, Kongo Selatan, orang-orang suku mengatakan bahwa di permulaan zaman, kegelapan merajalela di mana-mana, bumi kehilangan sungai-sungai meskipun hujan terus berlangsung. Kala hujan berhenti, Mawese, dewa tertinggi, menata aliran air menuju sungai-sungai, setelah itu ia menciptakan manusia. Ia mengajari mereka cara menanam padi-padian, jagung…</p>
<p>Merasa lelah hidup sendiri, ia mengambil Muvadia sebagai istrinya dan lalu menjadi ayah. Selanjutnya ia pulang ke langit, membawa beberapa manusia bersamanya yang kemudian kembali lagi sebagai para pembawa api.</p>
<p><strong>Di Samudera India dan Pasifik</strong></p>
<p><strong>Di Andaman</strong><br />
Menurut sebuah kebudayaan primitif di Samudera India, dewa Puluga tinggal di langit, dikelilingi oleh matahari, bulan, dan bintang-bintang. Ia menciptakan dunia serta manusia pertama di bumi.</p>
<p><strong>Di Jepang</strong><br />
Dewi Amaterasu melahirkan Ninigul, kaisar pertama Jepang. Hingga hari ini di Jepang, tradisi mengajarkan bahwa sang kaisar adalah keturunan dewa.</p>
<p><strong>Di Selandia Baru</strong><br />
Para Maori (orang aborigin Selandia Baru-penj) menceritakan bahwa dewa Tane, yang datang dari langit, menciptakan wanita pertama dari segenggam tanah dan lalu meniupkan kehidupan ke dalamnya.</p>
<p>Orang-orang purba dari semua budaya telah berhasil mengirimkan satu pesan yang sama: bahwa pengunjung dari surga merupakan pencipta kehidupan di planet ini.</p>
<p><strong>Di Zaman Kuno:</strong></p>
<p>UFO bukanlah hal baru. Dalam Bibel dan tulisan lainnya, para penulis kronik (catatan/sejarah) telah sering menggambarkan satu fenomena mencolok yang sangat mirip dengan fenomena UFO di zaman sekarang.</p>
<p>Dari catatan-catatan ini, menjadi bukti bagaimana makhluk-makhluk surga terus-menerus memberi dukungan teknis dan logistik kepada Patriarch (bapak manusia), kepada para kepala suku, dan kepada para nabi. Makhluk surga ini sering disebut sebagai <em>angel</em> (malaikat, dari kata Yunani, angelos, yang berarti pembawa pesan/pesuruh/kurir), atau kadang-kadang disebut sebagai pimpinan tentara surga atau bahkan penguasa kerajaan surga.</p>
<p>Ketika makhluk-makhluk surga ini mengontak para nabi, dengan kata lain ketika menemui utusan mereka di bumi, mereka berjalan di langit dengan menaiki awan logam (<em>metallic</em>), atau pilar-pilar api, atau kereta tempur (<em>chariot</em>) api atau kendaraan asing lainnya.</p>
<p><strong>Deskripsi-deskripsi alegoris dalam Bibel:</strong></p>
<ul>
<li> Ezekiel melihat empat roda yang sedang berputar di langit (Ezekiel 1-4)</li>
<li> Gumpalan awan-awan yang menuntun kaum Hebrew saat eksodus pada hari itu (Eksodus 13-21)</li>
<li> Pilar api yang menuntun mereka di malam hari (Eksodus 14-19)</li>
<li> Keturunan Yahwe dalam “glory of hosts” (cahaya rombongan) di atas Gunung Sinai (Eksodus 24-17)</li>
<li> Nabi Elijah tersapu di langit oleh angin puyuh (Raja-raja 2-1)</li>
<li> Bintang menuntun tiga Raja yang datang untuk memberi bantuan dan dukungan materi kepada Yesus yang baru lahir (Matius 2-2)</li>
</ul>
<p>Dalam al-Quran, di surat 17 yang disebut “Perjalanan di Malam Hari”, disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw diangkut dari Mekkah ke Yerusalem dalam satu malam dengan Al-Baraq (Buraq-penj), kuda terbang.</p>
<p>Dalam kitab kuno “Memories of Sovereigns and Kings” yang diterbitkan di abad ke-3, digambarkan bagaimana di China, pada milenium ke-3 sebelum masehi, sebelum kelahiran Huang Ti atau Chi You (dua pahlawan yang kelak memimpin), “putra-putra dari langit” (<em>sons from the sky</em>) turun ke bumi dengan menaiki bintang, bentuk dari cawan.</p>
<p>Dalam kaidah Tao Suci, terdapat beberapa deskripsi yang mengherankan mengenai peralatan penggerak (<em>means of locomotion</em>) yang digunakan oleh “putra-putra dari langit”. Tiap deskripsi menyamakan peralatan penggerak ini dengan tamsilan seekor binatang, mungkin karena istilah yang dibutuhkan untuk melukiskan mesin semacam itu belum ada.</p>
<p><strong>Bagaimana kita akan menggambarkan sebuah pesawat terbang atau helikopter pada masa 1000 tahun lalu? Coba saja: istilah apa yang akan Anda gunakan?</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asukowe.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asukowe.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asukowe.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asukowe.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asukowe.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asukowe.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asukowe.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asukowe.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asukowe.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asukowe.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asukowe.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asukowe.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asukowe.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asukowe.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=162&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asukowe.wordpress.com/2010/11/24/%e2%80%9cancient-ufo-artworks-in-a-religious-context%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d05f1343ec5e1eca3cb1966869960b1f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asukowe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork1.jpg?w=300&#38;h=447" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork2.jpg?w=390&#38;h=250" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork3.jpg?w=220&#38;h=430" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork4.jpg?w=377&#38;h=202" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork4-zoom1.jpg?w=299&#38;h=241" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork4-zoom1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork4-zoom2.jpg?w=221&#38;h=147" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork4-zoom2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork5.jpg?w=380&#38;h=522" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork5-zoom.jpg?w=500&#38;h=237" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork5-zoom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork6.jpg?w=286&#38;h=341" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork6-zoom1.jpg?w=200&#38;h=182" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork6-zoom1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork6-zoom2.jpg?w=200&#38;h=182" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork6-zoom2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork7.jpg?w=474&#38;h=638" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork8.jpg?w=500&#38;h=743" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork9.jpg?w=316&#38;h=222" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork10.jpg?w=191&#38;h=296" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork11.jpg?w=210&#38;h=275" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork12.jpg?w=476&#38;h=611" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork13.jpg?w=340&#38;h=298" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork13</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork14.jpg?w=395&#38;h=275" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork14</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork15.jpg?w=319&#38;h=450" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork15</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork15-zoom.jpg?w=403&#38;h=322" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork15-zoom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork16.jpg?w=377&#38;h=274" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork16</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork17.jpg?w=241&#38;h=384" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork18.jpg?w=485&#38;h=275" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork18</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork18-zoom.jpg?w=500&#38;h=231" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork18-zoom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork19.jpg?w=140&#38;h=280" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork19</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork20.jpg?w=164&#38;h=303" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork20</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork21.jpg?w=164&#38;h=303" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork22.jpg?w=287&#38;h=360" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork23.jpg?w=217&#38;h=307" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork23</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork24.jpg?w=268&#38;h=198" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork25.jpg?w=284&#38;h=200" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork25</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork26.jpg?w=195&#38;h=200" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork26</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork27.jpg?w=450&#38;h=200" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork27</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork28.jpg?w=396&#38;h=194" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork28</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork29.jpg?w=336&#38;h=232" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork29</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork30.jpg?w=288&#38;h=181" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork30</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork31.jpg?w=200&#38;h=161" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork31</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork32.jpg?w=263&#38;h=131" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork32</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork33.jpg?w=262&#38;h=130" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork33</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork34.jpg?w=348&#38;h=233" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork34</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork34-zoom.jpg?w=241&#38;h=180" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork34-zoom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork35.jpg?w=233&#38;h=300" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork35</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork36.jpg?w=307&#38;h=224" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork36</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork37.jpg?w=500&#38;h=325" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork37</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork38.jpg?w=346&#38;h=308" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork38</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork39.jpg?w=213&#38;h=378" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork39</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork40.jpg?w=500&#38;h=390" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork40</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unseenhands.files.wordpress.com/2009/05/artwork41.jpg?w=499&#38;h=470" medium="image">
			<media:title type="html">Artwork41</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanya dan Dijawab</title>
		<link>http://asukowe.wordpress.com/2010/11/24/tanya-dan-dijawab/</link>
		<comments>http://asukowe.wordpress.com/2010/11/24/tanya-dan-dijawab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2010 03:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asukowe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asukowe.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Conversation of Two Apes by Aajin Sangmusafir Seorang teman menulis surat dengan nada yang lucu yang tidak pernah saya terima dari teman-teman yang lain. Demikian bunyinya (untuk selanjutnya tulisan beliau akan di cetak miring): Aajin yang saya hormati, apa yang harus dilakukan seekor monyet yang telah berevolusi menjadi cerdas dan berjalan dengan kedua kaki, memiliki keterampilan, budaya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=153&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Conversation of Two Apes by Aajin Sangmusafir </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seorang teman menulis surat dengan nada yang lucu yang tidak pernah saya terima dari teman-teman yang lain. Demikian bunyinya (untuk selanjutnya tulisan beliau akan di cetak miring):</p>
<p><strong><em>Aajin yang saya hormati, </em></strong></p>
<p><strong><em>apa yang harus dilakukan seekor monyet yang telah berevolusi menjadi cerdas dan berjalan dengan kedua kaki, memiliki keterampilan, budaya, mitos dan hasil cipta, karya, karsa golongannya sendiri. apakah monyet itu harus merasa lain dari makhluk lain, mengakui paling mulia dan paling sempurna.. ataukah ada PR yang lebih besar dari itu semua.. mohon penjelasannya aajin. terima kasih</em></strong></p>
<p>Jawaban saya:</p>
<p>Sdr homo sapiens sapiens spiritus yang saya hormati juga ,</p>
<p>Kera yang telah berevolusi itu, justru harus sadar bahwa berkah evolusi itu sendiri mempersyaratkan tanggung jawab yang lebih luas di bumi ini.</p>
<p>Dengan ditemukannya teknologi, sains, etika dan spiritualitas yang terkandung secara inheren dalam perjalanan evolusinya yang panjang dan melelahkan ini, justru seharusnya ras kera besar ini diharapkan lebih bertanggung jawab untuk memelihara keberlangsungan kehidupan di dunia ini.<span id="more-153"></span></p>
<p>Pada jaman2 mitologis dulu, kerinduan dan rasa tanggung jawab  ini terkandung dalam budaya dan dibakukan oleh agama-agama . Contoh :</p>
<p>- Suku kubu dan Suku Anak Dalam hanya menebang pohon yang sudah masak umurnya.</p>
<p>- Masyarakat di mana Hindu dan Buddhisme jadi mayoritas, sering melepaskan burung dan ikan serta mahluk lain ke habitatnya . Sekalipun tujuan mereka bersifat rohaniah yaitu mengikis karma, namun tujuan ekologisnya jelas, yaitu mengembalikan pada alam ini mahluk-mahluk hidup agar tercipta keseimbangan ekologi kembali.</p>
<p>- Masyarakat Israel kuno emelihara hari ketujuh / sabbat.Manfaatnya adalah agar para budak dapat merasakan 1 hari libur, lepas dari kerja paksa yang dituntut oleh tuannya.</p>
<p>- Pula dalam budaya agraris Israel, setelah 6 tahun musim tanam, tahun ketujuh tanah dibiarkan tidak ditanami. Bagi mereka itu hukum tuhan, namun bagi kita yang kenal sains, itu berarti memberi waktu bagi tanah untuk meregenerasi proses penyuburan tanah itu sendiri.</p>
<p>- Masih juga dalam budaya Israel kuno, setelah habis masa 7 x 7 tahun sabat atau 49 tahun, pada tahun kelima puluh adalah tahun dimana para budak harus dibebaskan, hutang-hutang kaum miskin harus dianggap lunas. Itu disebut tahun Jubelium atau tahun pembebasan. Bukankah ini juga suatu kearifan agama pada jaman itu?</p>
<p>Dan ada banyak kearifan-kearifan lokal pada masyarakat kita, yang kalau sisi mitologisnya disingkapkan nampaklah sisi-sisi komunalnya yang baik, misalnya tradisi tumpengang, larungan dsb.</p>
<p>Jadi buat koloni ras kera besar yang sudah melek sains ini, hemat saya tidak perlu merasa sombong, besar kepala, adigung -adiguna terhadap saudara-saudara mereka yang belum begitu beruntung dalam evolusi ini.  Justru ras kera besar hasil evolusi ini harusnya disadarkan akan betapa berat tanggung jawab mereka dalam dunia ini.</p>
<p>Sejak 10 ribu tahun terakhir, ketika ras kera besar mulai mengenal kapak dan berhenti dari nomaden, wajah bumi menjadi sama sekali berbeda. Terlebih setelah kera-kera besar cerdas ini menemukan cara untuk meningkatkan hasil  produksi lewat industri.</p>
<p>Dulu kera besar ini adalah mahluk tak berdaya di ancam oleh singa, anjing liar, dinginnya malam dan dicekam takut oleh dinginnya malam dan gemuruh halilintar ketika langit memuntahkan hujannya. Sekarang justru kera besar ini mengotori atmosfir dengan karbon, sisa pembakaran batu bara  dan emisi gas berbahaya, menyampahi daratan dan lautan dengan limbah industry dan nuklir.</p>
<p>Kendala terbesar kera-kera besar saat ini juga adalah adalah populasi yang tak terkendali.   Dahulu nenek moyang kita hanya berkelamin pada waktu musim kelamin saja. Namun berkat evolusi, siklusbereproduksi itu bisa dipercepat dan menjadi kegiatan rutin yang menguras tenaga dan berpotensi menumpulkan daya kerja otak kalau tidak dimanage dengan baik.</p>
<p>Karena populasi yang sedemikian pesat ini maka kompleksitas hidup yang padat, tuntutan kemapanan hidup dan persaingan semakin tidak terkendali.  Sehingga perhatian kera-kera besar ini melulu hanya ditujukan untuk kegiatan-kegiatan pemenuhan ekonomi, pada  masalah perut dan di bawah perut.</p>
<p>Begitu pula dengan managerial pemerintahan dan ekonomi yang tidak efektif dan korup yang menciptakan segelintir kaum yang kayanya tidak ketulungan sedangkan sebagian besar orang hidup dalam kemiskinan yang begitu telanjang.</p>
<p>Sayangnya sebagaian besar kera besar berjalan tegak di dunia ini masih senang membenamkan dirinya  dalam mitos-mitos tentang asal muasal keberadaan mereka di surga sana, karena begitu malunya mereka jika mengaku bahwa mereka sebenarnya  masih berkerabat dekat dengan simpanse dan bonobo.</p>
<p>Kera-lera besar berjalan tegak ini lebih senang menggadaikan  harta kekayaan yang di dapat dari perjalanan evolusi mereka yang mencengangkan ini, yaitu otak yang cerdas demi sejumput kepastian dan ketenangan hidup di alam baka.</p>
<p>Maka dari itu tidak aneh apabila mereka berlomba-lomba menginvestasikan harta mereka ke tabungan-tabungan surgawi semacam ibadah haji dan umroh, atau perpuluhan ke gereja yang kebanyakan dipakai untuk membuncitkan perut pendetanya, ketimbang memberikannya pada mereka yang sungguh-sungguh membutuhkannya, demi pengentasan kemiskinan dan peningkatan mutu pendidikan.</p>
<p>Mungkin itu yang bisa saya sampaikan buat anda, maaf jika tidak memuaskan anda.</p>
<p><strong>Tapi  Aa, kenapa ya kebanyakan manusia membutuhkan simbol2 yang terkesan irasional untuk mencapai hal ini dan itu. dan saya rasa setiap manusia memiliki sifat dasar berupa kebutuhan untuk itu (simbol). seperti mitos, mantra, dsb.</strong></p>
<p>Memang begitulah realitasnya sdr. homo sapiens sapiens spiritus.</p>
<p>Bukan hanya spiritualitas, bahkan sains pun  membutuhkan simbol-simbol, konsensus dan paradigma dalam mengkomunikasikan idea-ideanya.</p>
<p>Bedanya, sains didasari atas metodologi empiris-rasionalis, sehingga dari awal para saintiss harus sadar bahwa ketika suatu saat ada pendekatan yang lebih ajek dalam memerikan suatu hal maka, pendekatan lama bisa ditinggalkan, jika ternyata keliru,  atau diintegrasi ke dalam metodologi yang baru.</p>
<p>Kita bisa ambil contoh tentang geocentris yang terbukti salah dan digantikan dengan heliocentris yang benar.</p>
<p>Begitu pula gravitasi newtonian yang ternyata kurang sempurna kemudian iintegrasikan ke dalam relativitas einstein.</p>
<p>Saat ini kita sedang menanti apakah hukum realitvitas Einstein dengan Mekanika Quantum bisa dipadukan dalam M theory, yang baru bisa dipahami secara matematis namun belum bisa dibuktikan secara empiris.</p>
<p>Bedanya dengan sains, agama dan spiritualitas menyandarkan dirinya melulu pada mitos, iman,  dan pengalaman subyektif intuitif, yang ketika diverifikasi dan terbukti keliru, kebanyakan bisanya mencak-mencak dan mencap si lawan bicara sebagai monyet kafir, ateis, zionis laknatulah dsb.</p>
<p>Untuk itu harus diciptakan kesadaran yang besar pada jaman ini bahwa spiritualitas bukan untuk membawa si penekunnya pada pengalaman-pengalaman extra ordinary dan extra terrestrial , namun pada semangat untuk menyadari tanggung jawab kita di bumi ini, kini dan di sini bersama dengan orang-orang yang kita sapa sehari-hari. Buat apa kita memuja guru-guru masa lalu yang kita tidak tahu kebenaran historitasnya? Mereka benar-benar ada ataupun tidak ada kita juga tidak begitu yakin.</p>
<p>Untuk itulah saya menulis agar mendorong setiap pembaca berani eretas jalan spiritualitasnya masing-masing. Kita adalah guru sekaligus murid dari sekolah spiritualitas di Taman Bermain Bumi.</p>
<p>Kalau memang kita merasa bahwa symbol-simbol ketuhanan tertentu masih diperlukan, tidak jadi masalah. Namun sadari saja bahwa itu semua adalah alat psikologis yang terbatas. Kita memerlukannya sampai suatu saat kita sadar bahwa semua itu hanyalah kesadaran dalam diri kita sendiri. Seperti yang pernah saya tulis dalam note saya sebelumya, Hidup adalah Sebuah Perayaan, , bahwa Brahman, Tao,  Substantia, Alam Semesta atau Tuhan tidaklah berpribadi atau Niguna Brahman. Karena tidak berpribadi maka tidak akan pernah ada komunikasi “aku dan kau” antara Tuhan dan manusia.</p>
<p>Dalam upaya Untuk mempermudah komunikasi dan mengejawantahkan kerinduan-kerinduan psikologis suci ini, maka manusia mengalegorikan dan mengantromorphiskan Totalitas kemisterian Alam Semesta ini dalam idea-idea sederhana yang manusia eh kera besar itu kenal pada jamannya, misalnya kepala suku, raja dan kerajaannya, dsb. Kemudian terbentuklah figure-figur tuhan yang insani, berpribadi dalam bias-bias budaya, bahasa, zeitgeist dan worldview koloni-koloni kera besar ini.</p>
<p>Tujuan dari semua itu apaan sih? Tidak kurang dan tidak lebih agar manusia dapat mencari makna terdalam dari arti kehadirannya ini di bumi, dalam untaian evolusi peradaban, dalam semburat sejarah, agar mereka menyadari bahwa kehidupan mereka itu begitu ringkih, hanya bertumpu pada helaan nafas masuk dan keluar.</p>
<p><strong><em>Wah Apresiasi saya sangat besar atas tulisan aajin, trims</em></strong></p>
<p>Sama, apresiasi saya juga sangat besar pada teman-teman yang bersama-sama saya saling mencerahkan, termasuk anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asukowe.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asukowe.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asukowe.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asukowe.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asukowe.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asukowe.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asukowe.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asukowe.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asukowe.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asukowe.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asukowe.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asukowe.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asukowe.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asukowe.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=153&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asukowe.wordpress.com/2010/11/24/tanya-dan-dijawab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d05f1343ec5e1eca3cb1966869960b1f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asukowe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yg Natalan Tdk Masuk Surga</title>
		<link>http://asukowe.wordpress.com/2008/12/29/yg-natalan-tdk-masuk-surga/</link>
		<comments>http://asukowe.wordpress.com/2008/12/29/yg-natalan-tdk-masuk-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 12:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asukowe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asukowe.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Saya harus bilang, walaupun sebagai seorang muslim saya kadang meragukan omongan penceramah yang bergelar kyai dan haji, yang selalu mendahului pidato satu arahnya dengan sejumlah doa-doa dalam bahasa Arab yang saya tidak mengerti. Tidak semua omongannya saya bantah tentunya, sebab ada juga butir-butir kalimat yang menyejukkan yang selalu mengingatkan saya bahwa muara kehidupan yang terbaik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=145&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:180%;"><span style="font-weight:bold;">S</span></span>aya harus bilang, walaupun sebagai seorang muslim saya kadang meragukan omongan penceramah yang bergelar kyai dan haji, yang selalu mendahului pidato satu arahnya dengan sejumlah doa-doa dalam bahasa Arab yang saya tidak mengerti.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Tidak semua omongannya saya bantah tentunya, sebab ada juga butir-butir kalimat yang menyejukkan yang selalu mengingatkan saya bahwa muara kehidupan yang terbaik adalah menjadi manusia ber Tuhan.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Essensi sorga yang saya pertanyakan. Mengapa misalnya si penceramah selalu mengklaim bahwa surga cuma diperuntukan khusus untuk umat muslim. Seolah olah orang yang beragama lain kehilangan hak untuk masuk menikmati surga. Walaupun mereka baik, walaupun mereka tidak pernah menyakiti orang dan penuh kasih sayang.<img class="mce_plugin_wordpress_more" title="More..." src="http://dolphincyber.com/wp-includes/js/tinymce/themes/advanced/images/spacer.gif" alt="More..." width="100%" height="10" /></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Okelah si Penceramah bilang &#8220;Itu ada di Quran&#8221;. Ayat ayatnyapun dia kumandangkan. Tapi bukankah terjemahan Bismilahirahman Irahim itu adalah &#8220;Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi penyayang&#8221;? Bukankah dengan hanya memilih cuma orang Islam saja yang masuk Sorga, Allah melanggar ucapannya sendiri?</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Apakah Allah tidak mengasihi orang diluar Islam? Dan tidak menyayangi mahluk yang tidak mengenal Islam seperti aunt Geneva? Seperti Dave? Seperti jutaan manusia baik lainnya yang sama sekali tidak pernah mendengarkan ayat-ayat Quran?</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Seorang netter 3 hari yang lalu menceramahi saya tentang &#8220;kewajiban untuk membela Islam&#8221; dan &#8220;Keharaman untuk mengucapkan natal pada orang nasrani&#8221; Saya ingin bertanya apa buruknya memberikan mereka ucapan selamat beribadah kepada mereka yang berTuhan? Apakah Umar bin Khatab salah ketika dia sembahyang dalam gereja? Apakah Yasser Arafat berdosa ketika mengucapkan <a href="http://dewo.wordpress.com/2008/12/23/selamat-natal-2008/">pesan natal</a> untuk mereka? Lalu apakah saya juga harus menolak ketika banyak netter non muslim yang mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa?</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Saya harus bilang, manusia diciptakan Tuhan dengan akal. Jadi bila kita secara mentah-mentah menelan dogma yang tidak realistis, kita harus berani untuk mencoba kritis.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Saya rasa tidak ada yang salah dalam Al Quran. Yang salah mungkin tingkat pemahaman manusia. Dari semua ucapan Tuhan, selalu Bismillah yang menjadi pegangan saya, sebuah kalimat yang mendahului semua ayat. Sebuah identitas Tuhan nampak terlihat disana.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Saya harus katakan, Surga adalah milik semua orang. Semua penganut agama yang menjalankan akidah secara baik dan tulus. Bahkan Surga juga bagi orang-orang primitif tak mengenal agama, yang juga menaruh respek pada manusia selain golongannya. Yang tidak merampok dan memperkosa hak orang lain.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Pasti ada lagi orang yang akan menasehati tentang perlunya &#8220;memahami agama Islam secara lebih mendalam&#8221; nanti lewat email pada saya. Biasanya mereka bilang, Islam saya dangkal, kurang penghayatan. Jelas ada juga yang akan menuduh saya cuma berpura pura Islam.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Tapi katakan pada saya.<br />
Bagaimana mungkin Tuhan Yang maha Penyanyang memasukan orang-orang di gereja yang menangis ketika berdoa padaNYA? Juga orang Hindu di pura dan Budhis di candi mereka?</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Ketika doa mereka panjatkan, air mata mereka mengalir seperti sungai. Mereka begitu tulus dan tawakal. Mereka menunduk dalam keikhlasan. Merekapun meminta petunjuk dariNya untuk hidup lurus dan meminta ampun atas segala dosa yang pernah diperbuat.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Katakan pada saya.<br />
Jikapun mereka menyembah pada Tuhan yang salah. Apakah Tuhan yang asli seperti yang kaum muslimin miliki, akan tega membuang manusia manusia takwa ini kedalam neraka jahanam?</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Jika &#8220;ya&#8221; jawaban anda, maka saya akan menangis bersama sama mereka. Sebab saya banyak mengenal manusia yang lemah lembut dan toleran selama ini adalah manusia-manusia non muslim di sini. Sebagian telah menjadi anggota keluarga, sebagian lainnya teman kerja dan sebagian lainnya teman-teman sekolah.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><strong><em>Nb :</em></strong></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><em>Tulisan ini sangat favorit sehingga saya copas dari blog gila sahabatku,  Love is never die &#8230; </em><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asukowe.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asukowe.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asukowe.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asukowe.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asukowe.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asukowe.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asukowe.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asukowe.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asukowe.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asukowe.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asukowe.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asukowe.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asukowe.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asukowe.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=145&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asukowe.wordpress.com/2008/12/29/yg-natalan-tdk-masuk-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d05f1343ec5e1eca3cb1966869960b1f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asukowe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dolphincyber.com/wp-includes/js/tinymce/themes/advanced/images/spacer.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jilbab itu Budaya Kenapa Harus Wajib ?</title>
		<link>http://asukowe.wordpress.com/2008/06/10/jilbab/</link>
		<comments>http://asukowe.wordpress.com/2008/06/10/jilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 04:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asukowe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat direnungkan]]></category>
		<category><![CDATA[Jilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asukowe.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya sangat menyukainya, so saya taruh aja di sini Jilbab berasal dari daerah Timur Tengah (Middle East), banyak orang di daerah gurun tersebut, seperti yahudi, iran, israel, irak, dan sekitarnya bahkan daerah gurun di asia (gurun gobi), banyak juga yang memakai jilbab. Budaya menggunakan pelindung muka, pelindung rambut, leher dan baju langsung (kurung) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=140&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Artikel ini saya sangat menyukainya, so saya taruh aja di sini</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-141" src="http://asukowe.files.wordpress.com/2008/06/jilbab.jpg?w=256&#038;h=191" alt="" width="256" height="191" /></p>
<p style="text-align:justify;">Jilbab berasal dari daerah Timur Tengah (Middle East), banyak orang di daerah gurun tersebut, seperti yahudi,<br />
iran, israel, irak, dan sekitarnya bahkan daerah gurun di asia (gurun gobi), banyak juga yang memakai jilbab. Budaya menggunakan pelindung muka, pelindung rambut, leher dan baju langsung (kurung) sangat disukai didaerah gurun.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa? sebab memudahkan mereka untuk membersihkan pasir yang menempel di tubuh, di wajah, di rambut, di leher dan bahkan dimata (menggunakan cadar/kacamata). Jilbab tidak hanya dipakai oleh orang islam, selain islam-pun boleh memakainya bila mereka di daerah gurun pasir seperti itu. Dan terkadang karena sudah merupakan pakaian sehari-hari, yang menjadi kebiasaan turun-temurun, maka jilbab menjadi suatu budaya (culture)</p>
<p style="text-align:justify;">Jilbab-pun sebenarnya tidak hanya untuk wanita, sebab pria dinegara gurun-pun memakainya. Lalu mengapa orang-orang yang tidak tinggal di negara gurun dan bukan orang timur tengah lalu memakai jilbab?<br />
<span id="more-140"></span>Alasannya sederhana :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Ingin seperti orang timur tengah</li>
<li>Melakukan ritual keagamaan yang di sesuaikan dengan asal mula ajaran tersebut</li>
<li>Karena &#8220;lebih cantik atau tampan&#8221; memakai jilbab, terutama bagi muka yang bulat dan kotak, hingga mukanya dimanipulasi tampak oval/ lonjong.</li>
<li>Jilbab di &#8220;asumsikan&#8221; sebagai penutup aurat, apakah rambut di kepala itu aurat? bagaimana dengan leher? apakah rambut mengalahkan daya rangsang leher nilainya?</li>
<li>Karena ikut-ikutan dan ga tahu maksudnya</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Di negara yang dijamin keamanan dan di junjung tinggi persamaan derajat pria dan wanita, maka pilihan pakai &#8220;jilbab&#8221; cenderung ke hak pribadi. Tetapi apakah perlu memakai jilbab? Banyak masyarakat yang sudah tinggi tingkat peradabannya, maka moral tidak lagi digantungkan pada tampilan luarnya tetapi apa yang ada di dalam fikirannya, hingga mungkinkah para pria mengganggu wanita yang tidak berjilbab di negara kita? jawabannya mungkin &#8220;iya&#8221; mungkin &#8220;tidak&#8221; sebab, wanita yang tidak berjilbab pun tidak di ganggu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengganggu wanita dan memaksakan kehendak kepada wanita adalah melanggar hukum.Hal ini jelas terlihat di tempat umum, seperti mall, tempat renang, dan tempat-tempat umum lainnya para pria ditempat-tempat umum itu tidak akan mengganggu wanita yang tidak berjilbab maupun yang berjilbab. Jilbab, diasumsikan pula dengan &#8220;hijab&#8221; bagi beberapa orang, tetapi definisi kata hijab adalah &#8220;memberi batasan/ pembatasan&#8221; bukankah ditempat umum juga sudah disediakan hijab secara alami dan tidak berlebihan, seperti &#8220;pemisahan toilet pria dan wanita&#8221;. Pemakaian Jilbab dan pakaian tertutup di negara kita sangat kuat di daerah Indonesia bagian barat, seperti aceh, lalu mulai berkurang di daerah indonesia tengah, seperti jawa, bali dan sekitarnya, lalu mulai tanpa penutup didaerah timur Indonesia seperti Papua/ Irian Jaya (^_^). Tetapi di Papua juga tidak terjadi pemerkosaan. Budaya dan Lingkungan juga membuat orang tidak harus menggunakan jilbab, sebab &#8220;tata cara membina moral dan peradaban akan berbeda satu sama lainnya&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Jilbab sesuaikah diterapkan di negara kita dan masuk syariah yang harus dijalankan dalam hukum negara? kebijaksanaan yang luas, dan banyak melihat kebudayaan lain diluar daerah dan negara kita sendiri yang bisa memberikan solusi terbaik! oleh karena itulah, negara tidak boleh ikut campur dalam masalah keagamaan, dan segera &#8220;meng-amandemen-kan&#8221; agar Sila Pertama dari Pancasila segera &#8220;di ubah&#8221; agar menjadi lebih bijak,</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga Agama dan Tuhan &#8220;<strong>tidak lagi menjadi urusan negara</strong>&#8220;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asukowe.wordpress.com/140/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asukowe.wordpress.com/140/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asukowe.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asukowe.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asukowe.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asukowe.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asukowe.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asukowe.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asukowe.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asukowe.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asukowe.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asukowe.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asukowe.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asukowe.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asukowe.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asukowe.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=140&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asukowe.wordpress.com/2008/06/10/jilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d05f1343ec5e1eca3cb1966869960b1f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asukowe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asukowe.files.wordpress.com/2008/06/jilbab.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rokok Sayang &#8230;.</title>
		<link>http://asukowe.wordpress.com/2008/05/31/rokok-sayang/</link>
		<comments>http://asukowe.wordpress.com/2008/05/31/rokok-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 09:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asukowe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asukowe.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Taken from my Forum &#8230; Hari ini di seluruh dunia diperingati hari tanpa tembakau. Bagaimana khabarnya di Indonesia? ikuti fakta berikut : Indonesia menempati urutan teratas di dunia di lihat dari peningkatan jumlah perokoknya. Padahal di sebagian besar negara, terutama negara maju, jumlah perokok cenderung menurun. 70 % perokok di Indonesia adalah termasuk warga miskin, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=132&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8220;Taken from my Forum &#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-medium wp-image-133" src="http://asukowe.files.wordpress.com/2008/06/rokok2.jpg?w=249&#038;h=197" alt="" width="249" height="197" /></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Hari ini di seluruh dunia diperingati hari tanpa tembakau. Bagaimana khabarnya di Indonesia? ikuti fakta berikut :</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#000000;">Indonesia menempati urutan teratas di dunia di lihat dari peningkatan jumlah perokoknya. Padahal di sebagian besar negara, terutama negara maju, jumlah perokok cenderung menurun.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">70 % perokok di Indonesia adalah termasuk warga miskin, dan lebih hebat lagi rokok adalah belanja terbesar kedua setelah beras. Jangan-jangan BLT sekarang ini disiapkan juga oleh mereka untuk beli rokok…….</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Cukai rokok di Indonesia adalah termurah (persentase terhadap harga rokok) di dunia, setelah Laos. Padahal yg tanpa cukaipun banyak juga dipasar gelap rokok.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Cukai rokok yg ditarik oleh pemerintah Indonesia, tak ada sedikitpun yg disalurkan untuk dana kesehatan. Padahal sangat jelas bahanya rokok……..</span><span id="more-132"></span></li>
<li><span style="color:#000000;">Presiden beberapa waktu yg lalau meresmikan pabrik rokok di Jawa Timur, katanya salah satu tujuannya untuk mensejahterakan rakyat kecil! Memang banyak yg kontradiktif di negeri ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Indonesia termasuk dari sedikit negara di dunia yang membolehkan iklan rokok di televisi (aturan ini semakin bebas sejak era gusdur dan mega).<br />
</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Indonesia bertekad memerangi HIV-AIDS, tapi rokok dapat diakses oleh siapa saja, padahal para penggede bangsa ini tahu kalau rokok merupakan salah satu pintu masuk menuju ke sana.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Ada RPP/RUU tentang pembatasan peredaran/akses rokokyg ada di DPR, tapi sayangnya anggota dewan tidak akan membahasnya sampai tahun 2009 karena dianggap tidak penting</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Katanya kalo merokok itu nasionalis (nyumbang cukai pada negara), padahal pemilik pabrik rokok terbesar di Indonesia dimiliki Philip Morish <em>semoga aku bener nulis namanya</em> yg notabene punya Amrik. So, ketika anda merokok ya berarti anda nyumbang pada Amrik. Memang di negeri ini kalau diamat-amati aneh……</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Jangan harap peringatan bahaya merokok dalam setiap bungkus rokok mempan dan diikuti oleh masyarakat kita, lha wong yg di fatwa haram aja, malah laris kayak kacang goreng. </span></li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asukowe.wordpress.com/132/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asukowe.wordpress.com/132/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asukowe.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asukowe.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asukowe.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asukowe.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asukowe.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asukowe.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asukowe.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asukowe.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asukowe.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asukowe.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asukowe.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asukowe.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asukowe.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asukowe.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=132&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asukowe.wordpress.com/2008/05/31/rokok-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d05f1343ec5e1eca3cb1966869960b1f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asukowe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asukowe.files.wordpress.com/2008/06/rokok2.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dunia Tanpa Islam !!!</title>
		<link>http://asukowe.wordpress.com/2008/04/30/dunia-tanpa-islam/</link>
		<comments>http://asukowe.wordpress.com/2008/04/30/dunia-tanpa-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 19:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asukowe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asukowe.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Dari teman sebelahku : Dalam dunia nyata, tidak ada Ceteris Paribus. Jadi, kita tidak perlu berandai-andai bagaimana jadinya dunia tanpa Islam. Sejak kita membuka mata pertama kali di pagi hari, yang ada di depan kita adalah: Define reality! Define reality! No Ceteris Paribus! Realitasnya adalah, Islam pernah berjaya dalam masa keemasannya, pernah membantu &#8220;menerangi&#8221; kegelapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=106&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dari teman sebelahku :</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://asukowe.files.wordpress.com/2008/04/noislam.png?w=700" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam dunia nyata, tidak ada Ceteris Paribus.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, kita tidak perlu berandai-andai bagaimana jadinya dunia tanpa Islam. Sejak kita membuka mata pertama kali di pagi hari, yang ada di depan kita adalah: Define reality! Define reality! No Ceteris Paribus!</p>
<p style="text-align:justify;">Realitasnya adalah, Islam pernah berjaya dalam masa keemasannya, pernah membantu &#8220;menerangi&#8221; kegelapan di masa Dark Ages, dan Islam telah meninggalkan &#8220;golden footprints&#8221;-nya di mana-mana. Pada masa Gereja masih mengharamkan toleransi, pada masa Kristen sedang mengalami krisis dan babak belur dalam proses pendewasaannya, Islam mampu menawarkan knowledges and tolerance, dan membuktikan bahwa, yes, there have been great souls in Islam, too.<span id="more-106"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya, &#8220;those golden footprints&#8221; itu terputus di suatu titik. Terhenti. Dan, tidak pernah mucul lagi. Sedangkan kebangkitan yang diidam-idamkan oleh para pengikut Islam saat ini justru ditarik terlalu jauh ke belakang, ke masa di mana knowledges dan tolerance belum lagi &#8220;didefinisikan&#8221;, apalagi &#8220;ditawarkan&#8221;. Secara literal, yang saat ini mampu dimanfaatkan secara efektif oleh Islam hanyalah fear. No knowledges. No tolerance.  Dan, karenanya, no golden footprints.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat kita membuka mata di pagi hari, kita akan segera menyadari bahwa di dalam hidup nyata, there is no Ceteris Paribus. Islam akan terus ada di sekeliling kita dan akan terus mempengaruhi hidup kita dalam berbagai aspek, secara &#8220;positif&#8221; atau &#8220;negatif&#8221;. Kita semua berada pada suatu titik dalam sejarah, di mana dengan kecepatan perkembangan teknologi yang tidak terbayangkan sebelumnya, kita semua harus saling &#8220;bersentuhan&#8221; satu dengan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada titik ini, Islam dan juga umat manusia secara bersama, harus berani melalui tahap pendewasaan yang menyakitkan. Agar kita mampu hidup bersama, for our coexistence in this world, kita semua harus mampu melaluinya &#8211; karena hidup selalu berjalan ke depan, dan tidak melangkah mundur. Karena esensi hidup adalah perubahan, dan yang tidak pernah berubah hanyalah kematian.</p>
<p style="text-align:justify;">Karenanya, terhadap ekspresi-ekspresi seperti yang diungkapkan oleh Geert Wilders dalam film &#8220;Fitna&#8221;, kita harus berani dan bisa memberikan respon yang lebih dalam dan obyektif dari sekadar rasa marah dan terhina belaka, walaupun secara pribadi saya pun tidak menginginkan film ini ada. Ya, secara pribadi, saya menilai Geert Wilders bertujuan menghina Islam. Film ini jelas hanya akan membawa lebih banyak kejelekan daripada kebaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Film ini tidak menggambarkan keping-keping lain dari Islam, dan bahwa, the history has given us PROOF that there had been great souls in Islam who were able to offer tolerance, knowledges, and enlightment to the world. Juga, jika kita menarik sejarah pada perjalanan bangsa Indonesia, masih ingatkah kita semua pada apa yang telah dilakukan oleh para founding fathers kita dengan Piagam Jakarta? Perjalanan sejarah kemanusiaan telah menunjukkan pada kita: yes, there were, there have been, there are, and there will be, GREAT SOULS in Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">No Ceteris Paribus.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, itu bukan esensinya. Andaikata kita mampu membungkam Geert Wilders, dan mampu memusnahkan film &#8220;Fitna&#8221; ini, bukankah di kemudian hari tetap akan bermunculan berbagai versi &#8220;Geert Wilders&#8221; lainnya? Bukankah skenario-skenario seperti ini akan terus berulang dan berulang lagi?</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa? O, jawabannya akan begitu mudah kita dalihkan pada kita suci. &#8220;Hei, itulah yang ditulis dalam kitab suci! Kitab suci mengajarkan pada kita, musuh-musuh Islam tidak akan berhenti sebelum Islam musnah. Kita harus membabat semua musuh kita.&#8221; But, wait a minute. Jika kita mampu sekejap saja masuk ke dalam sanubari kita, menghilangkan rasa takut, dan mencoba jujur pada hati kita yang terdalam, kita akan mampu mempertanyakan dalih ini. Bukankah dalih ini sangat kekanak-kanakan? Bukankah dalih seperti ini adalah dalih yang mudah dan biasa dibuat oleh kanak-kanak tanpa harus menunggu wangsit dari seorang nabi? Bukankah dalih itu bersifat merusak secara universal? Siapa musuh kita? Benarkah semua yang berbeda dengan kita adalah musuh kita? Lalu mengapa Sang Pencipta menciptakan berbagai perbedaan? Mengapa kita harus susah-payah memerangi perbedaan-perbedaan itu dan menjadikan seluruh dunia sama dengan kita?</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat kita membuka mata di pagi hari, pada saat itulah kita membuat suatu keputusan untuk berjalan di tempat yang sama, atau berlari membebaskan diri dari rasa takut. Begitulah Islam harus menjalani proses pendewasaannya yang menyakitkan. Karena, distruktif atau tidak, dunia harus tetap bergerak ke depan secara bersama-sama, dan dunia tidak bisa menunggu berlama-lama&#8230; Mungkin pada saatnya nanti, pada akhirnya satu per satu dari kita akan  mampu membebaskan diri, mempu memandang lebih dalam, mampu lebih jujur pada hati sanubari, dan akan mampu bertanya secara perlahan-lahan,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Maybe, just maybe, there is something wrong (with Islam).&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Maybe, just maybe, we need to deal with that something from inside.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">No matter how ugly.<br />
No matter how painful.<br />
No matter how hopeless&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Coba lihat dan renungkan, dunia haruskah sama dengan kita ?</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://blogberita.net/2008/04/29/video-pendakwah-fpi-ajak-bunuh-ahmadiyah/">http://video-pendakwah-fpi-ajak-bunuh-ahmadiyah/</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asukowe.wordpress.com/106/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asukowe.wordpress.com/106/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asukowe.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asukowe.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asukowe.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asukowe.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asukowe.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asukowe.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asukowe.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asukowe.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asukowe.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asukowe.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asukowe.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asukowe.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asukowe.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asukowe.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=106&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asukowe.wordpress.com/2008/04/30/dunia-tanpa-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d05f1343ec5e1eca3cb1966869960b1f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asukowe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asukowe.files.wordpress.com/2008/04/noislam.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ada yang bilang Agama itu seperti istri tetangga, aku bilang Agama hanyalah baju</title>
		<link>http://asukowe.wordpress.com/2008/03/20/ada-yang-bilang-agama-itu-seperti-istri-tetangga-aku-bilang-agama-hanyalah-baju/</link>
		<comments>http://asukowe.wordpress.com/2008/03/20/ada-yang-bilang-agama-itu-seperti-istri-tetangga-aku-bilang-agama-hanyalah-baju/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 20:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asukowe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat direnungkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asukowe.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Forwarded Message : Waktu itu, tiap Rabu malam, saya dan teman-teman memilih nglurug ke patang puluhan, rumahnya Cak Nun, ini panggilan akrabnya penyair dan kiai mbeling Emha Ainun Nadjib. Kita bikin forum melingkar di situ. Biasanya kita bicara soal kesenian atau kebudayaan, tapi juga ngobrolin soal keagamaan. Forum itu diprakarsai oleh Sanggar Shalahuddin. Komandannya anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=108&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Forwarded Message :</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://asukowe.files.wordpress.com/2008/05/240px-religijnesymbolesvg.png?w=700" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">Waktu itu,  tiap Rabu malam, saya dan teman-teman memilih nglurug ke patang puluhan, rumahnya Cak Nun, ini panggilan akrabnya penyair dan kiai mbeling Emha  Ainun  Nadjib. Kita bikin forum melingkar di situ. Biasanya kita bicara soal kesenian atau kebudayaan, tapi juga ngobrolin soal keagamaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Forum itu diprakarsai oleh Sanggar Shalahuddin. Komandannya anak Solo, Nasution Wahyudi. Ini nama asli Jawa, nggak ada hubungannya dengan Nasution yang dari Medan. Pesertanya juga tidak cuma mahasiswa atau pemuda yang beragama Islam. Pendek kata, pemeluk berbagai agama berkumpul melingkar disitu.  Suatu malam, Cak Nun tanya pada kami di forum itu. &#8220;Apakah anda semua punya tetangga?&#8221; wah, saya sebenarnya belum punya. Tetapi saya anak kost, tentu saja kamar sebelah saya bisa disamakan dengan tetangga. Tetangga kost. Jadi saya ikut-ikutan saja menjawab : &#8220;Tentu saja punya&#8221;.<span id="more-108"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Cak Nun melanjutkan bertanya : &#8220;Punya istri enggak tetangga Anda?&#8221; Sebagian hadirin menjawab : &#8220;Ya, punya dong&#8221;. Saya diam saja. Rasanya tetangga kost saya bujangan semua. Kebanyakan jomblo. Maklum anak desa. Nggak pede ngajak pacaran teman kampusnya. Yang menarik adalah pertanyaan berikutnya : &#8220;Apakah anda pernah lihat kaki istri tetangga Anda itu? Jari-jari kakinya lima atau tujuh? Mulus atau ada bekas korengnya?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mulai kebingungan. Nggak ngeh sama arah pembicaraan Cak Nun. Kebanyakan menjawab : &#8220;Tidak pernah memperhatikan Cak. Ono opo Cak?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Cak Nun ndak peduli. Dia tanya lagi : &#8220;Body-nya sexy enggak?&#8221; Kami tak lagi bisa menahan tertawa. Geli deh. Apalagi saya yang benar-benar tidak faham arah pembicaraan sang Kiai mbeling itu. Cuma Cak Nun yang tersenyum tipis. Jawabannya bagus banget. Dan ini senantiasa saya ingat sampai hari ini. Sebuah prinsip pergaulan untuk sebuah negeri yang memilih Pancasila : &#8220;Jadi ya begitu. Jari kakinya lima atau tujuh. Bodynya sexy atau tidak bukan urusan kita, kan? Tidak usah kita perhatikan, tak usah kita amati, tak usah kita dialogkan, diskusikan atau perdebatkan. Biarin saja&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kenapa cak?&#8221; salah satu teman bertanya, penasaran. &#8220;Ya apa urusan kita ? Nah, keyakinan keagamaan orang lain itu ya ibarat istri orang lain. Ndak usah diomong-omongkan, ndak usah dipersoalkan benar salahnya,<br />
mana yang lebih unggul atau apapun. Tentu, masing-masing suami punya penilaian bahwa istrinya begini begitu dibanding istri tetangganya, tapi cukuplah disimpan didalam hati saja&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pun menangkap apa yang dia maksudkan. Saya setuju dengan pandangan Cak Nun. Dia melanjutkan serius : &#8220;Bagi orang non-Islam, agama Islam itu salah. Dan itulah sebabnya ia menjadi orang non-Islam. Kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa Islam itu benar ngapain dia jadi non-Islam? Demikian juga, bagi orang Islam, agama lain itu salah, justru berdasar itulah maka ia menjadi orang Islam. Tapi, sebagaimana istri tetangga, itu disimpan saja didalam hati, jangan diungkapkan, diperbandingkan, atau dijadikan bahan seminar atau pertengkaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Biarlah setiap orang memilih istri sendiri-sendiri, dan jagalah kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati dan mencintai istrinya masing-masing, tak usah rewel bahwa istri kita lebih mancung hidungnya karena Bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan tidak pakai dokter, umpamanya. Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-agama tak usah dipertengkarkan, biarkan masing-masing pada keyakinannya. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Mengasyikkan. Saya kagum dibuatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Cak Nun terus berkata : &#8220;Itu prinsip kita dalam memandang berbagai agama. Sementara itu orang muslim yang mau melahirkan padahal motornya gembos, silakan pinjam motor tetangganya yang beragama Katolik untuk mengantar istrinya ke rumah sakit. Atau, Pak Pastor yang sebelah sana karena baju misanya kehujanan, padahal waktunya mendesak, dia boleh pinjam baju koko tetangganya yang NU maupun yang Muhamadiyah. Atau ada orang Hindu kerjasama bikin warung soto dengan tetangga Budha, kemudian bareng-bareng bawa colt bak ke pasar dengan tetangga Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya. Begitu. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Kami semua terus menyimak paparannya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jadi ndak usah meributkan teologi agama orang lain. Itu sama aja anda ngajak gelut tetangga anda. Mana ada orang yang mau isterinya dibahas dan diomongin tanpa ujung pangkal. Tetangga-tetangga berbagai pemeluk agama, warga berbagai parpol, golongan, aliran, kelompok, atau apapun, silakan bekerja sama di bidang usaha perekonomian, sosial, kebudayaan, sambil saling melindungi koridor teologi masing-masing.&#8221;<br />
&#8220;Kerjasama itu dilakukan bisa dengan memperbaiki pagar bersama-sama, bisa gugur gunung membersihkan kampung, bisa pergi mancing bareng bisa main gaple dan remi bersama. Tidak ada masalah lurahnya Muslim, cariknya Katolik, kamituwonya Hindu, kebayannya Gatholoco, atau apapun. Itulah lingkaran tulus hati dangan hati. Itulah maiyah,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika mengatakan itu nada Cak Nun datar, nyaris tanpa emosi. Tapi serius dan dalam. Saya menyimaknya sungguh-sungguh. Dan saya catat baik-baik dalam hati saya. Sayangnya dunia memang tidak ideal. Di Ambon dan Palu, misalnya saya lihat terlalu banyak orang usil mengurusi isteri tetangganya. Begitu juga di<br />
berbagai tempat di dunia. Di Bosnia. Atau yang paling baru di Irak dan Afghanistan. Akibatnya ya perang dan hancu berantakan. Sangat menyedihkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, agama hanyalah baju</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asukowe.wordpress.com/108/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asukowe.wordpress.com/108/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asukowe.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asukowe.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asukowe.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asukowe.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asukowe.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asukowe.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asukowe.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asukowe.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asukowe.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asukowe.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asukowe.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asukowe.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asukowe.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asukowe.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=108&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asukowe.wordpress.com/2008/03/20/ada-yang-bilang-agama-itu-seperti-istri-tetangga-aku-bilang-agama-hanyalah-baju/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d05f1343ec5e1eca3cb1966869960b1f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asukowe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asukowe.files.wordpress.com/2008/05/240px-religijnesymbolesvg.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sinetron Religius VS Doraemon</title>
		<link>http://asukowe.wordpress.com/2008/01/17/sinetron-religius/</link>
		<comments>http://asukowe.wordpress.com/2008/01/17/sinetron-religius/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 18:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asukowe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asukowe.wordpress.com/2008/01/17/sinetron-religius/</guid>
		<description><![CDATA[Lama enggak nge blog, sekali buka WP langsung nemu bacaan kambing hitam soal kartun Doraemon, mulai bingung jugah kenapa boneka kartun Doraemon (warnanya merah biru putih = bendera amerika) kesayangan beta yang notabenenya buatan orang Jepang yang mayoritas beragama Shinto itu bisa-bisanya dianggap menyesatkan dan dilaknatullah? eh hubungannya apa sih Jepang sama Amerika? adakah konspirasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=94&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img style="border:0 none;display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:200px;" src="http://www.nintendojofr.com/images/nouvelles/2005/07/doraemon.jpg" border="0" alt="" />Lama enggak nge blog,  sekali buka WP langsung nemu bacaan <a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/12/21/dunia-doraemon-yang-sesat-dan-anakku/">kambing hitam</a> soal <a href="http://belasalafy.wordpress.com/2007/12/22/apa-salah-si-doraemon-sebuah-konspirasi-di-balik-imajinasi-kaum-kuffar-yang-menyesatkan/">kartun Doraemon</a>, mulai bingung jugah kenapa boneka <a href="http://abdurrahman.wordpress.com/2007/12/22/membongkar-kesesatan-doraemon-cs/">kartun Doraemon</a> (<em>warnanya merah biru putih = bendera amerika</em>) kesayangan beta yang notabenenya buatan orang Jepang yang mayoritas beragama Shinto itu bisa-bisanya dianggap <a href="http://antosalafy.wordpress.com/2007/12/19/membongkar-kesesatan-doraemon-cs/">menyesatkan</a> dan <a href="http://blogirang.wordpress.com/2007/12/21/lha-doraemon-sesat-adanya/">dilaknatullah</a>? eh hubungannya apa sih Jepang sama Amerika? adakah konspirasi Agamanya Jepang dengan agamanya Amerika?<span id="more-94"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Memang tipikal mereka dewasa ini kecenderungan seperti ini, Islam itu agama elite dan luar biasa, tapi sekarang lama makin lama jadi agama kampung gara-gara hal-hal yang tipe-tipe begini ….</p>
<p style="text-align:justify;">Bilang ajah karena cuma bisa bikin sinetron religi, jelas anak-anak enggak ada yang mau nonton cerita murahan dan bodoh begitu, lalu cari-cari kambing hitam, propaganda yang Doraemon lah, yang Dragon ball lah.</p>
<p style="text-align:justify;">Lama bin lama makanan pun bakal dijadikan pelampiasan, Jelas-jelas logikanya anak-anak enggak ada yang suka makan kurma atau daging onta. Nyata pilih es cream atau jajan hamburger pizza, Nah tunggu ajah sebentar lagi kerjaan mereka mengharamkan burger yang nyam nyam …</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kalah popularitas hendaklah jangan justru menyasar dengan menggunakan dalil agama, tetapi harusnya justru mereka melakukan introspeksi diri mengapa kartun tersebut begitu populer sedangkan justru ajaran agama di dalam sinetron religi mereka malah di anggap naif dimana mana. <span style="color:#333300;"><em>~Sedikit nyolong omongannya <a href="http://retorika.wordpress.com/2007/12/19/doraemon-pun-dijadikan-sasaran/">retorika</a>~</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Keq pengen menunjukkan pada seisi dunia : ini lho Agama Islam yang banyak musuhnya, di mana-mana di segala belahan penjuru bumi dimusuhi manusia, seperti menunjukkan kemanjaannya pada keluh dan kesahnya (sampai begitu naifnya dengan membuat musuh imajinatif, musuh bayangan, musuh semu, musuh maya dengan menghubungkan sesuatu kesesatan haram seperti Doraemon)</p>
<div style="text-align:justify;">Terima kasih sebelumnya atas inspirasi buat :</div>
<div style="text-align:justify;">1. <a href="http://wonggendeng.wordpress.com/2007/12/23/fatwa-wonggendeng-tentang-doraemon/">Wonggendeng</a><br />
2. <a href="http://chaosregion.wordpress.com/2007/12/20/ketika-petinggi-agama-mulai-menyalahkan-doraemon/">Chaosregion</a><br />
3. <a href="http://kabutorider.wordpress.com/2007/12/19/lagi-lagi-orang-menuduh-sesat-seenak-jidat/">Kabotorider<br />
</a>4. <a href="http://retorika.wordpress.com/2007/12/19/doraemon-pun-dijadikan-sasaran/">Retorika</a></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333300;"><em>Dicolong dari salah satu milis yahoo (Kusno) : </em></span></p>
<div style="text-align:justify;">Sering menyaksikan sinetron2 berlabel “religius” ? Dari segi judul sich kayaknya nich sinetron begitu “mendidik”, setidaknya bagi sebagian kalangan pemirsa yang merasa cocok dengan resep scenario seperti itu. Karena indikator rating menunjukkan bahwa sinetron model begitu digemari, maka tak heran tema2 seperti itulah yang dibongkar pasang oleh penulis scenario.</div>
<p style="text-align:justify;">Kalau mau berkaca ke belakang, ada beberapa sinetron impor yang lebih bagus inti dan misi ceritanya, yakni : “Highway to Heaven”, “Touched by an angel”, dan “Quantum leap”. Ketiga film seri ini boleh dibilang lebih menekankan pada misi kemanusiaan ketimbang membawa-bawa atribut agama sebagai pembenaran bahwa sinetronnya itu layak ditonton. Berikut beberapa ciri sinetron local yang malah “menyesatkan” dalam keadaan realitasnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kekerasan fisik</strong><br />
Adegan tempeleng muka istri, ucapan kasar istri pada suami, preman main pukul pedagang, lempar piring plus alat-alat dapur lainnya, pokoknya berantem abis.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Konflik keluarga</strong><br />
Mantu melawan mertua, kakak sirik dengan keadaan ekonomi adik, antar saudara rebutan istri orang, anak kena narkoba</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Selingkuh</strong><br />
Jangan lewatkan adegan ranjang yang sering ditampilkan. Atau acting abis baru mandi dimana sang tokoh antagonis hanya berbalut handuk dengan rambut masih terurai basah. Juga penampilan sang germo dengan dandanan seronoknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rebutan harta</strong><br />
Meski ditampilkan sudah punya rumah lumayan mewah, eh masih aza sirik dengan harta orang lain. Udah punya satu mobil, pengennya tiga kayak tetangga sebelah. Sifat rakus dan tidak pernah puas dieksploitasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Balas dendam<br />
</strong>Biasanya karena sang tokoh antagonis pernah dilecehkan oleh teman-temannya, dijadikan alas an untuk membantai mereka yang pernah menyakiti hatinya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ingin cepat kaya</strong><br />
Mulai dech cerita babi ngepet, minta petunjuk dukun, menggunakan susuk, dan sebagainya diumbar. Variasi tema lainnya : apalagi kalau bukan ingin cepat jadi selebritis. Dengan alasan bosan miskin, atau ingin dipuji orang lain</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ingin punya “ilmu”<br />
</strong>Ilmu disini maksudnya bukan ilmu pengetahuan yang diajari guru di sekolah, tetapi ilmu kebal, ilmu santet, pokoke ngelmu supaya orang takut. Disinilah praktek klenik, gaib, dan mistik “ditularkan” kepada pemirsa awam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Durhaka</strong><br />
Cerita Malinkundang ternyata berlanjut juga dalam sinetron beginian. Anak berani membentak bahkan menggampar ortunya seakan lazim untuk ditampilkan. Sosok guru kadang suka dilecehkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kekuasaan<br />
</strong>Selain harta, kekuasaan memang memabukkan. Maka ditampilkanlah sosok camat, bupati, tapi minimal kepala desa yang lebih bejat menjajah warganya daripada kompeni. Nggak berani tuch kalo nampilin gubernur anu atau anggota DPR yang korupsi. Udah jahat, rakus, plus sombongnya pun nggak ketulungan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Atribut religi</strong><br />
Peran dai, ulama, imam, maupun pemuka agama sering ditampilkan secara pasif. Porsi adegannya pun nggak jauh2 dari urusan pakai kopiah, sarung, kerudung, mukena, dan aksesoris khas Arab di saat sang tokoh antagonis dengan enaknya petantang petenteng. Tak lupa dialog “favorit” yang sering terlontar dari mulut mereka, kalau bukan “Astagafirullah”, pastinya “Inna ilahi na ina ilahi rojiun”.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada dua ending cerita yang bisa dijadikan bahan cerita. Pertama, sang tokoh baik dan jujur digambarkan akan mendadak mendapat berkah dari langit. Misalnya : tukang ojek jadi pengusaha dealer sepeda motor, pemulung bisa naik haji, tukang bubur punya restoran sendiri, dan sebagainya yang kebanyakan ilusi. Lha, iyalah disebut ilusi sebab cerita seperti itu hanya sekedar penghibur diri. Coba direnungkan, apakah setelah menonton tayangan bertema seperti itu, mendadak layanan pemda tanpa pungli aparatnya, buat surat perizinan tanpa harus diperas calo, anggota DPR tiba2 tidak mau jalan2 ke luar negeri, dan lain-lain ?</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, azab mengerikan bagi sang tokoh antagonis yang sepanjang 95% durasi sinetron digambarkan jahat nggak ada tobatnya. Entah itu ditabrak mobil, kaki lumpuh, kulit mengelupas, wajah seperti kena siram air keras, jatuh ke jurang, disambar petir, mayatnya dipenuhi belatung, dan masih banyak lagi adegan sadis lainnya. Sebegitu dangkal nyakah pemahaman para pengelola televisi tentang agama?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asukowe.wordpress.com/94/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asukowe.wordpress.com/94/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asukowe.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asukowe.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asukowe.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asukowe.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asukowe.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asukowe.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asukowe.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asukowe.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asukowe.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asukowe.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asukowe.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asukowe.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asukowe.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asukowe.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=94&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asukowe.wordpress.com/2008/01/17/sinetron-religius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d05f1343ec5e1eca3cb1966869960b1f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asukowe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.nintendojofr.com/images/nouvelles/2005/07/doraemon.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mati Lampu di Kalsel, Surat dari seorang teman &#8230;.</title>
		<link>http://asukowe.wordpress.com/2008/01/15/mati-lampu-di-kalsel-surat-dari-seorang-teman/</link>
		<comments>http://asukowe.wordpress.com/2008/01/15/mati-lampu-di-kalsel-surat-dari-seorang-teman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 14:58:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asukowe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asukowe.wordpress.com/2008/01/15/mati-lampu-di-kalsel-surat-dari-seorang-teman/</guid>
		<description><![CDATA[Enggak sengaja, sempat mampir ke blog nya Juragan Yari dia lagi habis energi katanya, wokwokwok&#8230; makanya celotehnya masalah lampu-lampuan segala, eh salah, kunang-kunang&#8230; Ada petikan khusus yang mau aku sentil di sini &#8220;&#8230; sedangkan di Kalimantan terdapat titik2 cahaya kecil di Balikpapan, Samarinda, Pontianak dan Banjarmasin serta kota2 di sekitarnya&#8230;&#8221; Intinya di sini sih saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=92&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img class="alignnone size-medium wp-image-123" src="http://asukowe.files.wordpress.com/2008/06/logo-pln.jpg?w=137&#038;h=178" alt="" width="137" height="178" /></p>
<p align="justify">Enggak sengaja, sempat mampir ke blog nya <a href="http://spektrumku.wordpress.com/2008/01/15/pemandangan-bumi-kita-di-malam-hari/">Juragan Yari</a> dia lagi habis energi katanya, wokwokwok&#8230; makanya celotehnya masalah lampu-lampuan segala, eh salah, kunang-kunang&#8230; Ada petikan khusus yang mau aku sentil di sini <a href="http://spektrumku.wordpress.com/2008/01/15/pemandangan-bumi-kita-di-malam-hari/">&#8220;&#8230; sedangkan di Kalimantan terdapat titik2 cahaya kecil di Balikpapan, Samarinda, Pontianak dan Banjarmasin serta kota2 di sekitarnya&#8230;&#8221;</a></p>
<p align="justify">Intinya di sini sih saya lalu jadi teringat surat seorang teman tahun lalu mengenai masalah kunang-kunangnya Yari ini, <em>Beberapa mungkin sudah edit sana sini</em> :</p>
<p align="justify"><span> Pertengahan 2005, saya hijrah ke Banjarmasin mengikuti suami yang memang kebetulan asli putra kelahiran Banjarmasin. Kedatangan saya kali pertama, langsung disambut dengan padamnya listrik di sekitar kediaman kami. Keesokan malamnya, ketika kami mengadakan selamatan pernikahan kami, listrik pun padam, sehingga kami terpaksa menggunakan <em>emergency lamp<span id="more-92"></span></em>. </span></p>
<p><span> </span></p>
<p align="justify"><span>Betapa takjubnya saya, karena ternyata semua tetangga saya memiliki <em>emergency lamp</em>, (<span style="color:#0000ff;"><em>sekarang sih bahkan semua kebanyakan sudah punya genset</em></span>) sesuatu yang tidak saya temui di kota-kota besar di Jawa. Belakangan saya tahu, ternyata walaupun tidak ada banjir ataupun Tsunami, di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, sangat rajin mati lampu. Dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Ternyata juga, sampai 2008 pemadaman listrik masih jadi hal yang sering terjadi. (<span style="color:#0000ff;"><em>Sebentar lagi&#8230; Pebruari 2008 katanya bakalan padam lagi</em></span>)<br />
</span></p>
<p><span> </span></p>
<p align="justify"><span>Masalah listrik yang sering padam, bukan masalah sepele. Secara moril-materiil jelas kami dirugikan. Alat-alat elektronika kami tidak bisa berfungsi maksimal dan waktu pakai menjadi lebih pendek alias lebih cepat rusak. </span></p>
<p><span> </span></p>
<p align="justify"><span>Yang aneh, mati listrik ini tidak pandang bulu. Karena ketika saya melahirkan anak pertama saya di RSUD Ulin, yang merupakan rumah sakit negara terbesar di Kalimantan Selatan (Kalsel), listrik juga mati. Satu hal lagi, saya tinggal di Banjarmasin, Kota yang paling besar dan modern di KalSel, dan rajin mati lampu, bagaimana dengan nasib kota-kota kecil lainnya di Kalimantan Selatan ini?</span></p>
<p><span> </span></p>
<p align="justify"><span>Sungguh saya menjadi sangat heran, kenapa ya selama bertahun-tahun tidak ada perhatian yang memadai dari pemerintah untuk hal ini. Boleh <em>dong</em> kami iri melihat saudara-saudara kami di Jakarta yang listriknya (hanya) beberapa hari mati karena banjir, mendapat permohonan maaf dari PLN dan ditayangkan di televisi. Padahal saya yakin, tanpa minta maaf pun warga Jakarta sangat maklum kenapa PLN memadamkan listriknya.</span></p>
<p><span> </span></p>
<p align="justify"><span>Sekitar 4 tahun lalu, ketika Jakarta mati lampu 3 hari saja, semua orang heboh. Demo di mana-mana oleh mahasiswa. Politikus ramai memberi kritik saran. Kenapa kami yang bertahun-tahun listrik rajin <em>byar-pet</em>, tidak ada yang peduli? </span></p>
<p align="justify"><em>dan seterusnya&#8230;. dan seterusnya&#8230;. </em></p>
<p align="justify">Helaladalah, malah lalu jadi ingat tulisannya  <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2007/05/11/yang-mengganggu-menyusahkan-dan-merepotkan/">dedengkot 049</a> yang sangat menyentuh sekali dan sungguh-sungguh melankolie, saya copy paste ajah ya&#8230; mudah2an 049 merelakan saya nyolong kopi nya, lumayan masih anget kok apalagi kalo nyruputnya campur dengan jenang goreng &#8230;</p>
<p><span> </span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">&#8220;&#8230;.. Sebenarnya inti dari kekesalan saya adalah pemadaman aliran listrik yang terus menerus dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara yang membuat aktifitas perbloggingan terganggu, tadi malam bahkan seorang bapak hanya bisa geleng geleng kepala saat proses download beliau yang sudah mencapai 99% harus buyar karena padamnya aliran listrik.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Padahal, Kalimantan Selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah. Batubara <em>(dimana sebenarnya benda ini bisa digunakan untuk menjadi sumber energi pembangkit listrik)</em><em> (dijual, lalu dibelikan peralatan canggih dan bahan bakar untuk menghasilkan listrik)</em> adalah contohnya.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Belum lagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riam Kanan yang seharusnya pada saat musim hujan seperti ini mencapai “peak performance”nya dalam penyediaan listrik. Namun kenyataan yang terjadi adalah, Banjarbaru yang lokasi geografisnya paling dekat dengan Kab. Banjar-lokasi dimana PLTA berada-malah merasakan langsung pemadaman aliran Listrik dalam frekuensi yang cukup sering.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Saat musim hujan, konon katanya pintu air harus dibuka tutup untuk mencegah overload <span style="text-decoration:line-through;">data</span> debit air, sehingga pembuka tutupan ini menghasilkan ketidakstabilan aliran listrik yang imbasnya adalah ajep ajep setiap malam. Kalau musim panas? Jelas, pemakaian listrik harus sering dikurangi. Alasannya adalah berkurangnya debit air yang selama ini berfungsi sebagai penggerak turbin. Lalu? Bagaimana dengan PLTU Asam Asam? Bah!!!!!!, tiap 3-4 bulan sekali mengalami perbaikan, dan hasilnya adalah pemadaman bergilir lagi. Lantas? Apa gunanya Kalimantan Selatan punya 2 Pembangkit Listrik? <strong>PLN SUCKS!!!!!!!</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Belum lagi mereka mereka itu senang sekali memainkan tombol on off listrik, mati-nyala, mati-nyala, nyala-mati. Seperti yang terjadi dalam beberapa hari ini, termasuk korbannya adalah komputer saya yang setiap dinyalakan harus checking file gara gara mati lampu yang membuat semua aplikasinya tersedot secara paksa.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Sebenarnya kalian mau nyediain Listrik™ ga sich? Apa kalian anggap pemadaman Listrik™ itu adalah mainan lampu ajep ajep? Sehingga keadaan kelap kelip menjadi kesukaan kalian? Kalau memang iya, berarti kalian memang suka ajep ajep pakai duit rekening listrik yang kami bayarkan selama ini! Masa sich kerusakan harus sampai jadi rutinitas? Masa juga kalian setiap musim mati lampu kalian </span><span style="color:#000000;"><a href="http://erander.wordpress.com/2007/04/05/bangsa-amnesia/"></a>amnesia? Katanya pemadaman bergilir, tapi kok hari ini daerah A mati lampu, esoknya derah A mati lampu lagi???????? Terus, apa kalian anggap mati lampu itu sama dengan kebutuhan makan manusia? Sampai sampai mati lampu bisa tiga kali sehari????</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Sebagai rakyat yang tukang protes dan mengungkapkan kebobrokan sendiri seperti yang dibilang seseorang di sini. Maka saya ingin protes sekaligus menawarkan beberapa usulan.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><strong>Pertama.</strong> Mending pelayanan Listrik™ diswastakan saja. sehingga pelanggan bebas memilih penyedia Listrik™ kesukaan mereka masing masing, kalau servisnya ga oke bisa pindah kelain hati dengan mudah.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><strong>Kedua.</strong> Segera bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, agar kebutuhan Listrik™ di Indonesia bisa terpenuhi.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><strong>Ketiga.</strong> Bila usulan kedua dan pertama terlalu berat untuk dijalankan, semisal kalian pura pura pura ga mau menerima swastanisasi Penyediaan Listrik™, dengan sok beralasan bahwa swastanisasi adalah Kapitalisme™, atau takut dengan sanksi Amerika kalau harus membangun PLTN. Maka usulan saya yang terakhir ini mungkin bisa kalian terima, bangun PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Manusia). Dijamin, bakalan mengurangi pengangguran, dan meminimalisasi mati lampu!!!!!!!!.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Sayah enggak ada komentar, enggak tauh ya kalo teman-teman yang lain &#8230;</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asukowe.wordpress.com/92/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asukowe.wordpress.com/92/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asukowe.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asukowe.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asukowe.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asukowe.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asukowe.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asukowe.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asukowe.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asukowe.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asukowe.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asukowe.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asukowe.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asukowe.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asukowe.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asukowe.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asukowe.wordpress.com&amp;blog=1531361&amp;post=92&amp;subd=asukowe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asukowe.wordpress.com/2008/01/15/mati-lampu-di-kalsel-surat-dari-seorang-teman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d05f1343ec5e1eca3cb1966869960b1f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asukowe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asukowe.files.wordpress.com/2008/06/logo-pln.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
