~ Shootgun Blues ~

AGAMA CUMA BAJU, YANG PENTING TUHAN

Arsip untuk kategori ‘Pusing bin Mumet

GAMBAR-KU sayang MUSIK-KU malang…

dengan 23 komentar

Beberapa teman2 yang kebetulan sudah berhasil masuk ke Islam (kebetulan dominan komunitas saya dikelilingi oleh mayoritas yang beragama kristen, budha), serentetan persoalan2 yang datangnya tidak disangka2 menggelisahkan hati dan pikiran kerap terjadi bahkan membuat mereka begitu down, sampai sempat berpikir parah begini : begitu sulit, rumit dan primitif sekali menjalani agama Islam…

Dia cerita gini : “saya sejak kecil sangat suka baca komik nonton komik dan suka meniru-meniru gambar komik, sampai akhirnya saya hobi menggambar kartun dan sesekali membuat komik pendek. Biasanya yang saya gambar adalah manusia kartun. gambar yang lucu-lucu. Saya juga sering memberi nama pada buku-buku pelajaran milik saya disertai gambar 2″

Tapi sejak saya baca bahwa menggambar makhluk hidup itu haram, saya jadi takut menggambar. padahal saya sangat suka menggambar, apalagi hanya untuk sekedar hobby atau corat-coret saja. Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh asukowe

September 12, 2007 pada 9:19 pm

Ditulis dalam Pusing bin Mumet

Puasa sebentar lagi, warung harus tutup

dengan 42 komentar

Kesedihan saya, iba saya, keprihatinan saya semakin menjadi-jadi kepada kaum muslim sekaligus agama saya yaitu Islam. Saya tidak tahu apakah memang pemahaman saya yang keliru atau ini memang sebuah ketidakdewasaan sikap orang-orang yang mengaku sebagai orang islam. Ketika ada beberapa berita di koran yang menurut saya sangat sepele hanya saja cukup menggelikan yaitu pemberitaan dilarangnya warung-warung makan, sekadup berjualan di siang hari di bulan puasa, bahkan dijadikan perda oleh pemerintah setempat!!

Apakah dengan bukanya warung2 tersebut menandakan rendahnya sikap toleransi beragama? Apakah dengan bukanya warung2 tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat atau bahkan lebih lanjut kalau benar dugaan saya yaitu mengakibatkan saudara2 kita umat muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa menjadi batal? apakah orang2 yang sedang makan di dalam warung tersebut adalah orang2 yang sedang tidak taat menjalankan ibadah puasa?.

Saya berpendapat sekalipun agak aneh, bahwa, menghormati puasa itu tidak perlu menyuruh orang menutup warungnya, biarlah mereka buka warung karena memang mereka mencari rezeki. Dengan adanya warung yang buka di bulan puasa, ibadah puasa kita bisa lebih tertantang. Jadi, orang cari rezeki dengan buka warung di bulan puasa barangkali ada orang musyafir yang ingin makan. Saya kira tidak perlu ada sepanduk hormatilah bulan puasa dan warung-warung mohon ditutup. Saya kira spanduk tidak perlu, kita tidak usah mengurusi hal-hal kecil seperti itu, mengingat berbagai persoalan yang lebih besar dan lebih tinggi masih banyak. Kecuali ada orang buka warung di bulan puasa dengan cara yang sangat menggoda dan demonstratif, itu perlu di peringatkan dengan cara yang santun dan bukan dengan cara sweeping apalagi penyitaan dagangan, bahkan ada yang pakai denda segala.

Saya percaya saudara2 kita umat muslim cukup dewasa dalam memahami makna puasa. Dimana mereka tidak hanya memahami puasa sebagai urusan untuk menahan lapar dan haus tapi juga hawa napsu. Saya tidak tahu apa yang melandasi pemikiran soal penutupan warung tersebut tersebut tapi bagi saya kalo hanya sekedar alasan ntuk menghormati saudara2 kita umat muslim itu cukup naif, karena saya yakin saudara2 kita umat muslim tidak akan dengan mudah tergoda untuk membatalkan puasanya hanya karena ada warung buka atau sekedar urusan lapar. Dalam kasus seperti ini harus dipahami adalah bayak pula saudara2 kita baik umat muslim -yang dikarenakan suatu hal misal sedang sakit, hamil dsb- atupun non muslim yang tidak menjalankan puasa. Kita juga harus menghargai mereka dan bahkan memberikan kesempatan bagi mereka untuk membeli makan di warung.

Warung2 itu sudah menutup jendelanya dengan “kelambu” alias tirai. bahkan warung itu menutup rapat2 semua jendela, dan hanya menyisakan sebuah pintu kecil yang terbuka.Mereka tidak bisa dihakimi sebagai iblis atau tukang goda orang yang berpuasa karena penampakan hidangan yang menggairahkan. Bahkan sebetulnya, penggunaan kelambu pun bisa diperdebatkan. Bukankah esensi puasa adalah menahan diri dari godaan, sehingga memperoleh kembali kesucian jiwa?

Kembali ke perda ramadhan oleh pemerintah setempat, Namun demikian, kalau sekiranya saya dimintai pendapat, apakah Perda Ramadhan itu perlu? Saya akan langsung bilang, perlu sekali. Tapi bukan dalam hal mengurusi orang puasa atau tidak puasa apalagi mengurusi warung (wong PUASA ramadhan itu urusan-Ku, kata Allah SWT. Artinya, umat-Nya ini mau puasa atau tidak bukanlah urusan RT/RW Camat Gubernur, Bupati/Walikota, bahkan Presiden dan apalagi Satuan Polisi Pamong Praja) Melainkan, bagaimana kiranya agar warga masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tenteram, dan damai. Misal, tidak boleh menyalakan petasan dan ada sanksi pidana kurungan bagi mereka yang menjual petasan di bulan Ramadhan. Perda Ramadhan itu juga penting untuk mengatur kehidupan ekonomi rakyat. Termasuk bagi pelaku ekonomi rakyat yang sehari-harinya memang harus membuka warung makan untuk sekadar bisa memberi-makan keluarganya. Misal, bagi pemilik warung makan dari kelompok ekonomi lemah wajib diberi subsidi dan atau modal usaha oleh pemda setempat untuk melakukan kegiatan ekonomi alternatif guna menjamin sumber pendapatan bagi keluarganya.

Sudah miskin, kere, disuruh tutup warungnya!! kenapa enggak disuruh mati sekalian? benar2 kejam saudara-saudara muslimku, lagipula apa pernah dengar ada orang buka warung di bulan ramadhan trus jadi kaya raya gitu? logikanya kan enggak ada saingan? dia sendiri yang buka warung dan jualan gitu? kok sempit amat pemikirannya.

Jujur saja, kebodohan-kebdohan islam seperti ini, sok agamis dan sok alim seperti ini yang membuat agama2 lain semakin menganggap islam agama itu murahan, agama penuh kesulitan, agama keji, jahat dan bukan sebagai agama yang membawa kedamaian.

Ditulis oleh asukowe

September 11, 2007 pada 1:05 pm

Ditulis dalam Pusing bin Mumet

Di Kolam …

dengan 4 komentar

Di analogikan (diumpakan sebagai persamaan dengan manusia) ada sekelompok ikan air tawar disuatu kolam yang jauh dari manapun mengklaim tidak akan pernah ada ikan lain seperti mereka begitulah kata nabi ikan ditempat tersebut, dan juga tidak akan pernah ada ikan yang secerdas atau lebih cerdas ditempat lain sebab begitulah kata tuhan ikan yang disampaikan ke nabi ikan ditempat mereka.

Demikian juga sebagian besar para ilmuwan ikan yang dipengaruhi oleh pola fikir nabi dan tuhan mereka berfikir demikian, sebab tidak bakalan ada ikan lain ditempat lain yang terlihat didetektor mereka sebab air laut yang jauh disana mengandung banyak racun (garam).

padahal di luar sana ada banyak kolam lain, ada banyak sungai, ada banyak payau, dan laut yang luas yang berisi berbagai macam jenis ikan, berbagai jenis satwa yang bukan ikan yang mampu berevolusi, bermutasi dan beradaptasi agar bisa hidup ditempat ekstrim sekalipun. Ada banyak kehidupan dan kecerdasan di luar sana yang bisa hidup, beradaptasi bahkan dimagma yang panas dan tanpa oksigenpun ada kehidupan, misalnya bacteri an aerob, yang artinya bacteri yang bisa hidup tanpa memerlukan oksigen.

kehidupan adalah adaptasi, dan jangan pernah meremehkan tidak bakal ada kehidupan ditempat lain (^_^)
Di analogikan pula bahwa Bumi adalah satu set TV, didalam TV tersebut ada satu stasiun TV yang sedang on air (siaran) dalam channel/ frekwensi tertentu (dunia). Tetapi sebenarnya ada banyak channel (dunia) yang ada disatu TV tersebut, hanya dengan berbeda frekwensi saja ternyata ada dunia lain yang juga ada kehidupan, ada kecerdasan, ada budaya dan peradaban lain, bisa saja berbeda acara (bentuk mahluk dan kehidupannya)
Jadi mungkin saja kita tidak perlu mencari jauh-jauh sampai ke planet lain, tata surya lain, atopun galaksi lain, sebab mungkin saja bila kita bisa menemukan alat yang mampu menembus frekwensi lain itu, maka kita akan menemukan dunia baru dan bentuk mahluk cerdas baru yang belum kita kenal selama ini atau bahkan sudah kita kenal namun beda budaya dan beda pola fikir!

Umpamakan saja frekwensi itu adalah tembok rumah tetangga kita, maka bila berhasil membobol
rumah tetangga kita itu, maka kita akan melihat bahwa “oh ternyata kita tidak sendiri”

Bila memang kita manusia bumi belum bisa menjelajah jauh keluar angkasa, maka kita berharap
saja mahluk cerdas dari planet yang sangat besar dari gugusan tata surya matahari hyper besar Antares dengan pesawatnya yang sangat besar lalu dengan teknologi manipulasi ukuran besar
dan mampu mengecilkan dirinya untuk bisa datang ke bumi kita.

Ukuran Matahari Bumi kita bagaikan satu titik debu dibandingkan dengan ukuran matahari tata surya Antares. Diumpamakan matahari tata surya Antares adalah sebesar matahari kita, dan matahari kita
bagaikan seukuran debu bagi Matahari Antares bila diperbandingkan.

Nah itu baru mataharinya, bagaimana dengan planet-planet dari tata surya Antares? pasti juga hyper besar,maka kemungkinan besar ukuran mahluk cerdas di Susunan Matahari Antares memiliki postur raksasa, berkali-kali lipat besarnya dari manusia di bumi,nah dengan diasumsikan ada mahluk cerdas yang berasal dari tata surya antares, maka untuk
datang ke tata surya kita memerlukan waktu yang sangat singkat, sebab pesawatnya pasti sangat
besar dan mampu menjelajah space (angkasa) dengan sangat cepat.

Diumpamakan pesawat ruang angkasa tercepat dibumi adalah kecepatan seekor semut, maka pesawat ruang angkasa mahluk cerdas planet dari tata surya antares adalah bagaikan kecepatan UFO yang pernah dilihat manusia, jadi sangat cepat sekali!

Mereka para alien mungkin saat ini sudah di bumi dan menunggu saat yang tepat untuk membuat
kontak pertama dijaman kita ini, sama seperti yang mereka lakukan dimasa lalu!

Ditulis oleh asukowe

Agustus 31, 2007 pada 7:30 am

Ditulis dalam Pusing bin Mumet

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.