Dari teman sebelahku :

Dalam dunia nyata, tidak ada Ceteris Paribus.
Jadi, kita tidak perlu berandai-andai bagaimana jadinya dunia tanpa Islam. Sejak kita membuka mata pertama kali di pagi hari, yang ada di depan kita adalah: Define reality! Define reality! No Ceteris Paribus!
Realitasnya adalah, Islam pernah berjaya dalam masa keemasannya, pernah membantu “menerangi” kegelapan di masa Dark Ages, dan Islam telah meninggalkan “golden footprints”-nya di mana-mana. Pada masa Gereja masih mengharamkan toleransi, pada masa Kristen sedang mengalami krisis dan babak belur dalam proses pendewasaannya, Islam mampu menawarkan knowledges and tolerance, dan membuktikan bahwa, yes, there have been great souls in Islam, too.
Sayangnya, “those golden footprints” itu terputus di suatu titik. Terhenti. Dan, tidak pernah mucul lagi. Sedangkan kebangkitan yang diidam-idamkan oleh para pengikut Islam saat ini justru ditarik terlalu jauh ke belakang, ke masa di mana knowledges dan tolerance belum lagi “didefinisikan”, apalagi “ditawarkan”. Secara literal, yang saat ini mampu dimanfaatkan secara efektif oleh Islam hanyalah fear. No knowledges. No tolerance. Dan, karenanya, no golden footprints.
Pada saat kita membuka mata di pagi hari, kita akan segera menyadari bahwa di dalam hidup nyata, there is no Ceteris Paribus. Islam akan terus ada di sekeliling kita dan akan terus mempengaruhi hidup kita dalam berbagai aspek, secara “positif” atau “negatif”. Kita semua berada pada suatu titik dalam sejarah, di mana dengan kecepatan perkembangan teknologi yang tidak terbayangkan sebelumnya, kita semua harus saling “bersentuhan” satu dengan lainnya.
Pada titik ini, Islam dan juga umat manusia secara bersama, harus berani melalui tahap pendewasaan yang menyakitkan. Agar kita mampu hidup bersama, for our coexistence in this world, kita semua harus mampu melaluinya – karena hidup selalu berjalan ke depan, dan tidak melangkah mundur. Karena esensi hidup adalah perubahan, dan yang tidak pernah berubah hanyalah kematian.
Karenanya, terhadap ekspresi-ekspresi seperti yang diungkapkan oleh Geert Wilders dalam film “Fitna”, kita harus berani dan bisa memberikan respon yang lebih dalam dan obyektif dari sekadar rasa marah dan terhina belaka, walaupun secara pribadi saya pun tidak menginginkan film ini ada. Ya, secara pribadi, saya menilai Geert Wilders bertujuan menghina Islam. Film ini jelas hanya akan membawa lebih banyak kejelekan daripada kebaikan.
Film ini tidak menggambarkan keping-keping lain dari Islam, dan bahwa, the history has given us PROOF that there had been great souls in Islam who were able to offer tolerance, knowledges, and enlightment to the world. Juga, jika kita menarik sejarah pada perjalanan bangsa Indonesia, masih ingatkah kita semua pada apa yang telah dilakukan oleh para founding fathers kita dengan Piagam Jakarta? Perjalanan sejarah kemanusiaan telah menunjukkan pada kita: yes, there were, there have been, there are, and there will be, GREAT SOULS in Islam.
No Ceteris Paribus.
Tapi, itu bukan esensinya. Andaikata kita mampu membungkam Geert Wilders, dan mampu memusnahkan film “Fitna” ini, bukankah di kemudian hari tetap akan bermunculan berbagai versi “Geert Wilders” lainnya? Bukankah skenario-skenario seperti ini akan terus berulang dan berulang lagi?
Mengapa? O, jawabannya akan begitu mudah kita dalihkan pada kita suci. “Hei, itulah yang ditulis dalam kitab suci! Kitab suci mengajarkan pada kita, musuh-musuh Islam tidak akan berhenti sebelum Islam musnah. Kita harus membabat semua musuh kita.” But, wait a minute. Jika kita mampu sekejap saja masuk ke dalam sanubari kita, menghilangkan rasa takut, dan mencoba jujur pada hati kita yang terdalam, kita akan mampu mempertanyakan dalih ini. Bukankah dalih ini sangat kekanak-kanakan? Bukankah dalih seperti ini adalah dalih yang mudah dan biasa dibuat oleh kanak-kanak tanpa harus menunggu wangsit dari seorang nabi? Bukankah dalih itu bersifat merusak secara universal? Siapa musuh kita? Benarkah semua yang berbeda dengan kita adalah musuh kita? Lalu mengapa Sang Pencipta menciptakan berbagai perbedaan? Mengapa kita harus susah-payah memerangi perbedaan-perbedaan itu dan menjadikan seluruh dunia sama dengan kita?
Pada saat kita membuka mata di pagi hari, pada saat itulah kita membuat suatu keputusan untuk berjalan di tempat yang sama, atau berlari membebaskan diri dari rasa takut. Begitulah Islam harus menjalani proses pendewasaannya yang menyakitkan. Karena, distruktif atau tidak, dunia harus tetap bergerak ke depan secara bersama-sama, dan dunia tidak bisa menunggu berlama-lama… Mungkin pada saatnya nanti, pada akhirnya satu per satu dari kita akan mampu membebaskan diri, mempu memandang lebih dalam, mampu lebih jujur pada hati sanubari, dan akan mampu bertanya secara perlahan-lahan,
“Maybe, just maybe, there is something wrong (with Islam).”
“Maybe, just maybe, we need to deal with that something from inside.”
No matter how ugly.
No matter how painful.
No matter how hopeless…
Coba lihat dan renungkan, dunia haruskah sama dengan kita ?
Emanuel Setio Dewo Berkata:
on Mei 1, 2008 at 3:49 pm
Ah, masak sih?
Tito Berkata:
on Mei 2, 2008 at 5:44 am
Nurani lebih kuat ketimbang ajaran dan dalil apapun…
mintalah fatwa pada hatimu
Tgk. Alex Berkata:
on Mei 2, 2008 at 8:16 am
Ehem…
Saya justru pernah mimpi seperti John Lennon:
Ndak Islam saja yang bisa jadi kambing hitam. Agama apapun juga bisa
asukowe Berkata:
on Mei 2, 2008 at 10:08 am
Kagem :
@all :
Seperti acaranya cak Nun tempo dulu jaman aku kuliah, soal ajaran soal dalil soal kambing, semuanya cuma teologi yang tidak perlu di perdebatkan…
Ehem…
Yang mau kayak lagunya Lenon itu siapa ? apa ada ?
Tgk. Alex Berkata:
on Mei 2, 2008 at 4:13 pm
Ya. Dan itu termasuk Islam sebagai ajaran, sebagai dalil dan sebagai kambing hitam (hitam saya tambahkan sendiri, agar maksud saya jelas), karena semua itu cuma teologi yang tidak perlu diperdebatkan…
Saya akan lebih memilih memperdebatkan sesuatu yang bernyawa: apakah itu
kroco2jenis FPI yang barbar, atau jenis liberalis yang lupa pada dibumi mana ia berakar. Karena sumber masalah adalah manusia dengan otak dan ototnya. Dengan otaknya ia melahirkan ideologi, memoles dengan dalil-dalil aqli dan naqli, dan kemudian memaksakan dengan otot (dan otot termasuk otot di tangan, di kaki, juga otot-otot lidah sekalian).Dulu saya pernah. Itu pun karena ide di lirik lagu tersebut saat itu (IMHO) benar di mata saya. Ada negara, ada agama, lalu kolaborasi utk menjadi dwi-tirani baru. Apa itu pendeta dan kerajaan di abad kristen mendominasi eropa, atau para syaikh dan sultan di kawasan gurun pasir. Atau juga mungkin di Indonesia saat ini.
Tapi sekarang keinginan itu tak ada lagi. Agama tetap dibutuhkan, dan mesti eksklusif ke dalam dan inklusif dalam kehidupan sosial.
Entah juga, bro, kalo masi ada yang mau kayak lagunya Lennon itu.
Ada yang mau? Anyone?
dimas Berkata:
on Mei 5, 2008 at 3:56 am
hehehe…pemikiran yang menarik..
saya tidak tau beragama apa yang menulis blog ini. tapi yang dapat saya baca secara eksplisit adalah paranoid (ketakutan berlebihan) terhadap garis keras islam.
islam adalah agama rahmatan lil alamin. itu JELAS.
ada beberapa golongan (kita sebut saja begitu) di dalam islam yang mempunyai pandangan dan tindakan yang radikal.
namun hal tersebut bukannya mengeneralisasi islam secara keseluruhan.
saya tidak setuju dengan tulisan anda yang berbunyi seperti ini
“Islam akan terus ada di sekeliling kita dan akan terus mempengaruhi hidup kita dalam berbagai aspek, secara “positif” atau “negatif”. ”
tulisan ini JELAS SALAH…
islam JELAS akan memberikan pengaruh POSITIF BAGI KEHIDUPAN PEMELUKNYA.kalo ada yang berpikiran “kok ada sampe terjerumus ke dalam hal yang negatif”
ITU LAH ‘PERSON’NYA.’INDIVIDU’NYA.BUKAN ‘ISLAM’ NYA.
anda boleh menulis pikiran2 anda yang kritis tentang wacana yang sedang terjadi TAPI JANGAN SAMPAI ANDA MENDESKRIDITKAN AGAMA TERTENTU.
saya percaya keanekaragaman agama adalah salah satu suatu bentuk keindahan kehidupan di dunia ini. tapi apakah kita harus memaksakan agama kita, menjelekkan agama orang lain,
dilain pihak umat beragama juga harus MEMBELA AGAMA NYA apabila agama nya tersebut DI HINA, DI LECEHKAN, DI BAJAK, namun dalam koridor yang benar tentunya.
APAKAH ISLAM AKAN HILANG DI MUKA BUMI INI?
APAKAH DUNIA AKAN TANPA ISLAM?
Hanya Allah SWT yang mengetahuinya…
Salam
asukowe Berkata:
on Mei 5, 2008 at 6:54 am
Kagem :
@Dimas :
Ralat, kalau anda cukup lama mengikuti postingan saya, anda akan mengetahui kalau saya tidak MENDESKRIDITKAN AGAMA TERTENTU. Sampai saya latah bilang, Agama itu cuma baju yang penting adalah Tuhan. Yang saya serang adalah pemeluk agama yang kelewatan dan terlalu extrim. Kata njenangan semua pembelaan harus dalam koridor yang benar kan ?
Njenengan sudah melihat http://video-pendakwah-fpi-ajak-bunuh-ahmadiyah/
Apakah itu sudah dalam koridor yang benar ? ataukah njenengan akan menutup mata hati dan logika gara-gara yang mereka perjuangkan adalah Islam ?
Kamuflase yang disuguhkan adalah dunia tanpa Islam, anda jangan terjebak membaca judulnya, U see ?
dimas Berkata:
on Mei 6, 2008 at 4:06 am
ternyata anda belum bisa membaca komenar saya dengan benar. saya tidak mempermasalahkan judul anda, malah saya bertanya (dalam artian saya tidak mengiyakan atau menolak) hehehe…
yang saya bahas adalah tulisan anda yang berbunyi seperti ini :
“Islam akan terus ada di sekeliling kita dan akan terus mempengaruhi hidup kita dalam berbagai aspek, secara “positif” atau “negatif”. ”
nah tulisan anda itu jelas SALAH…islam adalah rahmatan lil alamin..
itu JELAS bung…ingat itu
coba baca lagi dengan kepala dingin..
wassalam
note : saya tidak percaya yang di umbar untuk membunuh oleh ustadz dalam video tersebut adalah the real ajaran islam..so mereka tidak memproyeksikan umat islam
u see?
asukowe Berkata:
on Mei 6, 2008 at 8:11 pm
Kagem :
@Dimas :
“Atom akan terus ada di sekeliling kita dan akan terus mempengaruhi hidup kita dalam berbagai aspek, secara “positif” atau “negatif”. ”
(ATom diciptakan u/ energi kemakmuran, kalau akhirnya dijadikan bom itu kesalahan oknum)
“Narkotika akan terus ada di sekeliling kita dan akan terus mempengaruhi hidup kita dalam berbagai aspek, secara “positif” atau “negatif”
(Narkotika diciptakan u/ patner kedokteran, kalau akhirnya dijadikan candu itu kesalahan oknum)
“Islam akan terus ada di sekeliling kita dan akan terus mempengaruhi hidup kita dalam berbagai aspek, secara “positif” atau “negatif”. ”
(Islam diciptakan u/ kedisiplinan dan damai di muka, kalau akhirnya dijadikan senjata dan tameng untuk kezaliman itu kesalahan oknum)
so mereka tidak memproyeksikan umat islam ?
Lalu kita cuma diam saja karena bendera yang mereka bawa adalah membela kebenaran Islam ?
Sudah jelas ?
alex Berkata:
on Mei 6, 2008 at 8:21 pm
Pertanyaannya yang langsung dan lugas. Saya suka ini
Jangan diam. Kalo memang merasa mereka sudah mencoreng agama Islam, lawan!
dimas Berkata:
on Mei 7, 2008 at 4:46 am
hehehe.. kalo atom dan narkotika jelas bisa dwi fungsi teman..
tapi untuk islam berefek positif u/ kehidupan pemeluknya..itu pasti..
bila ada yang mengatasnamakan islam u/ pembenaran tindakannya yang menyakiti bahkan membunuh orang lain dengan alasan antah berantan (JELAS bukan ISLAM itu namanya)..
sebaiknya kata2 anda diganti begini
“Islam akan terus ada di sekeliling kita dan akan terus mempengaruhi hidup kita dalam berbagai aspek, secara “positif” tentunya, terlepas dari beberapa golongan yang memanfaatkannya untuk tujuan “negatif”. ”
nah, saya kira mksud tulisan anda seperti itu…peace man
@alex
saya salut ama semangat anda yang sedemikian rupa, tapi jangan sampe di salah gunakan
ibarat kata pepatah “darah di bayar darah” ini yang tidak boleh.
saya juga menyangsikan keislaman orang2 yang membakar mesjid ahmadiyah baru2 ini.. bukan begitu cara nya melawan kejahatan…tentunya agama islam ini tidak akan menjadi sebesar ini apabila RASULULLAH hanya mengandalkan SENJATA u/ menyebarkan islam…
malah yang saya takutkan adalah 2 hal :
pertama pembentukan pola pikir di kalangan umat islam sendiri u/ saling membenci antara golongan dengan kata lain politik devide et impera (politik adu domba).
kedua membuat suatu wacana di luar kalangan islam bahwasanya islam adalah agama yang tidak toleran, melanggar ham, selalu dengan kekerasan, sehingga mencegah seseorang u/ memeluk agama ini
dari hal ini saya yakin bahwasanya yang memainkan peranan penting ini adalah sekelompok orang di luar agama islam namun telah mempunyai jaringan yang begitu kuat di dalam islam sendiri maupun di kalangan perpolitikan dunia dengan tujuan tertentu..
islam adalah ancaman terbesar sistem kapitalisme dan politik negara2 adidaya.
Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayah -Nya kepada umat islam agar selalu bersatu dan kembali ke ajaran Rasulullah dengan baik dan benar.
salam
alex® Berkata:
on Mei 9, 2008 at 5:22 pm
@ dimas
Ini yang dari tesisnya Samuel Huntington itu?
Saya tidak terlalu sepakat dengan tesis tersebut. Tapi melihat kondisi hari-hari ini, kecenderungan seperti itu ada.
Cuma… Islam yang mana, Mas?
Islam yang ekslusif dan kemudian ekstrim cuma dalam hal-hal khilafiah saja atau Islam yang garis sosialis?
Maaf… soalnya paska keruntuhan komunisme, Islam itu sendiri menjadi bentuk lain sosialisme (yang lebih beradab jika bersandar pada ayat-ayat fitrah) bagi saya.
Tapi Islam modelnya para jihaders yang ngamuk2 setiap bulan puasa itu? Apa itu dikatakan lawannya kapitalisme?
Maaf Mas Dimas. Saya sendiri anti benar sama kapitalisme dan neoliberalisme yang hari ini sudah parah benar mendominasi. I’m a socialist. Muslim sosialis.
Amin… Amin..
xix Berkata:
on Mei 12, 2008 at 6:16 am
Benar ato salah ?! Gak tao. Yang aku tao enjoy ur fuc*ing live, sesimple itu. Gak perduli kau tu orang apa, agama apa, warna apa !!! Yang penting, kita bisa kerja sama ato sama – sama kerja
, itu lebih memanusiakan manusiamu!!!
dimas Berkata:
on Mei 21, 2008 at 6:42 am
oke dah mas alex.Muslim sosialis.so we are in the same color..
Go fight for it…
Indonesia BISA
salam
asukowe Berkata:
on Juni 1, 2008 at 7:29 am
Kagem Dimas alex :
“cause we all live under the same sun We all walk under the same moon ….”
Tukijan Berkata:
on Juni 17, 2008 at 10:07 pm
Menurut gua, jika dunia ini tanpa Islam, There will be peace everywhere. Gak seperti saat ini. Kekacauan, Perang, kekerasan dan lain sebagainya yang di sebabkan oleh kambings. Btw, ini si Wadehel ya?
Koko Berkata:
on Desember 19, 2008 at 3:06 pm
ayo maen pes 2009..
nn Berkata:
on Juni 2, 2009 at 5:45 pm
wahai manusia bertobatlah engkau semua di hadapan ALLAH SWT karena sesdungguhnya ALLAH Maha pengampun bagi hamba2 nya yg berinsyaf
sdr.asukowe…
anda boleh menhujat pemeluk agama,terutama islam, yg ekstrem,garis keras,pemikiran sempit,dll…
tapi ingatlah kembali… APAKAH ANDA SENDIRI TAK JAUH BEDANYA DENGAN ORANG2 YG ANDA HUJAT TERSEBUT?????
ada beberapa pertanyaan saya:
1. APAKAH TUHAN ITU MANUSIA? BUKAN KAN!
2. APAKAH TUHAN ITU MENEBUS DOSA2 MANUSIA? BUKAN! TAPI TUHAN MENGAMPUNI,KARENA MANUSIA LAH YG BERSALAH PADA TUHAN!
3. BILA TUHAN BISA DALAM BENTUK PATUNG, MAKA BISA DIPATAHKAN,DILUMERKAN,MASAK IYA TUHAN PATAH???
ISLAM rahmatan lil’alamin (tau artinya kan kalo anda mengaku oarang ISLAM)
saya menonton davinci code dan angels and demons… inti dr film2 tsb adalah “SEBERAPA KERAS USAHA MANUSIA UNTUK MEMAHAMI ILMU TUHAN, PASTI TIDAK AKAN SAMPAI AKAL MANUSIA ITU UNTUK MEMAHAMINYA”…dalam Al-Qur’an pun dikatakan bahwa bila seluruh lautan di bumi ini dijadikan tinta, takkan cukup tuk melukiskan ilmu2 ALLAH…
bila dirimu terjebak dalam rasa penasaran dan memaksakan akalmu memahami ilmu Tuhan itu sama saja artinya kau menyiksa dirimu sendiri…
wallahualam…
irlander Berkata:
on Juli 17, 2009 at 3:38 pm
ini to yg namanya asu
Okki Berkata:
on Oktober 30, 2009 at 8:17 am
assalamualaikum…
saya menghargai suatu kebebasan berpendapat dalam bentuk media apapun..
namun,perkenalkan saya seorang muslim yang insyaALLAH akan memegang teguh agama saya sampai mati sesuai dengan syariat Islam yang ada di Al-Quran dan Hadist..
setelah saya membaca blog ini,jujur saya menangis dalam hati..
agama yang saya anut selama ini telah sedikit di “cela” secara halus oleh anda..
saya berusaha positif..
saya menganggap anda mungkin tidak mengetahui islam secara menyeluruh..
namun sangat disayangkan,anda telah menerbitkan tulisan yang jika umat islam membaca ini,saya menjamin doa umat islam untuk anda agar sadar tentu akan mengalir dengan deras..