Berandai-andai, kalo aku punya kekuasaan menguasai dan menghancurkan agama lainnya, yang pasti dengan cara kekerasan dan peperangan, karena begitulah cara satu-satunya agar tidak ada agama lainnya. Hingga yang tersisa adalah salah satu agama yang ada saaat ini (bisa islam, bisa kristen, budha hindu konghucu kepercayaan ato yang lainnya).
Apakah dunia akan tentram?
Jawabnya tidak, sebab diantara orang banyak yang notabenenya satu agama tersebut pasti akan terpecah dengan begitu banyak versi Tafsiran ayat, berapa banyak tafsiran kata-kata yang tidak bisa dihitung jumlahnya, hingga mengakibatkan satu agama tersebut akan terpecah lagi, lalu walhasil berdebat dan bermusuhan lagi, pertumpahan darah lagi, hingga akan menyisakan satu versi tafsir saja, tetapi apakah satu versi tersebut akan bisa membuat kedamaian juga?
Oh ternyata tidak, sebab versi itu juga akan membelah lagi seperti amuba, ke berbagai banyak tafsiran lagi seperti semula, dan akhirnya perang lagi, tanpa henti, hingga semua manusia akan tercerai berai karena hal ini.
Jadi solusinya bukanlah obsesi menjadikan satu agama di bumi, tetapi justru hilangkanlah agama yang ada di bumi, dalam pengertian egonya. Dengan kita menghilangkan ego agama, artinya, ketika kita berhubungan dengan orang lain, hilangkanlah sentimen agama. Kita hanya punya satu tujuan mulia, yaitu hak asasi manusia, semakin banyak yang sadar akan hak asasi manusia, maka akan semakin baik hak asasi manusia tersebut dan bila muncul pola fikir baru, maka akan semakin baik juga hak asasi manusia itu jadinya.
Hak asasi manusia berbanding lurus dengan kecerdasan manusia, berbanding lurus dengan kebijaksanaan manusia, berbanding lurus dengan teknologi yang ramah lingkungan, berbanding lurus dengan teknologi yang saling menguntungkan manusia lainnya.
Berbeda bila teknologi larinya ke pola fikir agamis, maka teknologi cepat atau lambat digunakan untuk menghancurkan agama lain, lalu setelah agama lain hancur, maka gilirannya menghancurkan umat-umat yang berbeda pendapat di agamanya sendiri, lalu akhirnya akan menghancurkan diri sendiri.
Ratu Adil Dewa Perang Satria Pinandhita Putra Bintang Pendekar Suci Tapak Buddha Supersakti Berkata:
on September 24, 2007 at 9:26 am
tunjukkan bahwa seorang atheist bisa tenang. jika tak, percuma tak punya agama tapi gak punya cara untuk menghilangkan 3 kekotoran mental: bodoh, benci, tamak.
asukowe Berkata:
on September 24, 2007 at 12:02 pm
Kagem denbaguse Ratu:
Walah…. pertamax dihiasi oleh den baguse Ratu, Terima Kasih, berhubung gambar OMNIKNIGHT-ku di Copy paste oleh si den bagus, menandakan beliau nya nge-fans berat sama aku, tergila-gila, mabuk kepayang, suka banget, ya toh…? Lha akhirnya aku ganti wallpaperku dengan gambar diriku sendiri.
Silahkan-silahkan kalo mau berguru sama asukowe… duduk yang manis… jangan ribut… jangan nakal… dengarkan wejangan embah baik-baik
alex Berkata:
on September 24, 2007 at 2:46 pm
Benar. Makanya dikatakan “hablum minallah, hablum minannas”
Iman simpanlah dalam hati. Eh… maaf kalo bawa-bawa agama sendiri ini, Kang. Tapi aku benar-benar suka dengan Surah Yunus ayat 99 di Quran ini:
Sungguh aku rindu wajah yang agama – terutama Islam yang mayoritas di negeri ini – sesejuk sungai di kampungku…
dwi Yanto Berkata:
on September 25, 2007 at 7:12 am
setuju ama kang alex
danalingga Berkata:
on September 30, 2007 at 4:20 am
Ah, entar kalo nggak ber ego agama serasa tidak hidup.
rajaiblis Berkata:
on September 30, 2007 at 6:58 am
ada sebuah “jargon” rahmattan lil alamin …
buktikan ! itu saja …
asukowe Berkata:
on Oktober 1, 2007 at 7:56 am
Kagem :
Alex, dwiyanto, teman seperjuanganku kayaknya
danalingga, kalo aku pilih mati saja
Rajaiblis, sudah kubuktikan kok Bro…, habis dibuktikan lalu diapakan?
dhe' lagi nga nyambung euy Berkata:
on November 2, 2007 at 7:43 am
Agama itu cuma baju, yang penting adalah Tuhan???? analoginya agaaaaaaaaak ……titik titik ah.
lebih bagus
‘ agama cuma baju dan tuhan penjahitnya’
‘ agama cuma baju dan tuhan designernya’
btw om siapa sih yang bikin agama dulunya, bukan nya om tuhan juga..he he he….
dhe' lagi nga nyambung euy Berkata:
on November 2, 2007 at 7:44 am
‘ agama cuma baju dan tuhan penjahitnya’
dhe' lagi nga nyambung euy Berkata:
on November 2, 2007 at 7:46 am
btw om asu ‘ kenal om tuhan dimana?..pasti cekikikan pas lagi ketemu….ganteng nga salam yak…..ckckckckck
asukowe Berkata:
on November 4, 2007 at 8:05 am
Kagem :
@dhe’
Hindu Buda Kristen Islam Konghucu kepercayaan, berarti itu semua yg menjahit Tuhan ya? artinya ber logika begini : semua buatan/design Tuhan pasti bagus, nah kenapa kita masih ribut kritik sana sini soal agama lain? hujat menghujat, masih menganggap Islam agama satu2nya asli buatan Tuhan? yang ter….. hayoo Pak dhe…
Tuhan itu enggak melihat baju jahitan kok Pak dhe, Agama di mata Tuhan sama… asal intinya menyembah Sang Maha Kuasa, arahnya sebenarnya manusia nya lah yang memakai baju itu seperti apa, Lha biarpun baju nya jahitannya compang kecamping asal manusia yang didalamnya baik, tentu Tuhan ridha, sebaliknya biarpun baju yang dipakainya mewah, wah harum, dari bahan sutera, dari benang pilihan, tapi yang memakai kudis panu, kotor gak pernah mandi berdaki, hitam, bernanah… apa Tuhan suka?
Saya kenal Tuhan dari sesama manusia Pak dhe, dari mereka saya Tahu ada yang memberi rejeki, ada yang memberi penyakit, ada yang memberi seneng, ada yang memberi musibah, jujur saya kenal Tuhan enggak begitu akrab, ibarat Tuhan itu Artis, saya cuma bisa SMS an sama Beliau lewat ponsel saya yang sudah butut, minta beras minta motor minta gaji naik minta ini minta itu, macam2 pokoknya. Kadang2 dia jawab sms saya kadang2 enggak dijawab, ya saya maklum kok kesibukan Beliau, apalagi saya makhluk biasa, kalah sama mereka2 yang notabenenya luar biasa jadi prioritas dibalas SMS nya. Jadi mana saya tahu dia ganteng apa enggak? tatap muka aja belum. Coba tanyaken sama mereka2 aja yang sudah merasa kenal akrab sama Tuhan…
dhe' Berkata:
on November 7, 2007 at 4:23 am
@dhe’
”Hindu Buda Kristen Islam Konghucu kepercayaan, berarti itu semua yg menjahit Tuhan ya? artinya ber logika begini : semua buatan/design Tuhan pasti bagus, nah kenapa KITA???? masih ribut kritik sana sini soal agama lain? hujat menghujat, MASIH MENGANGGAP ISLAM AGAMA SATU2NYA ASLI BUATAN TUHAN??? yang ter….. hayoo PAK DHE’…”
hihihihihihi
SAYA masih belom ganti kelamin nih ….
akoe Berkata:
on November 12, 2007 at 5:21 pm
Agama ku agama cinta… gimana dunks…??
arya Berkata:
on Desember 2, 2007 at 1:31 am
agama yg di hilangkan.berarti atheist TUHAN sendiri menciptakan agama utk pengenalan akan TUHAN.jglah berasumsi dgn pemahaman yg rendah
Cintrong Berkata:
on Januari 23, 2008 at 1:28 am
Apakah Tuhan beragama? kalo saya pribadi gak tau. kalo anda2 punya jawaban silahkan dijawab sendiri. Mengapa agama & keyakinan begitu banyak di muka bumi ini? mungkin ada sesuatu yang ingin disampaikan/diajarkan Tuhan ke pada umat manusia dari fenomena yang dipertanyakan sebelumnnya di atas? atau mungkin anda2 akan mencari hikmahnya atau sudah ketemu hikmahnya?
Aan Berkata:
on Februari 26, 2008 at 4:22 pm
Kang Kalau yang Penting Itu Tuhan Kalau engga Pakai baju boleh enggga..dari pada pakai Baju tapi Sombong sok Pamer bahwa Baju yg paling bagus dan bermutu tinggi Kan Malah jadi gerah Sumuk Kayaknya enakan engga Pakai baju dehh Semriwing..heee..hee
abu muhammad Berkata:
on Maret 11, 2008 at 2:56 pm
pake logika anda semua ketika berada di dalam kubur nanti!!!!!!!!! mainkan fikiran kotor anda dalam bermain kata-kata ketika maut di ujung leher kalian. Cemooh, putar terus kata-kata dalam mengkritik “Tuhan” ketika
anda harus mempertanggung jawabkan “nafsu logika kata-kata” dihadapan Tuhan. Semoga Ruh kalian tidak dihilangkan/disirnakan Tuhan dari muka bumi dan langit!!!!!!